Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
5
Suka
16,162
Dibaca

Rokok ketiga sudah padam. Sekarang, yang keempat, baru separuh terbakar. Abunya jatuh di atas pangkuan seperti saksi bisu kebiasaan buruk yang tak bisa ditinggalkan. Tidak ada yang bicara soal perceraian malam ini, namun meja di antara mereka terasa seperti berkas pengadilan yang belum ditandatangani.

Si Perempuan menggenggam cangkir kosong. Dulu dia selalu protes kalau kopinya terlalu manis. Sekarang dia tidak peduli, karena yang dia pegang bukan kopi, melainkan mimpi buruk yang tak tahu harus disimpan di mana.

Malam tidak sedang membahas rokok dan kopi pahit. Malam hanya datang mengingatkan, ada hal-hal yang bahkan Tuhan pun malas selesaikan. Barangkali Tuhan pun lelah.

Si Laki-laki tidak ingat siapa yang lebih dulu menyerah. Mungkin cinta memang bukan badai yang berakhir dengan tangisan, hanya dengan diam yang abadi.

“Sudah tujuh tahun,” katanya. Tidak menatap siapa-siapa.

Si Perempuan mengangguk. Ia bisa saja mengoreksi bahwa sebenarnya baru enam tahun delapan bulan, tapi buat apa?

“Kalau cinta itu mahluk,” katanya, “Kau sudah membunuhnya berkali-kali.”

Si Laki-laki tertawa. Tak ada yang lucu. Ia hanya sudah terlalu lelah menghadapi keseriusan.

“Kalau aku pergi malam ini…” Si Perempuan membuka suara, lalu berhenti. “Kamu akan baik-baik saja?”

Si Laki-laki mengangkat bahu. “Entah. Cinta sekarang lebih terlihat seperti burung yang lupa caranya pulang.”

Si Perempuan berdiri. Tangannya gemetar. Ia mengambil jaket, tas penuh pakaian, dan semua yang tak bisa ditinggalkan oleh siapa pun yang pernah mencoba bertahan terlalu lama.

Di luar, malam mengendap seperti air bocor di dapur. Dingin, basah, dan sulit dijelaskan kenapa rasanya bisa sampai ke dada.

“Pergilah, cinta,” Si Laki-laki berkata. “Pergilah! Hari sudah malam. Ibumu memanggil menyuruhmu tidur.”

Pintu tertutup tanpa bunyi.

Di ruangan, hanya sisa asap dan dua cangkir kosong yang kini tidak akan pernah bertegur sapa, lagi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
Go Where Your Heart Takes You
Noura Publishing
Novel
Gold
Stephanie The Baker
Mizan Publishing
Novel
Alcoholic Maeve
budidanasariputra
Novel
NOTHING
I | N
Novel
Perempuan Rantau
Kikiiut
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
Bronze
Dia Tentang Cinta
febriani nuraizah
Novel
Bronze
Secret Self
Tiffany Gouw
Novel
Pacar Ku Malin Kundang
medy deka pratama
Novel
Bronze
I am Watching You
Wuri
Novel
Sekilas Romansa
CHAIRUNNISA NASUTION
Novel
Pacar Sewaan
Daca Dacita
Novel
Gravitasi Cinta
Rosna Deli
Novel
Bronze
Meninggal Usai Talak
Jasmine23Pramestia
Novel
Bronze
Sulur Waktu
Foggy FF
Rekomendasi
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra
Flash
MANGKAT
IGN Indra
Cerpen
LANGIT YANG TAK PERNAH SAMA
IGN Indra
Novel
SENI PERANG RUMAH TANGGA
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra
Cerpen
SISA CINTA DITELAN FAJAR
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Cerpen
SEPERTI SALJU BULAN APRIL
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra