Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Sebatang Paku
7
Suka
6,118
Dibaca

Begitu tangannya memutar stang setelah kunci T dibenamkan ke lubang kunci, Kasdun merasakan sesuatu yang hangat di pelipisnya. Darah!

Ia menjerit, tapi ditahan dengan telapak tangannya. Ia takut darah. Sementara itu, sepeda motor curiannya oleng dan terjatuh. Kusni yang sedang menunggu di atas sepeda motornya kebingungan.

"Ada apa?" tanyanya pelan, melihat Kasdun menutup mulut dan dahinya bersamaan dan langsung melompat cepat ke atas jok.

Suasana sekitar gelap, sehingga tak terlihat jelas bahwa Kasdun mengalami pendarahan.

***

“Di mana kejadiannya, sampai kepala Bapak bocor kena paku? Apa Bapak tukang?”

Kasdun jelas saja tidak mungkin jujur menjawab iya karena ia tukang bobol sepeda motor. Jadi ia memilih pura-pura mengerang kesakitan.

“Punya BPJS? Ini harus operasi. Pakunya bisa bikin infeksi tetanus,” ujar perawat puskesmas, menyerah setelah melihat bekas luka dan ujung paku sedikit masuk ke batok kepala.

Kasdun mengaduh, sementara Kusni meski berbadan kekar, tapi sedikit lemot malah seperti orang menahan kencing. Ia cuma bisa menutup mulut dengan telapak tangannya.

“Ada nggak BPJS-nya? Ini harus segera dirujuk ke rumah sakit,” lanjut perawat kemudian.

Kasdun menggeleng. Begitu juga Kusni.

“Jadi, bagaimana?”

“Apa bisa dicabut saja disini?”

“Bisa.”

Kasdun tersenyum.

“Tapi ini bukan bengkel!. Kami tidak mau main-main dengan nyawa orang. Saya bukan dokter, dan ini cuma puskesmas, cuma tersedia gunting dan tang forsep buat cabut gigi.”

Senyum Kasdun langsung lenyap. Gara-gara sepeda motor curian tanpa surat yang di tukang tadah cuma dihargai lima ratus ribuan, sekarang dia harus membayar setidaknya beberapa juta untuk mengeluarkan paku dari kepalanya, belum lagi biaya obat-obatan lainnya. Itulah dosa, karma yang harus ditanggungnya.

Melaporkan kejadian lengkap dengan TKP-nya? Jelas seperti bunuh diri. Itu sama saja membongkar borok, riwayatnya sebagai spesialis pembobol sepeda motor.

Di kampungnya, Kasdun ketua pemuda yang bersih tanpa cemar.

Sementara sekarang, dirinya sendiri baru saja merencanakan pencurian karena sedang ketagihan cimeng-mariyuana.

***

Seorang pasien lain masuk polisi berseragam lengkap tiba-tiba masuk dengan luka di kakinya. Kasdun panik. Kusni apalagi, ia alergi dengan seragam polisi.

Keringat dingin mengucur.

Perawat merasa heran, karena ruangan ber-AC.

"Kalian kenapa?"

Keduanya menggeleng.

Si polisi melihat ke arah mereka. Mereka langsung pucat.

"Kenapa, Mbak, dia?"

"Anu, Mas Polisi Kepalanya, kena paku."

"Paku?"

"Dia tukang?"

"Katanya sih bukan."

"Jadi pakunya dari mana?"

"Entah."

"Tunggu dulu, jangan-jangan"

Polisi itu menatap keduanya dengan saksama.

"Kalian tadi dari mana?"

Mereka diam.

"Ditanya dari mana, diam."

"Anu, Pak, Dusun Jambolaya?"

"Jambolaya? Sebentar."

Polisi itu menelepon, sementara perawat terus merawat lukanya.

“Sam, sepeda motormu hilang?”

“Nggak. Tapi stangnya dirusak orang.”

“Dua orang?”

“Kok tahu?”

“Ini ada pasien di puskesmas. Kepalanya bocor.”

Mati aku!” teriak Sam panik dari seberang telepon.

“Kamu bisa kena pasal pidana kalau dia sampai mati, Main paku sembarangan!”

Tut... tut... Telepon diputus.

Kusni berkeringat dingin, sementara Kasdun jatuh pingsan. Menunggu ambulans membawanya ke rumah sakit. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Flash
Kicau
Seto Yuma
Novel
Gold
Play and Learn
Bentang Pustaka
Flash
Ketika Gerimis Bermula
Cheri Nanas
Flash
Bronze
Different World
May Marisa
Flash
Berusaha untuk Tidak Mati
Nurulina Hakim
Novel
Patih Nyasar!
Syarif Hidayatullah
Novel
Gold
Dari Gestapu ke Reformasi
Mizan Publishing
Flash
UANG TIDAK MENGENAL SAUDARA
Kiki Isbianto
Novel
Apsara
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Bronze
Walid Di Tengah Badai
penulis kacangan
Cerpen
Bronze
Bayang
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Garuda Menantang Raksasa: Perjalanan Menuju Kemenangan
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Cawan Ajaib
zain zuha
Flash
Jalan Bareng Bule Jerman
Luca Scofish
Rekomendasi
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Flash
Pemenang Kedua
Hans Wysiwyg
Flash
SUPERMAN IN-KUMBEN
Hans Wysiwyg
Flash
Bangku Kosong di Baris Kedua
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Semalam
Hans Wysiwyg
Cerpen
Apron Muyi
Hans Wysiwyg
Flash
Laut Itu Luka
Hans Wysiwyg
Flash
아이구 Aigoo, Still Re
Hans Wysiwyg
Cerpen
BADRI BERHANTU Pabrik Padi Syereem!
Hans Wysiwyg
Cerpen
When I Was Your Man
Hans Wysiwyg
Flash
MAKLAR
Hans Wysiwyg
Cerpen
The Two of Us
Hans Wysiwyg
Flash
SEPULANG REUNI IBU SAKIT
Hans Wysiwyg
Cerpen
SYURGA YANG DILELANG
Hans Wysiwyg
Flash
DUNIA JUNGKIR BALIK
Hans Wysiwyg