Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
KADO
3
Suka
13,000
Dibaca

Ada acara kecil di kelas enam. Karena sebentar lagi kami berpisah dengan teman, guru, juga SD tempat kami bermain dan belajar—bermain disebut lebih dulu, karena sebelum bel masuk pun biasanya kami menyempatkan bermain. Entah lompat tali atau adu keong di depan kelas—acara itu bernama "Tukar Kado".

Setiap anak diminta membawa kado untuk nantinya ditukar dengan teman sekelas. 

Aku melihat temanku membungkus kado di rumahnya. Isinya buku tulis. Biar kutebak ... punya teman-teman pasti tidak jauh berbeda. Buku dan peralatan menulis.

Lantas kalau isinya hampir sama kenapa juga harus ditukar?

Sepulang ke rumah, bukannya membeli buku untuk dibungkus, aku malah mager, malas gerak. Memikirkannya membuatku tidak berdaya. Kegiatan ini seperti tidak ada gunanya.

Keesokan harinya, saat guru mengumumkan agar kado yang dibawa dikumpulkan perderetan tempat duduk, aku pergi tanpa izin ke kamar mandi. 

Lama sekali aku diam di sana, menunggu bel pulang. Entah bagaimana bisa aku memilih kamar mandi yang bau dibanding membungkus kado dengan cantik di rumah?

Lebih tepatnya aku tidak mempersiapkan rencana yang bagus untuk melarikan diri. Lagipula mau lari ke mana?

Ke kebun dipastikan jadi santapan nyamuk. Ke kantin pasti ditegur guru. Langsung pulang artinya harus memanjat pagar. Sebenarnya pilihan terbaiknya adalah diam di kelas dan bilang lupa. Tidak. Tentu saja aku tidak lupa. Aku hanya tidak mau melihat kegiatan aneh itu!

Jika kebetulan ada orang yang memakai kamar mandi di sebelah, kuambil segayung air untuk disiramkan pada lantai kamar mandi. Sementara telingaku siaga, mendengarkan suara di luar.

Apa teman-temanku sudah pulang? 

Aku bahkan tidak bisa mendengar suara gong kecil yang biasa dipukul sebagai tanda istirahat atau pulang. 

Yang kudengar hanya suara riuh anak-anak entah di mana. 

Maka kuputuskan untuk tinggal lebih lama sampai suara-suara itu hilang. 

Aku akhirnya keluar dari kamar mandi. Melihat suasana sekolah yang sudah sepi, menuju kelas. 

Tapi tiba-tiba seorang teman menghampiri. 

"Kamu dari mana aja?" tanyanya. "Ini kadomu!" 

Aku tersentak. Kalau aku dapat kado, pasti ada anak yang tidak kebagian!

Kuterima kado itu sembari membayangkan betapa sedih anak yang sudah bersusah payah membungkus kado, tapi akhirnya tidak kebagian kado dari teman. 

Seharusnya aku mengerjakan tugas. Seaneh apa pun kegiatannya. Karena setidaknya, aku tidak membuat orang lain bersedih.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
JAMAIS VU
Hanif IM
Novel
Bronze
JIGAR & RISMA
Ellit Wijaya
Novel
Menyusu Langit
Tantri Pranashinta
Novel
My Amazing Brother
Yaz
Novel
K A P A L K E R T A S
Lee Shana
Flash
Bronze
JUJUR
HERLIYAN BERCO
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
KADO
Cassandra Reina
Cerpen
LANGIT YANG TIDAK PERNAH BERNAMA
Fredhi Lavelle
Novel
Cinta di negara jam
Author WN
Novel
Kisah Belum Tergoreskan
Hilda Resina
Novel
Bronze
My Super Dad Is a Superstar
Safiraline
Novel
ANAK ERA DELAPAN PULUHAN
Faikatus saadah
Novel
Bronze
Dimensi Seperempat Abad
Ningrati Sumarto
Novel
Cinta sejati
yopi
Rekomendasi
Flash
KADO
Cassandra Reina
Flash
Menjadi Musashi
Cassandra Reina
Flash
PELARIAN
Cassandra Reina
Novel
ADVENTRIX
Cassandra Reina
Flash
Penghuni Baru
Cassandra Reina
Skrip Film
Just For You
Cassandra Reina
Cerpen
Hal Yang Lucu
Cassandra Reina
Flash
Zia
Cassandra Reina
Skrip Film
SOULMATE
Cassandra Reina
Novel
Bronze
TENAQUIN
Cassandra Reina
Cerpen
Alien
Cassandra Reina
Cerpen
Perhatikan Rani (Part 2)
Cassandra Reina
Skrip Film
ANOTHER STORY OF PRINCESS
Cassandra Reina
Cerpen
Follower
Cassandra Reina
Flash
Penghuni Baru (Part II)
Cassandra Reina