Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
77 Questions Before I Was Born
2
Suka
13,609
Dibaca

Rita menghela napas panjang. Uangnya hanya tersisa beberapa lembar lima ribuan. Inilah satu-satunya yang menahannya dari jurang. Ia menatap resep obat yang sudah lusuh, kertas itu terasa lebih berat daripada tumpukan tagihan. Sudah banyak tempat ia datangi, tapi obat yang ia butuhkan tidak pernah ada atau harganya tak terjangkau. Akhir bulan. Uangnya hanya tersisa untuk makan hari ini.

Dua bulan lalu, diagnosis itu datang: depresi dan gangguan kecemasan. Hidupnya berubah. Rita yang dulu ceria kini menarik diri, bersembunyi di balik dinding-dinding kesunyian. Setiap hari adalah perjuangan. Namun, ia tidak pernah berhenti mencari cahayanya sendiri di tengah kegelapan yang semakin pekat. Ia tahu bahwa secercah cahaya masih ada. Kadang ia menemukannya pada aroma roti hangat dari oven, kadang dari kata-kata yang mengalir di ujung penanya, dan kadang dari melodi sebuah lagu yang mengiringi langkahnya di tengah jalan yang sepi. Semua itu bisikan kecil: Aku masih di sini.

Rita merebahkan diri di atas kasur, pikirannya melayang. Ia teringat kembali pada sebuah cerita lama, bisikan yang ia dengar saat kecil. Katanya sebelum lahir, setiap roh akan ditanya 77 pertanyaan tentang takdir yang akan mereka jalani. Setiap "ya" adalah kesepakatan untuk hidup dengan segala suka dan dukanya.

"Apakah aku menganggukkan kepala pada takdir yang salah?" Ia bertanya pada dirinya sendiri, pada langit-langit kamar yang kosong. "Apakah aku benar-benar menjawab 'ya' pada depresi, pada kehilangan, pada rasa hampa ini? Apakah aku setuju untuk menjalani hidup ini tanpa ada orang lain di sisiku dan menghadapi badai seorang diri?"

Angin sore menyusup lewat celah jendela, mengusap wajahnya dengan dingin yang menyegarkan.

"Atau mungkin," Rita memejamkan mata, membiarkan embusan angin itu membawa jawabannya, "aku juga menjawab 'ya' pada kekuatan untuk bertahan?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pulang Kampung Katanya
Johanes Gurning
Flash
Bronze
Heaven
Rama Sudeta A
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Cerpen
Bronze
Tujuh Puncak & Dua Priaku
Xie Nur
Flash
Bronze
Jangan Pernah Percaya Gosip
Alfian N. Budiarto
Flash
Bronze
Unfol My Idol
Silvarani
Flash
Tidak Hanya Wanita
SURIYANA
Flash
Catatan harian yang tidak pernah tertulis
tita agnesti
Flash
Daging yang Menitipkan Rasa
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Hampir Tidak Percaya
Rafi Asamar Ahmad
Cerpen
Ibuku Bukan Ibu-Ibu
SURIYANA
Cerpen
Seandainya Hujan Tahu Apa Keinginanku
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Di Balik Keluarga Harmonis
muhamad jumari
Novel
Bronze
Jerat Luka Di Lembah Duka
Tirabella
Flash
Bronze
Tatap Teduh
meilisanrh
Rekomendasi
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Cerpen
Ketika Langit Salah Dengar
Sekar Kinanthi
Flash
If I Saw You In Heaven
Sekar Kinanthi
Cerpen
Heaven is Troubled 2
Sekar Kinanthi
Cerpen
Halaman Pertama: Prequel Halaman Terakhir
Sekar Kinanthi
Cerpen
Kereta Terakhir Menuju Rumah
Sekar Kinanthi
Flash
7 Menit yang Tersisa
Sekar Kinanthi
Cerpen
Garis Luka: Prequel Ketika Langit Salah Dengar
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Retak
Sekar Kinanthi
Cerpen
Halaman Terakhir
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Bayangan yang Kembali (Prequel Luna: Jiwa yang Hilang)
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Jiwa yang Hilang
Sekar Kinanthi
Cerpen
Heaven is Troubled
Sekar Kinanthi
Cerpen
Bunga (di Retakan Dinding)
Sekar Kinanthi
Flash
Selamanya 24 di 24 November
Sekar Kinanthi