Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Menjamu Tamu
11
Suka
16,660
Dibaca

Aku sudah tak memedulikan lagi lepuhan di kulit ini, atau panci berdesis, atau uap panas meraup muka. Sejak Ibu memberi titah untuk mengerjakan segalanya dalam satu waktu, tanganku sudah kebal atas berbagai tekanan. Barangkali beliau lupa kalau aku ini cuma manusia biasa yang bisa terbakar api, atau meleleh karena disengat air panas.

“Nis, bau tempenya gosong tuh! Angkat dulu, tapi tehnya jangan lupa! Ingat, mbakmu nggak suka teh kemanisan.” Dari ruang samping, suara Ibu masih berdenging memekakkan telinga.

Aku menarik napas. Lagi-lagi ini perihal kakak yang seolah menjadi pusat dunia. Mbakmu tidak suka ini, dituruti. Mbakmu ingin itu, dipenuhi. Sering kali Ibu berucap, “Tuh, dengar apa kata mbakmu!”

Bagi Ibu, semua tentang kakak adalah segala-galanya. Namun agaknya beliau lupa denganku, si anak bontot yang masih tinggal satu rumah dengannya.

Derum mobil menyambangi halaman rumah, disusul suara riuh dari anak-anak yang berhambur masuk. Tanganku sontak bergetar sewaktu mengaduk minuman di depanku. Bahkan kepulan asap teh yang mengandung L-theanine serta kafein yang seharusnya membuatku rileks jadi tak berfungsi lagi.

Dan, itu suara Ibu menyambut Mbak seolah menjamu tamu agung. Dadaku berdenyut. Suara-suara perempuan itu bagai hantu yang membayang di siang bolong dalam benak. Umur segini kok nggak nikah-nikah, pengen jadi perawan tua kamu?! Cepat cari pacar, harusnya sih tahun ini kamu udah nikah. Lihat, anaknya Pak Zaenal udah sukses, nggak jadi beban keluarga lagi. Makanya, NIKAH!

Aku memejamkan mata sejenak sambil menikmati darah yang merembes dari balik dada akibat ucapan Mbak. Suara anak-anak berlarian dan jeritannya lantas membangkitkan sesuatu dari dalam diriku. Apalagi seruan Ibu yang menyuruhku cepat-cepat membawa suguhan untuk anak kesayangannya, anak yang paling dibanggakannya.

Tanpa menunggu waktu lama, kakiku berderap menuju kamar mandi yang ada di sudut, menyambar botol cairan pembersih lantai, dan lekas kembali ke dapur. Aku membuka tutup botol sembari bersenandung lirih. Sebagai adik yang baik, tentu saja aku akan melakukan semua yang terbaik untuk Mbak. Membuat namanya kian harum di mata Ibu.

“Semoga ini bikin Mbak tambah suka,” gumamku. Tanganku kini menuang cairan dari botol ke dalam teh selagi mengaduknya.

Aku berjalan menghampiri keluarga Mbak di ruang tamu dengan nampan berisi sejumlah makanan berikut teh hangat spesial di tangan. Hanya ada Mbak dan keempat anaknya, tanpa ditemani suami karena mereka sudah resmi bercerai beberapa bulan lalu. Mbak mungkin saja terlalu bahagia dengan kehidupannya hingga menekanku untuk cepat-cepat menikah.

“Ini, Mbak, diminum dulu mumpung anget.” Tanganku menyodorkan sebuah gelas khusus untuknya.

Namun, mbakku hanya bergeming. Mukanya pasi tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir. Sepasang mata itu justru menatapku kosong. Berikutnya sesuatu di luar jendela menyerobot perhatianku. Dia berdiri di sana, menatap kami dengan bibir pucat melengkung dan tangisan pilu tanpa air mata.

Mataku menatap sosok-sosok ini secara bergantian. Perlahan aku menyadari aura tubuh yang ada di hadapanku memudar. Kalau bukan mbakku, lantas siapa dia? Penyesalan merambati hati. Tahu begini, aku tidak akan menatap jendela itu.

*) Finalis 4 FF terbaik di event Romansa Universe.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Menjamu Tamu
Bella Paring Gusti
Novel
Diam Diam Jatuh Cinta
Mar Shahle
Novel
Baihaqqi; Guru Honorer
Bai Ruindra
Skrip Film
Anak tetangga
alvino xavier
Skrip Film
GRADUASHITTT
Jesslyn Kei
Cerpen
Cerita Luka Belum Kering
Haris Fadilah Hryadi
Novel
Gold
Bising
Bentang Pustaka
Novel
MATAHARI DAN REMBULAN
Rosidawati
Novel
Gak Sengaja Poligami
Indra Hermawan
Novel
Sea, the only one friend
meliahalim
Komik
llghtz
Winter
Novel
Reaching For The Star
Dian hastarina
Skrip Film
Senyuman Bintang
Andika Ramadhan
Flash
Dear Sister
Fani Fujisaki
Novel
ILALLIQA'
nurul rahmahdani
Rekomendasi
Flash
Menjamu Tamu
Bella Paring Gusti
Flash
Bronze
Seraut Paras Suami
Bella Paring Gusti
Cerpen
Bronze
Dunia Adil bagi Orang Kerdil
Bella Paring Gusti
Cerpen
Kabar Kandasnya Kepercayaan Kuncoro
Bella Paring Gusti
Flash
Kemuraman Hujan Kala Itu
Bella Paring Gusti
Cerpen
Fragmen Tragis Gugurnya Sayap-sayap Dandelion
Bella Paring Gusti
Novel
Bronze
Wajah Lain di Lukisan Rumah Majikanku
Bella Paring Gusti
Cerpen
Sang Gadis Penunggu Malam
Bella Paring Gusti