Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Di Titik Nol
8
Suka
22,188
Dibaca

Apakah dengan berpuasa, dosaku membunuh seseorang bisa terbayar?

Sejenak, kulihat kedua telapak tangan ini di rumah makan—sekalian menunggu waktu berbuka. Kata salah seorang pendakwah, bulan Ramadan seluruh pintu surga dibuka dan neraka dikunci rapat. Ramadan adalah bulan banyak kebaikan. Apakah jika aku meminta ampun sekarang dan mengaku sudah membunuh, berarti aku masuk surga? Aku berpuasa, sholat pula. Nah, dari yang kudengar lagi, jika puasa tanpa sholat akan seperti wadah bocor.

Aku tidak berniat menyakiti, tapi Safina begitu cantik. Tidak ada siapa pun boleh menyentuh kecantikannya. Dia milikku. Mungkin terdengar aneh dan klise, atau harus kuakui kalau narasiku terdengar basi.

Saat itu, kedua tangan ini yang mencekik Safina. Rasanya begitu mendebarkan, gelisah, resah, sisi lain juga senang melihatnya pasrah. Aku buat ruangan baru, sebuah lubang yang kugali, dan aku kubur tubuh kurusnya menggunakan semen. Safina tidak akan bisa kemana-mana. Mengingat itu aku lega sekali.

Sebelum azan berkumandang, iklan televisi lebih dulu muncul. Setelahnya, aku melihat berita bahwa Safina ditemukan, di belakang rumahku.

Dengan santai, aku melahap menu berbuka, ayam panggang nasi padang sebelum aku menyerahkan diri. Ingat, aku puasa, aku tidak berdosa, apalagi jika aku menyerahkan diri, bukan? Jangan tanya tentang penyesalan. Aku tidak pernah merasa begitu telah mengambil nyawa Safina. Itu seperti aku kecanduan ketika hela napasnya tinggal sehelai.

"Bapak Rido Suteja!"

Aku menoleh, tersenyum singkat. Ah, terkadang oknum baju cokelat itu amat cepat. Siapa agaknya yang memberi mereka uang?

"Mari ikut kami. Bapak akan kami tahan atas tuduhan pembunuhan kepada putri bapak, Safina Azzahra."

Sebelum masuk ke mobil polisi, aku melihatnya. Laki-laki yang suka sekali menyentuh cantikku Safina. Pasti dia yang membuat laporan dan beri banyak uang kepada para polisi supaya aku cepat ditangkap.

"Tapi aku tidak akan masuk neraka," gumamku. Karena apa? Aku berpuasa. Dosaku selalu dihapus sampai di titik nol jika berpuasa dan beribadah, bukankah begitu?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Batu Selomita
YOHS SUWONDO
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan
Cerpen
Sonata Bahari
Kaysan Kareem
Novel
Bronze
CINTA TAK SEMALANG ITU
Ranika Mayang Sari
Novel
SEMELE IGE
Dee Hwang
Flash
Setahun berlalu
Lisnawati
Flash
Boneka Beruang
BANYUBIRU
Novel
Gold
Pangeran Kelas
Coconut Books
Flash
Bronze
Eyang Putri Jawa dan Cucu Perempuan Bataknya
Silvarani
Cerpen
Bronze
Mereka Bilang Istriku Teroris
Imajinasiku
Novel
Bronze
Rahasia Elf
Yan Arya
Novel
Bronze
Kisah Cintaku : Terjebak dalam Cinta
Rigwaldy SInaga
Novel
aalok
Katata
Skrip Film
KLARA & BELLE
Herman Trisuhandi
Flash
Janji yang tidak di tepati
Reveniella
Rekomendasi
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Flash
Gugur
Ilestavan
Flash
Bertumbuh
Ilestavan
Flash
Jangan Percaya Narasi Ini
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Gandark
Ilestavan
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Pretensi
Ilestavan
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan