Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Tirai Merah
2
Suka
6,251
Dibaca

Raga memfokuskan matanya pada sasaran. Peluh dingin membasahi telapak tangannya, meski udara malam menusuk kulit. Di balik teropong bidik, ia melihat siluet rekannya, seorang polisi yang memimpin operasi penangkapan. Nafasnya tertahan, jari telunjuknya terasa kaku di pelatuk. Tugasnya jelas: melumpuhkan ancaman. Ia menarik pelatuk.

Suara letusan senapan memecah keheningan. Kilat sesaat dari moncong laras menerangi wajah Raga yang tegang. Ia melihat sosok di teropong itu tersungkur. Misi selesai.

Tiba-tiba, lampu sorot menyilaukan matanya. Bukan lampu operasi, melainkan lampu panggung. Tepuk tangan menggema. Raga mengerjap, kebingungan. Di sekelilingnya, berdiri rekan-rekannya termasuk pemeran yang baru saja ia "tembak." Mereka tersenyum dan bertepuk tangan.

"Cut!" seru sutradara dari kegelapan. "Bagus sekali, Raga! Ekspresi dinginmu dapat banget."

Raga terdiam, mencoba mencerna apa yang terjadi. Jadi, semua ini... syuting film? Ia menghela napas lega, bercampur rasa malu. Ia bukanlah pembunuh sungguhan.

"Ayo, Ga. Ngopi dulu," ajak Satria yang berperan sebagai astrada.

"Aktingmu makin mantap aja, Bro," timpal seorang pemeran lain, merangkul Raga sambil tertawa.

Di ruang istirahat, kru mulai membereskan properti. Raga duduk terpisah, pikirannya masih berkecamuk.

"Menurutku, akhir naskahnya kurang gereget," celetuk sutradara, menyeruput kopinya. "Bagaimana kalau komplotannya lolos?"

"Tapi kalau begitu, Raga berhasil menembak semua polisi, dong? Itu agak... terlalu mudah," sanggah Satria, mengerutkan kening.

Raga mendengarkan percakapan itu dengan saksama. Jauh di lubuk hatinya, ia merasakan keanehan yang tak bisa dijelaskan. Ia tidak ingin komplotan itu tertangkap. "Saya setuju dengan sutradara," katanya, menyela. "Akan lebih dramatis kalau mereka berhasil kabur. Penonton pasti lebih penasaran."

"Tapi kan, sebagian besar pemeran kita 'mati' sia-sia?" protes pemeran lain yang tadi berperan sebagai polisi yang tertembak.

"Itu kan cuma akting," jawab Raga, terlalu cepat.

Sutradara menghela napas. "Oke, oke. Kita bahas nanti. Raga, adeganmu selanjutnya kapan?"

Raga menelan ludah. "Dialog saya setelah ini... apa, ya?"

Satria menunjuk tumpukan naskah di sudut ruangan. "Cek sendiri, Ga. Naskahnya sudah dibagikan."

Raga menatap tumpukan naskah tebal itu. Ia merasa seperti orang asing di dalam tubuhnya sendiri. Ia tidak ingat dialognya. Ia bahkan tidak yakin adegan selanjutnya tentang apa. Sebuah pertanyaan dingin menusuk benaknya: kalau semua ini hanya film, kenapa rasa lega dan keinginan agar komplotan itu lolos terasa begitu nyata? Dan mengapa ia merasa seolah-olah semua ini bukan naskah, melainkan sebuah rencana yang telah ia susun sejak awal?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Tirai Merah
Sekar Kinanthi
Novel
Bronze
'98 di Negeri Antah-berantah
Mi Gosong
Novel
Bronze
PAKET!!
mahes.varaa
Flash
Aruna Mengerti
Art Fadilah
Novel
Gold
Ve
Noura Publishing
Novel
Gold
Fantasteen: Lucid Dream
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Warisan Renggodelogo
Suwito Sarjono
Cerpen
Rain
Rama Sudeta A
Novel
Bronze
Dormitory Tales : A Love Story
Nisa
Novel
TRILOGY SATU TITIK
Arata Kaivan
Novel
Traumatic Incident
Harits Arwan
Cerpen
Destinasi Wisata Nirwana
Linggarjati Bratawati
Novel
Rahasia Tante Nina
Johanes Gurning
Novel
Bronze
Arihni
Irrionn
Novel
Bronze
Dunia tanpa Suara
Aroem Aziez
Rekomendasi
Flash
Tirai Merah
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Retak
Sekar Kinanthi
Cerpen
Basement In Heaven
Sekar Kinanthi
Flash
Raga Milik Bumi
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Tidak Boleh Kutinggali
Sekar Kinanthi
Cerpen
Rumah yang Tidak Boleh Kutinggali 2
Sekar Kinanthi
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Flash
Benang Merah
Sekar Kinanthi
Flash
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
Sekar Kinanthi
Flash
Hati yang Ingin Pulang
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Bayangan yang Kembali (Prequel Luna: Jiwa yang Hilang)
Sekar Kinanthi
Novel
Jebakan Cinta Sang Pewaris
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Jiwa yang Hilang
Sekar Kinanthi
Flash
Selamat Ulang Tahun, Rara
Sekar Kinanthi
Flash
Di Balik Kamera
Sekar Kinanthi