Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
The Pretender
0
Suka
13
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Jari-jari gemetar menggenggam sarung berlumur semen kering. Kaki lambat melangkah, peluh membasahi wajah, leher, hingga baju. Matahari terik menambah berat bebannya, tapi tidak ada yang bisa menghentikan Adit menyusuri jalan Kemusha.

Jalan Kemusha yang hanya setapak itu adalah tempat ia biasa istirahat dan menyendiri sebelum lanjut bekerja. Jaraknya sekitar 300 meter dari danau buatan yang sedang dipugar. Danau buatan itu telah 20 tahun terbengkalai dan kini developer baru akan membuka kembali sebagai tempat rekreasi keluarga. Adit adalah salah satu pekerja bangunan di sana.

Setelah hampir 1 tahun menganggur, ia berteriak bahagia kala mendapat tawaran pekerjaan itu. Sebelumnya, sudah ada lebih dari 9 pekerjaan yang ia jalani, namun ujung-ujungnya mengundurkan diri oleh banyak alasan logis: kantor kejauhan, orang tua tak ada yang mengurus, pergaulan di kantor terlalu modern, pengeluaran selama bekerja lebih banyak dibanding gaji, job desk serabutan, banyak tukang cari muka, motivasi oleh konten kreator trading, membuka usaha makanan kekinian, ingin menjalani slow living, dan banyak lagi.

Terakhir kali sebelum resign dari bank sebagai auditor internal, ia beralasan ingin menjalani frugal living untuk mendapatkan ketenangan hakiki. Demi kesehatan mental, juga masa tua yang nyaman.

30 menit sudah ia bolak-balik mencari cincin emas yang menurutnya jatuh di sana. Cincin itu sisa tabungan dari 9 pekerjaan terdahulu. Sambil mengomel ini itu ia mencabik-cabik rumput, menendang-nendang pasir, dan mencabut pohon Ciplukan yang masih kecil. Ia angkat dan memukul ke tanah berkali-kali.

Oleh perut lapar dan terik matahari, pria berumur 35 tahun itu pun merasa pusing lalu berhenti membuang-buang tenaga. Dipandangnya danau buatan lalu kian panas-lah emosi. "Danau bangs*t! Sial*an! Padahal aku rela jadi tukang untuk memperbaikimu, tapi begini balasanmu?! Danau bangs*at! Sial*an!" ucapnya.

"Aku pulang! Aku pulang! Gelar sarjana Akuntansi tidak pantas untukmu, danau bangs*t!" teriaknya lagi sembari menyusuri jalan pulang.

Sampai di rumah, Adit masuk ke kamar dan tak memperdulikan panggilan ibu dan ayahnya. Dua manusia renta itu saling pandang kemudian lanjut mengayam kipas souvenir pesanan tetangga yang akan hajatan. Di atas dipan kayu, Adit rebah sembari menatap langit-langit. Mata berkaca-kaca tanda penyesalan mulai menggerogoti. Diambilnya ponsel, memutar playlist, lalu bersembunyi di balik selimut.

Tak lama, sebuah lukisan tiba-tiba jatuh ke atas meja. Double tape di keempat sisi poster tak kuat lagi menempel ke dinding kamprot. Lukisan itu aneh, berlatar hitam dengan tangan manekin yang dipasang di atas busi. Di meja, poster itu menutupi tumpukan buku pencarian jati diri, berbaur dengan buku tes CPNS, BUMN, dan sebuah lukisan mandala yang belum selesai di atas kanvas kecil.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
The Pretender
myht
Novel
THE WAY HOME
Mochamad Rozikin
Novel
Bronze
Penyanyi Miskin yang Terbelenggu oleh Mimpi
Jagaddhita Pradana
Flash
Bronze
Number One
Aylanna N. Arcelia
Novel
Gold
One Little Thing Called Hope
Gagas Media
Novel
Tabu di Tanah Tuba
Ariyanto
Novel
Bronze
Hai Bos
Tri Utari
Novel
Bronze
PELITA
Senya
Skrip Film
Who I'am?
Nisya Nur Anisya
Novel
Jentaka
Faisal Susandi
Novel
KALI INI AKU
ericawidiani
Skrip Film
KOMA
Kris Halomoan Simanjuntak
Flash
BARCODE
Alviona Himayatunisa
Novel
Adora
Puteri M.
Novel
Gold
Super Bunda
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
The Pretender
myht
Flash
Sepatu Bau
myht
Flash
Gentong Berkarat
myht
Novel
Kota Angera
myht
Flash
Tembok Mengelupas
myht
Cerpen
The False Red String Theory
myht
Flash
Tarian Putaranku
myht
Cerpen
Melamar
myht
Flash
Kaos Kumal
myht
Cerpen
Bronze
Rika dan Bumi
myht
Flash
Kotoran
myht
Flash
Kilau Asli
myht
Cerpen
Bila Wanita Patah Hati
myht
Novel
Saloma
myht
Cerpen
Mimpi
myht