Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kenyataannya masa mudaku tak seindah impian
2
Suka
17,560
Dibaca

Aku duduk di teras rumah kontrakan, memandang langit sore yang kelabu. Di kepalaku, pertanyaan-pertanyaan berputar seperti gasing rusak: mengapa hidupku selalu terasa sempit, padahal aku sudah berlari sejauh ini?

Dulu, saat duduk di bangku sekolah, aku percaya kata-kata di buku pelajaran: jika belajar giat, masa depan cerah menantimu. Aku membayangkan kelak bisa bekerja layak, menolong orang tuaku, dan mungkin membeli rumah sederhana hasil keringat sendiri.

Namun kenyataannya berbeda.

Aku lulus dengan gelar yang katanya bergengsi, tapi pekerjaan tak kunjung datang. Di setiap lowongan, syaratnya tak masuk akal: pengalaman minimal lima tahun, usia maksimal dua puluh lima. Aku menelan ludah pahit. Bagaimana bisa punya pengalaman jika kesempatan pertama pun tak pernah diberi?

Di luar sana, aku melihat pejabat negeri tersenyum di televisi, membicarakan "bonus demografi" dan "masa depan cerah generasi muda." Aku ingin tertawa, tapi yang keluar hanya helaan napas panjang. Mereka bicara tentang anak muda, tapi entah anak muda yang mana, karena aku tak pernah merasa jadi bagian dari janji itu.

Sementara aku, yang disebut "harapan bangsa," sibuk menggadaikan laptop untuk bayar kos.

Masa mudaku ternyata bukan panggung untuk menari dengan bebas, melainkan jeruji yang perlahan menjerat. Aku masih muda, tapi rasanya sudah tua karena dipaksa mengerti harga kebutuhan pokok yang terus naik, dipaksa menahan lapar karena gaji serabutan tak cukup, dipaksa percaya bahwa "pemerintah sedang bekerja" meski yang kulihat hanyalah mereka sibuk memperkaya kursi dan keluarga.

Aku teringat wajah ayahku. Ia seorang buruh tani yang dulu selalu berkata, "Sekolah yang tinggi, Nak, agar hidupmu tak sekeras hidup Bapak." Aku ingin menepati pesan itu, tapi kadang merasa dikhianati oleh negeri sendiri.

Malam ini aku menyalakan rokok murahan, menatap asapnya naik perlahan ke udara. Aku tahu keluhan tak akan mengubah apa pun. Tapi aku juga tahu, di luar sana ada jutaan anak muda lain yang merasa sama: hidupnya tersangkut di simpul kebijakan yang tak pernah berpihak.

Masa mudaku tak seindah impian. Kenyataannya pahit, menyesakkan, bahkan kadang ingin menyerah. Tapi entah mengapa, di tengah keputusasaan ini, aku masih ingin percaya satu hal: bahwa suara kecil seperti milikku, jika bersatu dengan suara lain, bisa mengguncang tembok yang selama ini membuat kami tercekik.

Dan mungkin, hanya mungkin, suatu hari nanti masa muda anak-anak setelahku tak lagi sekelam kenyataanku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Berbagi Luka
Rizky VP Nusantara
Flash
Bronze
3 LELAKI & PEREMPUAN YANG INGIN BUNUH DIRI
Sri Wintala Achmad
Flash
Kenyataannya masa mudaku tak seindah impian
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Four Boots in Texas
Silvarani
Novel
Ketika Masalahmu Adalah Perempuan
hyaeonasa
Komik
Half Spirit
nanha nanha
Flash
Berharap
Fatimah Ar-Rahma
Novel
LINGKUNG
Aiman Muin
Skrip Film
Diary-nya
Riwisssss
Skrip Film
Nanti 9 Tahun Lagi (Script)
Ineza Sativa
Flash
Burung-Burung Baiduri
Silvia
Flash
She's Broken, Inside
Alfi Zakira
Flash
Bronze
Canon for Your New Girl
Silvarani
Skrip Film
Oops! Salah TestPack
Mambaul Athiyah
Skrip Film
Lima Tahun Pernikahan
Aprillia Ramadhina
Rekomendasi
Flash
Kenyataannya masa mudaku tak seindah impian
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Journey
Ika nurpitasari
Flash
Wedding
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Rumah Bapak
Ika nurpitasari
Flash
Stairway To Heaven
Ika nurpitasari
Flash
Pintu
Ika nurpitasari
Flash
Be yourself
Ika nurpitasari
Flash
Kota Impian
Ika nurpitasari
Flash
Kesendirian
Ika nurpitasari
Flash
Senandika: Di Antara Sunyi yang Menyebut Namamu
Ika nurpitasari
Flash
Gelap
Ika nurpitasari
Flash
Impian
Ika nurpitasari
Flash
Langit yang Tak Pernah Mendengar
Ika nurpitasari
Flash
Mirror
Ika nurpitasari
Flash
Pertemuan
Ika nurpitasari