Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Dunia yang terikat pada jantungku
0
Suka
22,382
Dibaca

To the God Who Watches Quietly

Why, O Watcher of Stars,

is my heart tethered

to a sky that rains smoke and neon lies

so far from the soil of my soul?

God, it hurts.

Why must I cradle the chaos

of a world that never cradled me?

All this time,

I’ve been a flame flickering

in a jar of glass breath

crying drops the wind never dries,

screaming in a language

no ear remembers.

What realm is this,

where silence grows like ivy

over my mouth,

and the roads bleed upward

under my blistered feet?

I was born into a sphere too large for cradles,

and every path I’ve walked

has tilted like a spine without a body.

If I slip from this crumbling ledge,

what hands will rise

through the fog

to catch a falling soul?

If I break,

do I echo

or disappear?

....

Clara tertidur setelah menulis puisi sebagai obat jiwanya.

Ia sedang menata ulang energinya.

Untuk kembali menari pada dunia yang ia bangun megah dengan orang orang yang secara ketat dia pilah pilah.

Orang orang berdecak penuh kekaguman

"Wah dia mandiri ya, cerdas, indah, lembut, tegas, bisa melindungi dirinya sendiri dan menjaga batasan energi dengan tegas, memilah apa yang seharusnya tumbuh pada lingkungannya, memilih apa yang layak didengar, dirasa, dicerna dan disimpan dalam jiwa. Hebat sekali ya...."

Ada pula yang sibuk berpikiran gelap,

"Sombong sekali, bukan siapa siapa tapi berlagak bak intan permata."

Lama suara itu bergantian berbunyi tak henti henti tapi sepanjang suara itu berdiri suara yang dinanti nanti belum juga ia temui.

Yakni suara yang berkata "sesakit apa kecewanya terhadap seluruh bagian dunia sampai dia membangun dunianya sendiri, memisahkan diri dan memilih milih semua hal sampai sejauh dan sedetail ini?"

....

"Clara, sebenernya kamu siapa?"

Ucap orang orang yang selama ini mengenalnya.

Ia hidup menjelma gadis yang ada pada pucuk sari sebuah bunga kesucian.

Terlihat mudah terjangkau tangan tapi ketika kamu ingin memeluknya dia menghilang, ternyata yang kau kenal hanya bayangannya, jiwa aslinya entah ke mana.

Ia menebarkan teka teki yang ketika dirangkai menjadi cermin yang memantulkan siapa yang menemukannya.

Sembari muncul sepercik cahaya sejati yang berkata, "Bagaimana caraku menyembunyikan segala luka yang menganga? Anggun tidak ?"

"Ahh, atau? kau ternyata tidak bisa membaca apa apa?"

"Bagaimana tuan, nyonya, masih mau hanya duduk diam di tempat dan bertepuk tangan?"

Padahal mimpinya itu harapan, bukan panggung opera.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Flash
Mereka yang Menang Setiap Malam
Ahmad Muwafiq Ainul Yaqin
Flash
I'm Fine
iam_light.blue
Flash
Bronze
AYAM JANTAN BERTELUR
G. A. Puspagathy
Flash
Berkomunitas
Berkat Studio
Flash
Bronze
SINIS
Dian N Khan
Flash
Seni Nyaman Dari Gerhana Bulan
Fadel Ramadan
Flash
Bronze
Srigala dan Bangau
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Akhi-akhi Kosan Sebelah
Meilia Ningrum
Novel
Bronze
Keluarga Sederhana
Dwiky Meidian
Novel
Tempus Reverte
White Blossom
Skrip Film
Our Love Story Starts from A Game
fathie razzaq utama
Flash
Bronze
BERBISIK UNTUK BERNAFAS
Yadani Febi
Flash
Pria Tak di Kenal Membawa Kardus
Putri Rafi
Rekomendasi
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Aku
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Gelandangan Muda
Dinda Kusuma Ati
Flash
Gadis Kecil dan Kaca Kristalnya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pengakuan
Dinda Kusuma Ati
Novel
Maya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pulang
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Aporia
Dinda Kusuma Ati
Novel
Putri Cahaya Suci dan Penjaga Agungnya.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Flash
Tralala Delulu
Dinda Kusuma Ati
Flash
A Most Earnest Letter to Those Who Brought Me Forth
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati