Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Dunia yang terikat pada jantungku
0
Suka
16,906
Dibaca

To the God Who Watches Quietly

Why, O Watcher of Stars,

is my heart tethered

to a sky that rains smoke and neon lies

so far from the soil of my soul?

God, it hurts.

Why must I cradle the chaos

of a world that never cradled me?

All this time,

I’ve been a flame flickering

in a jar of glass breath

crying drops the wind never dries,

screaming in a language

no ear remembers.

What realm is this,

where silence grows like ivy

over my mouth,

and the roads bleed upward

under my blistered feet?

I was born into a sphere too large for cradles,

and every path I’ve walked

has tilted like a spine without a body.

If I slip from this crumbling ledge,

what hands will rise

through the fog

to catch a falling soul?

If I break,

do I echo

or disappear?

....

Clara tertidur setelah menulis puisi sebagai obat jiwanya.

Ia sedang menata ulang energinya.

Untuk kembali menari pada dunia yang ia bangun megah dengan orang orang yang secara ketat dia pilah pilah.

Orang orang berdecak penuh kekaguman

"Wah dia mandiri ya, cerdas, indah, lembut, tegas, bisa melindungi dirinya sendiri dan menjaga batasan energi dengan tegas, memilah apa yang seharusnya tumbuh pada lingkungannya, memilih apa yang layak didengar, dirasa, dicerna dan disimpan dalam jiwa. Hebat sekali ya...."

Ada pula yang sibuk berpikiran gelap,

"Sombong sekali, bukan siapa siapa tapi berlagak bak intan permata."

Lama suara itu bergantian berbunyi tak henti henti tapi sepanjang suara itu berdiri suara yang dinanti nanti belum juga ia temui.

Yakni suara yang berkata "sesakit apa kecewanya terhadap seluruh bagian dunia sampai dia membangun dunianya sendiri, memisahkan diri dan memilih milih semua hal sampai sejauh dan sedetail ini?"

....

"Clara, sebenernya kamu siapa?"

Ucap orang orang yang selama ini mengenalnya.

Ia hidup menjelma gadis yang ada pada pucuk sari sebuah bunga kesucian.

Terlihat mudah terjangkau tangan tapi ketika kamu ingin memeluknya dia menghilang, ternyata yang kau kenal hanya bayangannya, jiwa aslinya entah ke mana.

Ia menebarkan teka teki yang ketika dirangkai menjadi cermin yang memantulkan siapa yang menemukannya.

Sembari muncul sepercik cahaya sejati yang berkata, "Bagaimana caraku menyembunyikan segala luka yang menganga? Anggun tidak ?"

"Ahh, atau? kau ternyata tidak bisa membaca apa apa?"

"Bagaimana tuan, nyonya, masih mau hanya duduk diam di tempat dan bertepuk tangan?"

Padahal mimpinya itu harapan, bukan panggung opera.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Menghapus Temu
Istri Sah Woo Do Hwan
Novel
Tiba-tiba
Dea Rivani
Novel
Sawang Sinawang
Monita Alvia
Flash
Hujan dan Bunga
Art Fadilah
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Novel
Penjara Suci
Maqbul HS
Novel
Bertahan atau Pergi?
trinihutapeaa
Novel
Lipstik ~Novel~
Herman Siem
Novel
Di Belahan Hati Yang Lain
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Script Film : Al Kahfi Land - Delusi
indra wibawa
Skrip Film
Sinestesia
Husen Mulachela
Flash
Bronze
DENDAM YANG HILANG SEBELUM MATAHARI TENGGELAM
Rahmayanti
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Novel
Anteas
Mela safitri
Rekomendasi
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Novel
Bronze
Putri Cahaya Suci dan Penjaga Agungnya.
Dinda Kusuma Ati
Novel
Bronze
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati
Novel
Bronze
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Novel
Bronze
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati