Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tali Takdir
1
Suka
16,613
Dibaca

Seperti kupu-kupu yang berlabuh dalam lingkar cahaya matahari, kita tampak bersinar ketika bersama. Gunung yang terlihat buram akibat kabut, tidak pernah bisa memutuskan pandangan kita satu sama lain. Akankah hubungan kita ini punya makna, atau hanya sekadar lewat tanpa berbekas?

Bayang-bayang udara kemudian jatuh di sisiku yang tengah terisak. Menangis, mengapa tidak ada ucapan selamat tinggal darimu, mengapa meninggalkanku dengan sebaris jejak tak kasatmata tentang kasih sayang? Kamu tahu pasti bahwa tanpa kata-kata terucap, tetap, aku mencintaimu.

Aku juga tahu betul, tiap kita bersemuka, setiap kali kamu menemuiku, itu tanda nyata kamu menyayangiku, menyapaku halus melalui tatap matamu. Kupikir, ini akan berakhir layaknya dongeng romansa, tapi kisah kita terlalu tragis untuk sesuatu yang berhubungan dengan takdir. Kita sudah punya ikatan, tanpa tahu bahwa tali yang mengikat kita begitu rapuh tentang ketentuan Tuhan.

Mengapa tiap perpisahan senantiasa menyisakan kesedihan? Apakah karena kita dituntut untuk menghargai hubungan berikutnya? Hanya saja, aku tidak mau lagi berhubungan dengan kisah yang sama, aku tidak ingin ditinggal seperti sedia kala.

Tahukah? Aku tidak pernah merasakan kamu memelukku, tapi dalam anganku, kamu selalu menyentuhku lembut. Bulu-bulumu sungguh halus.

Aku yang pertama kali memelukmu, aku selalu pertama memandangmu, ajakmu bermain hanya untuk mengembangkan tawa berseri. Itu cukup buatku bahagia, mengapa kamu harus pergi meninggalkan duka? Aku bisa menghadapi kalimat pilu apa pun, mampu mengalahkan kesedihan paling gila, tapi kematianmu ... sungguh pedih.

Kamu yang bersandar kepadaku, seperti minyak asiri pada bunga yang baru mekar, rasanya diriku berhenti bernapas sesaat demi menikmati perasaan senang. Bisakah kamu lahir sebagai bulan saja?

Kini, aku melihatmu dimana-mana, keseringan itu membuatku merasa kamu tetap bersamaku, meski mungkin ... kamu yang hanya bisa melihatku dari ketinggian nan jauh.

Selamat tinggal kenangan, dan selamat datang kehampaan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
KKPK Hari-Hari Akari
Mizan Publishing
Skrip Film
Romeo Bukan Anak Jalanan
DENI WIJAYA
Flash
Pagi yang Damai
Bima Kagumi
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Flash
Budak korporat
Reveniella
Novel
MBAREP
Yusnawati
Novel
Rumah yang Tak Pernah Tinggal
Mutichan
Komik
Humanbox
Zakaria
Skrip Film
Andai Aku Boleh Memilih (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Cerpen
Luna: Bayangan yang Kembali (Prequel Luna: Jiwa yang Hilang)
Sekar Kinanthi
Flash
Bronze
PULANG
Onet Adithia Rizlan
Flash
Keluhan Sena
Nisa
Flash
JIWA MERAH PUTIH
Rudie Chakil
Novel
V.R.R - Virasat Rumah Rubuh
stillzee
Flash
Bronze
Istilah padi ilalang
Rahmayanti
Rekomendasi
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Flash
Buta Nikmat
Ilestavan
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Flash
Bertumbuh
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Flash
The Last Painting
Ilestavan
Flash
Gugur
Ilestavan
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Flash
Sintas
Ilestavan
Flash
Jangan Percaya Narasi Ini
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Gandark
Ilestavan