Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Two Killers
2
Suka
5,137
Dibaca

Dua orang pria berusia senja sedang berjalan menyusuri taman sore itu. Meski tua, tetapi langkah-langkah mereka masih tegap dan lincah. Matahari mulai menampakkan cahaya jingga di langit yang semakin memperindah suasana. Lalu mereka memutuskan untuk duduk di atas bangku taman sambil mengobrol tentang banyak hal semasa hidup.

“Ken, sudah berapa lama kita mengotori tangan kita?” tanya pria bertopi abu-abu di sampingnya.

“Entahlah F, duapuluh lima?” Si pria setengah botak menjawab sambil tertawa.

“Kurang tepat, menurutku duapuluh empat sembilan bulan.”

“Hahaha.., kau selalu berhitung, coba kau hitung berapa jumlah korban kita?”

“Tak lebih dari sepuluh.”

“Ayolah.”

“Delapan.”

“Hahahaha..lucu ya? Kita menjadi pembunuh bayaran selama puluhan tahun, tapi yang mati hanya delapan hahaha..”

“Korban kita bukan orang biasa ya kan?” F berusaha membanggakan karir mereka.

“Benar sekali, ngomong-ngomong kau punya tujuan setelah ini?”

“Tidak Ken, kalau kau?”

Pria setengah botak itu menyulut rokoknya, “Ah, mungkin aku akan memulai hidup baru, menikah, punya anak, dan banyak lagi.”

“Kau sudah punya calonnya ya?”

“Tentu saja! Ingat Lucy? Dia adalah gadis kedai kopi yang cantik, kau pasti terkejut saat aku berkata aku sudah berpacaran dengannya selama empat tahun terakhir.” Ken terlihat sangat bersemangat.

“Dia tidak curiga padamu?”

“Sama sekali tidak.”

“Wah hebat! Aku bukan tipe pembohong sepertimu, kali ini mungkin kita harus jujur satu sama lain.” F juga ikut-ikutan menyalakan rokok.

“Jujur?”

“Ya, ngomong-ngomong apa yang kau benci dariku?”

“Semuanya.”

“Serius? Aku juga.”

Hening sejenak, tak ada suara kecuali burung-burung.

“F?” Ken memandang ke arah jingganya langit.

“Ya?”

“Kau ingat kan kalau kita akan membunuh untuk terakhir kalinya?”

“Aku ingat, itu adalah hari ini.”

“Siapa yang akan kau bunuh?”

“Orang yang paling kubenci.”

“Aku?”

“Tepat sekali.”

“Jadi rencana hidup baruku gagal ya?” Ken terlihat kecewa.

“Dan kalau kita tak saling membunuh, mungkin bahayanya lebih besar lagi, Lucy mungkin akan jadi korban balas dendam mereka.”

Ia menghela napas, “Tak perlu hidup baru lah kalau begitu, sebenarnya kau juga orang yang paling aku benci, jadi aku akan melakukan hal yang sama.”

Matahari semakin menghilang, dan gelap pun tiba. Lampu-lampu jalan dinyalakan. Kedua pria ini pergi menuju bar untuk minum-minum dan menghabiskan waktu menari bersama, sebelum mereka pergi ke tengah lapangan terbengkalai.

“Kita minum sedikit tadi Ken, jadi kita tak akan salah taruh pistol.”

“Terserahlah F, memangnya sudah kau isi?” Tanya Ken sambil mengeluarkan pistol dari balik jas lusuhnya.

“Kau sendiri sudah mengisinya?.” F tertawa kecil.

Ken ikut tertawa, “Tentu saja!”

“Ah, tentu.”

Dengan muka penuh senyum mereka berdiri saling berhadapan. Pistol di kedua tangan mereka menghadap jantung lawannya.

“Senang menjadi partnermu Ken.”

“Aku juga F, sampai jumpa di neraka.”

“Satu.”

“Dua.”

Mereka mengucap bersamaan, “Tiga!”

Dor!

Ken, pria setengah botak itu tumbang di atas tanah sendirian. Senyum F lantas berubah menjadi ekspresi yang menakutkan. Sambil menunggu ujung pistolnya kembali dingin, F menunduk dan mendekat ke pada tubuh Ken yang sudah tidak bergerak lagi. Ia melepas topinya untuk berkabung sejenak.

"Aku sudah mengatakannya sejak dulu, sebaiknya aku tidak boleh menjadi bapak mertuamu, aku pikir kau harusnya sudah tahu itu sebelumnya." F lalu memainkan pistol di tangannya dengan gampang, "Ada untungnya juga kukeluarkan pelurumu di bar tadi."

F memakai topinya kembali dan memasukkan pistolnya ke balik jas, lalu ia pergi begitu saja dari tempat tersebut tanpa sepatah kata pun.

Tamat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Two Killers
Noer Eka
Flash
Berburu Ropen
Vitri Dwi Mantik
Flash
Pengakuan
Dinda Kusuma Ati
Flash
Terbuka
Mahmud
Skrip Film
Hanya Cerita Sebuah Keluarga
Alim Alghani Achmad Winardi
Flash
Hate to Love
Elvira R
Flash
November dan sebuah kotak musik tua
Lukitokarya
Flash
Kota Sunyi Di Malam Hari
Hans Wysiwyg
Skrip Film
MAHLIGAI CINTA
silvi budiyanti
Flash
Tralala Delulu
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Bronze
Deru Aspal dan Peluru di Batas Kota
Muhammad Rizky
Novel
Hilang: dalam Mega Mendung
Ikhsannu Hakim
Cerpen
Bayangan Terakhir di Black Harbor
Penulis N
Flash
A Most Earnest Letter to Those Who Brought Me Forth
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Bronze
Lelaki dari Teluk Kelayan
Agus Puguh Santosa
Rekomendasi
Flash
Two Killers
Noer Eka
Cerpen
Jejak-Jejak Lumpur
Noer Eka
Cerpen
Thalasophobia
Noer Eka
Novel
KALA SENJA
Noer Eka
Cerpen
Pelaku Tabrak Lari
Noer Eka
Flash
Truth or Dare
Noer Eka
Cerpen
Little Cupcake
Noer Eka
Cerpen
Petualangan di Terminal
Noer Eka
Flash
Who is Wrong?
Noer Eka
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Flash
Blog Misteri
Noer Eka
Cerpen
Mari Bergadang
Noer Eka
Cerpen
Kue Buatan Bunda
Noer Eka
Cerpen
Penguasa Lautan
Noer Eka
Cerpen
Insomnia
Noer Eka