Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
After Taste
6
Suka
2,287
Dibaca

“Gimana rasa kopi itu kak?” tanya sang barista kepadaku.

Sambil menyeruputnya aku menjawab, “Pahit seperti hidup ini, hahaha.”

Sang barista itu ikut tertawa mendengarnya. Sambil melakukan kalibrasi pada mesin, dia mengambil gelas kecil berisi gula putih dan sendoknya.

“Ini kak, barangkali butuh untuk mengurangi rasa pahitnya.”

Lalu aku menghargainya, “Oh, oke. Thank you yah.”

“Sama-sama kak,”

Kedai masih pagi, kerjaannya juga belum terlalu sibuk. Mungkin karena gabut, dia bertanya padaku kembali, “Tau enggak kak, kenapa gula putih yang di pilih untuk mengurangi rasa pahit? Kenapa tidak pakai pemanis lainnya?”

Aku tertawa dalam hati, dia benar-benar gabut. Lalu aku menjawabnya. “Mungkin aksesnya mudah di dapat, rasanya juga cocok. Betul?”

“Hm, bisa jadi. Tapi jawabannya kurang deep, butuh sedikit filosofis.”

“Oalah ada filosofinya, apa tuh?” tanyaku balik.

Dia tersenyum dan menjawab, “Gula ditambahkan pada kopi, diaduk, lalu larut dan menghilang. Sebagai pelipur dari rasa pahit, dia mengorbankan wujud padatnya agar kopi mencapai rasa yang harmonis. Artinya saat kita berbuat baik, mungkin wujudnya akan melebur hilang. Bahkan tidak akan ada pujian atau pengakuan yang akan telinga kita dengar. Namun rasa manisnya gula akan terpatri harmonis sampai kopi itu habis.”

Aku termangu mendengarnya. Baru kali ini ada yang mampu menjelaskan makna dari hal kecil yang sering kita anggap tidak penting.

“Hm, menarik juga ya.” kataku.

Lalu dia kembali bicara, “Tapi jangan kebanyakan ya kak. Nanti malah diabetes, hahaha.”

Akupun ikut kembali tertawa dalam relung filosofisnya.~

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Jangan Jatuh Cinta di Titik Amplitudo!
Silvarani
Flash
Bronze
Gadis yang Mati di Atap
verlit ivana
Flash
Beda Luka Beda Rasa
lidia afrianti
Flash
Kelakar Radith
T. Filla
Novel
Antara mesin produksi dan hati yang remuk
Bang Jay
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Flash
Bronze
Industrial Bakurocho Station Monologue
Silvarani
Cerpen
Alam Akan Menemukan Jalannya Untuk Menunjukkan Bahwa Kita Kecil
awod
Cerpen
Bronze
Bukan Pencuri
Titin Widyawati
Flash
Surat Untukmu Dariku
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Terombang di Palembang
Silvarani
Flash
Seri Kerangka Berpikir: Logis Dan Non-Logis
M. Fagih Alhafizh
Flash
Topografi Luka
Wulan Kashi
Novel
Setelah Diam Ada Langkah Baru
Asep Saepuloh
Rekomendasi
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Sungguh
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Cahaya Aksara Dunia Maya
Adam Nazar Yasin
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Senyum Syukur
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin