Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
77 Questions Before I Was Born
2
Suka
22,072
Dibaca

Rita menghela napas panjang. Uangnya hanya tersisa beberapa lembar lima ribuan. Inilah satu-satunya yang menahannya dari jurang. Ia menatap resep obat yang sudah lusuh, kertas itu terasa lebih berat daripada tumpukan tagihan. Sudah banyak tempat ia datangi, tapi obat yang ia butuhkan tidak pernah ada atau harganya tak terjangkau. Akhir bulan. Uangnya hanya tersisa untuk makan hari ini.

Dua bulan lalu, diagnosis itu datang: depresi dan gangguan kecemasan. Hidupnya berubah. Rita yang dulu ceria kini menarik diri, bersembunyi di balik dinding-dinding kesunyian. Setiap hari adalah perjuangan. Namun, ia tidak pernah berhenti mencari cahayanya sendiri di tengah kegelapan yang semakin pekat. Ia tahu bahwa secercah cahaya masih ada. Kadang ia menemukannya pada aroma roti hangat dari oven, kadang dari kata-kata yang mengalir di ujung penanya, dan kadang dari melodi sebuah lagu yang mengiringi langkahnya di tengah jalan yang sepi. Semua itu bisikan kecil: Aku masih di sini.

Rita merebahkan diri di atas kasur, pikirannya melayang. Ia teringat kembali pada sebuah cerita lama, bisikan yang ia dengar saat kecil. Katanya sebelum lahir, setiap roh akan ditanya 77 pertanyaan tentang takdir yang akan mereka jalani. Setiap "ya" adalah kesepakatan untuk hidup dengan segala suka dan dukanya.

"Apakah aku menganggukkan kepala pada takdir yang salah?" Ia bertanya pada dirinya sendiri, pada langit-langit kamar yang kosong. "Apakah aku benar-benar menjawab 'ya' pada depresi, pada kehilangan, pada rasa hampa ini? Apakah aku setuju untuk menjalani hidup ini tanpa ada orang lain di sisiku dan menghadapi badai seorang diri?"

Angin sore menyusup lewat celah jendela, mengusap wajahnya dengan dingin yang menyegarkan.

"Atau mungkin," Rita memejamkan mata, membiarkan embusan angin itu membawa jawabannya, "aku juga menjawab 'ya' pada kekuatan untuk bertahan?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Nampek
Makrifatul Illah
Novel
Sanggupkah untuk berbagi?
Halimah
Flash
Hal-hal yang tidak boleh dipertanyakan
AlifatulM
Flash
Bronze
Alpha Feminine Wife
Silvarani
Flash
Tak Bisa Menunggu
Nurul Arifah
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Cerpen
Senyuman Terakhir Sang Kepala Keluarga
Amanda Chrysilla
Flash
Bronze
Penulis Berlumut (Membicarakan Adam Series Part 16)
Silvarani
Flash
Making Bread with You
Yattis Ai
Flash
Badut
SURIYANA
Novel
SAKA
Einca Ratna Sari
Skrip Film
#cara membatalkan pinjaman (lumbung dana)
NADYA ESA SEPTIARIDINA
Flash
Gadis Kecil Di Trotoar
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
D I S T A N C E
AlifatulM
Novel
Times New Romance
Rizkia Ow
Rekomendasi
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Tidak Boleh Kutinggali
Sekar Kinanthi
Flash
7 Menit yang Tersisa
Sekar Kinanthi
Cerpen
Heaven is Troubled
Sekar Kinanthi
Flash
Selamat Ulang Tahun, Rara
Sekar Kinanthi
Flash
Jiwa yang Dikucilkan
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Retak
Sekar Kinanthi
Flash
Keadilan Terakhir
Sekar Kinanthi
Flash
Jika Hidup adalah Cerita, Siapa Pembacanya?
Sekar Kinanthi
Flash
Kasus Terakhir Rissa
Sekar Kinanthi
Flash
If I Saw You In Heaven
Sekar Kinanthi
Cerpen
The Unseen Hand: Prolog
Sekar Kinanthi
Flash
Hadiah dari Bumi
Sekar Kinanthi
Flash
Tirai Merah
Sekar Kinanthi