Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
CECAK DI ATAS NASI
1
Suka
4,149
Dibaca

Aku sedang berjalan pulang dari demo. Dari gelap semalam, ke dalam pagi lagi. Ditemani kisruh berita di sosial media dan seutas pesan singkat dari sahabatku, yang mencak - mencak karena semangkuk nasi dari genggam beras terakhir miliknya, kejatuhan cecak. 

“Mana nasi tinggal segitu segitu nya. Sudah kayak anggota DPR anjir ngerampas hak nya”

Aku menghela napas, melihat ke langit dengan pelipis tersayat yang berdenyut perih. Di atas sana biru cerah, polos tak berawan. Pagi tetap membentang indah, meski di bawah sini banyak masalah. Dari perkara remeh macam cecak di atas nasi, sampai Aku, yang semalam nyaris mati, tapi masih di sini. 

“Anjisss! Sekarang jemuran gw di e’e-in burung!” kalimat penuh angkara murka itu muncul di ruang percakapan kami. 

Ingin sekali kubalas umpatannya dengan serangkaian nasihat. Mungkin dia perlu mengaku dosa. Mungkin dia harus bertobat dari kegemarannya menggunjingkan aib orang. Bisa jadi mulut celakanya itulah yang membawa petaka dan Membuat jalan karmanya buruk. Sungguh, ingin kubalas begitu. Tapi … kuurungkan. Aku sudah lelah dan cuma ingin pulang. 

Di emperan minimarket yang porak poranda dijarah massa, aku berhenti untuk mengistirahatkan kakiku yang luka. 

“Udah gak ngerti lagi! Ada apaa sihhh hari ini?!” Dia kembali mengomel. 

Pesan itu tak kubalas. Kubiarkan mataku terpejam, berpasrah pada kantuk yang menelan bising di sekeliling ke dalam hening. 

Hidup memang selalu punya kejutan. Sekarang aku masih di sini, entah malam nanti. 

Tidak ada yang bisa mengira akan jadi apa hari ini. Seperti kita tak pernah tahu kapan ada cecak jatuh ke mangkuk nasi, atau kapan tahi burung mendarat ke atas baju yang baru dicuci. 

Bandung, di peralihan Bulan Agustus dan September 2025. Kala kota tempatku tumbuh besar sedang tidak baik - baik saja. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
CECAK DI ATAS NASI
Januard Benedictus
Novel
Tomasz, pemburu kuda besi
Adi Windardi
Cerpen
Bidak Catur
Aralya Seraquin
Cerpen
Bronze
Surat dari Penjara
Muhammad Ari Pratomo
Cerpen
Bronze
Pohon Api
Affad DaffaMage
Cerpen
Bronze
Petarung jalanan
Dadang nurjaya
Cerpen
Bronze
Lelaki dari Teluk Kelayan
Agus Puguh Santosa
Flash
Rokok tak berasap
Mahmud
Flash
Bronze
Tak Akan Pernah Terlupakan
silvi budiyanti
Novel
Bronze
98 JUNI
Putri Tari Lestari
Novel
AKSARA DI ATAS JALAN
Yusuf Maulana
Novel
Gold
Magnus Chase and the Gods of Asgard
Noura Publishing
Flash
Bronze
Berburu Harimau
Afri Meldam
Novel
Nataraja
Ghozy Ihsasul Huda
Skrip Film
Cinta yang Keparat
Yudhi Herwibowo
Rekomendasi
Flash
CECAK DI ATAS NASI
Januard Benedictus
Flash
SARAH
Januard Benedictus
Flash
CHEERS!
Januard Benedictus
Flash
EMPAT KATA
Januard Benedictus
Novel
Love in Paradise
Januard Benedictus