Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Sebatang Paku
7
Suka
7,878
Dibaca

Begitu tangannya memutar stang setelah kunci T dibenamkan ke lubang kunci, Kasdun merasakan sesuatu yang hangat di pelipisnya. Darah!

Ia menjerit, tapi ditahan dengan telapak tangannya. Ia takut darah. Sementara itu, sepeda motor curiannya oleng dan terjatuh. Kusni yang sedang menunggu di atas sepeda motornya kebingungan.

"Ada apa?" tanyanya pelan, melihat Kasdun menutup mulut dan dahinya bersamaan dan langsung melompat cepat ke atas jok.

Suasana sekitar gelap, sehingga tak terlihat jelas bahwa Kasdun mengalami pendarahan.

***

“Di mana kejadiannya, sampai kepala Bapak bocor kena paku? Apa Bapak tukang?”

Kasdun jelas saja tidak mungkin jujur menjawab iya karena ia tukang bobol sepeda motor. Jadi ia memilih pura-pura mengerang kesakitan.

“Punya BPJS? Ini harus operasi. Pakunya bisa bikin infeksi tetanus,” ujar perawat puskesmas, menyerah setelah melihat bekas luka dan ujung paku sedikit masuk ke batok kepala.

Kasdun mengaduh, sementara Kusni meski berbadan kekar, tapi sedikit lemot malah seperti orang menahan kencing. Ia cuma bisa menutup mulut dengan telapak tangannya.

“Ada nggak BPJS-nya? Ini harus segera dirujuk ke rumah sakit,” lanjut perawat kemudian.

Kasdun menggeleng. Begitu juga Kusni.

“Jadi, bagaimana?”

“Apa bisa dicabut saja disini?”

“Bisa.”

Kasdun tersenyum.

“Tapi ini bukan bengkel!. Kami tidak mau main-main dengan nyawa orang. Saya bukan dokter, dan ini cuma puskesmas, cuma tersedia gunting dan tang forsep buat cabut gigi.”

Senyum Kasdun langsung lenyap. Gara-gara sepeda motor curian tanpa surat yang di tukang tadah cuma dihargai lima ratus ribuan, sekarang dia harus membayar setidaknya beberapa juta untuk mengeluarkan paku dari kepalanya, belum lagi biaya obat-obatan lainnya. Itulah dosa, karma yang harus ditanggungnya.

Melaporkan kejadian lengkap dengan TKP-nya? Jelas seperti bunuh diri. Itu sama saja membongkar borok, riwayatnya sebagai spesialis pembobol sepeda motor.

Di kampungnya, Kasdun ketua pemuda yang bersih tanpa cemar.

Sementara sekarang, dirinya sendiri baru saja merencanakan pencurian karena sedang ketagihan cimeng-mariyuana.

***

Seorang pasien lain masuk polisi berseragam lengkap tiba-tiba masuk dengan luka di kakinya. Kasdun panik. Kusni apalagi, ia alergi dengan seragam polisi.

Keringat dingin mengucur.

Perawat merasa heran, karena ruangan ber-AC.

"Kalian kenapa?"

Keduanya menggeleng.

Si polisi melihat ke arah mereka. Mereka langsung pucat.

"Kenapa, Mbak, dia?"

"Anu, Mas Polisi Kepalanya, kena paku."

"Paku?"

"Dia tukang?"

"Katanya sih bukan."

"Jadi pakunya dari mana?"

"Entah."

"Tunggu dulu, jangan-jangan"

Polisi itu menatap keduanya dengan saksama.

"Kalian tadi dari mana?"

Mereka diam.

"Ditanya dari mana, diam."

"Anu, Pak, Dusun Jambolaya?"

"Jambolaya? Sebentar."

Polisi itu menelepon, sementara perawat terus merawat lukanya.

“Sam, sepeda motormu hilang?”

“Nggak. Tapi stangnya dirusak orang.”

“Dua orang?”

“Kok tahu?”

“Ini ada pasien di puskesmas. Kepalanya bocor.”

“Mati aku!” teriak Sam panik dari seberang telepon.

“Kamu bisa kena pasal pidana kalau dia sampai mati, Main paku sembarangan!”

Tut... tut... Telepon diputus.

Kusni berkeringat dingin, sementara Kasdun jatuh pingsan. Menunggu ambulans membawanya ke rumah sakit. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Flash
Tabula Rasa
Astromancer
Novel
Shangkara
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Takdir Kehidupan
Diyanti Rita
Skrip Film
Hepta-Hepti Merantau Sebelum Dilayarkan
Halvika Padma
Flash
Aku Bermimpi Memiliki Kekuatan Gatotkaca
winda aprillia
Flash
Sekolah Berdarah
Agung Satriawan
Flash
Di Sebuah Gua
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Bronze
KUMPULAN FLASH FICTION
Citra Rahayu Bening
Flash
Bronze
Twinflame
Ron Nee Soo
Flash
Seminggu Tanpa Listrik
M. Ferdiansyah
Flash
Bronze
Desa Naga Logam
Silvarani
Flash
Bronze
Desa Naga Kayu
Silvarani
Flash
Bronze
Plugeon
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Flash
JANGAN JADI GURU!
Hans Wysiwyg
Flash
ONLY-- Sometime Truth is Cruel
Hans Wysiwyg
Flash
Penyihir Tanpa Mantra
Hans Wysiwyg
Flash
Remember Us This Way
Hans Wysiwyg
Flash
Kafe Diatas Langit
Hans Wysiwyg
Flash
Sedia Aku Sebelum Hujan
Hans Wysiwyg
Flash
Jarak dan Rindu
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg
Flash
Pacar Lima Ratus Langkah
Hans Wysiwyg
Cerpen
Genggam Tangan
Hans Wysiwyg
Flash
Kota Sunyi Di Malam Hari
Hans Wysiwyg
Cerpen
Susah Lupa
Hans Wysiwyg
Flash
Suatu Hari di Toko
Hans Wysiwyg
Cerpen
KANNA
Hans Wysiwyg