Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tali Takdir
1
Suka
20,661
Dibaca

Seperti kupu-kupu yang berlabuh dalam lingkar cahaya matahari, kita tampak bersinar ketika bersama. Gunung yang terlihat buram akibat kabut, tidak pernah bisa memutuskan pandangan kita satu sama lain. Akankah hubungan kita ini punya makna, atau hanya sekadar lewat tanpa berbekas?

Bayang-bayang udara kemudian jatuh di sisiku yang tengah terisak. Menangis, mengapa tidak ada ucapan selamat tinggal darimu, mengapa meninggalkanku dengan sebaris jejak tak kasatmata tentang kasih sayang? Kamu tahu pasti bahwa tanpa kata-kata terucap, tetap, aku mencintaimu.

Aku juga tahu betul, tiap kita bersemuka, setiap kali kamu menemuiku, itu tanda nyata kamu menyayangiku, menyapaku halus melalui tatap matamu. Kupikir, ini akan berakhir layaknya dongeng romansa, tapi kisah kita terlalu tragis untuk sesuatu yang berhubungan dengan takdir. Kita sudah punya ikatan, tanpa tahu bahwa tali yang mengikat kita begitu rapuh tentang ketentuan Tuhan.

Mengapa tiap perpisahan senantiasa menyisakan kesedihan? Apakah karena kita dituntut untuk menghargai hubungan berikutnya? Hanya saja, aku tidak mau lagi berhubungan dengan kisah yang sama, aku tidak ingin ditinggal seperti sedia kala.

Tahukah? Aku tidak pernah merasakan kamu memelukku, tapi dalam anganku, kamu selalu menyentuhku lembut. Bulu-bulumu sungguh halus.

Aku yang pertama kali memelukmu, aku selalu pertama memandangmu, ajakmu bermain hanya untuk mengembangkan tawa berseri. Itu cukup buatku bahagia, mengapa kamu harus pergi meninggalkan duka? Aku bisa menghadapi kalimat pilu apa pun, mampu mengalahkan kesedihan paling gila, tapi kematianmu ... sungguh pedih.

Kamu yang bersandar kepadaku, seperti minyak asiri pada bunga yang baru mekar, rasanya diriku berhenti bernapas sesaat demi menikmati perasaan senang. Bisakah kamu lahir sebagai bulan saja?

Kini, aku melihatmu dimana-mana, keseringan itu membuatku merasa kamu tetap bersamaku, meski mungkin ... kamu yang hanya bisa melihatku dari ketinggian nan jauh.

Selamat tinggal kenangan, dan selamat datang kehampaan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Novel yang Tak Selesai
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Novel
Sayap Burung Patah
rimachmed
Flash
Bronze
Selamat Jalan Papa
Herman Siem
Flash
Siang Seberang Istana
Aldi Cendikia Nugroho
Flash
Laju Lari
Foggy FF
Skrip Film
Forgotten Moon
Rifah Khodijah
Skrip Film
Tiga Cuan
Nurbaya Pulhehe
Flash
Bronze
Sial yang keluar, data yang hilang
Setiyarini
Novel
HARGA DARI SEBUAH SUARA
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Photos behind the bookshelf
Ang.Rose
Novel
Tough Woman
Anggi faizta
Novel
Bronze
The Badboy
Fidya Damayanti
Novel
Bronze
Buku Harian Alana
Nur Chayati
Novel
Integritas Penyelenggara Pemilu
Yovinus
Rekomendasi
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Flash
Secangkir Kopi tak Bersuara
Ilestavan
Flash
Gugur
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Gandark
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Flash
Buta Nikmat
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Flash
Jangan Percaya Narasi Ini
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Flash
Sintas
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan