Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
5
Suka
17,671
Dibaca

Rokok ketiga sudah padam. Sekarang, yang keempat, baru separuh terbakar. Abunya jatuh di atas pangkuan seperti saksi bisu kebiasaan buruk yang tak bisa ditinggalkan. Tidak ada yang bicara soal perceraian malam ini, namun meja di antara mereka terasa seperti berkas pengadilan yang belum ditandatangani.

Si Perempuan menggenggam cangkir kosong. Dulu dia selalu protes kalau kopinya terlalu manis. Sekarang dia tidak peduli, karena yang dia pegang bukan kopi, melainkan mimpi buruk yang tak tahu harus disimpan di mana.

Malam tidak sedang membahas rokok dan kopi pahit. Malam hanya datang mengingatkan, ada hal-hal yang bahkan Tuhan pun malas selesaikan. Barangkali Tuhan pun lelah.

Si Laki-laki tidak ingat siapa yang lebih dulu menyerah. Mungkin cinta memang bukan badai yang berakhir dengan tangisan, hanya dengan diam yang abadi.

“Sudah tujuh tahun,” katanya. Tidak menatap siapa-siapa.

Si Perempuan mengangguk. Ia bisa saja mengoreksi bahwa sebenarnya baru enam tahun delapan bulan, tapi buat apa?

“Kalau cinta itu mahluk,” katanya, “Kau sudah membunuhnya berkali-kali.”

Si Laki-laki tertawa. Tak ada yang lucu. Ia hanya sudah terlalu lelah menghadapi keseriusan.

“Kalau aku pergi malam ini…” Si Perempuan membuka suara, lalu berhenti. “Kamu akan baik-baik saja?”

Si Laki-laki mengangkat bahu. “Entah. Cinta sekarang lebih terlihat seperti burung yang lupa caranya pulang.”

Si Perempuan berdiri. Tangannya gemetar. Ia mengambil jaket, tas penuh pakaian, dan semua yang tak bisa ditinggalkan oleh siapa pun yang pernah mencoba bertahan terlalu lama.

Di luar, malam mengendap seperti air bocor di dapur. Dingin, basah, dan sulit dijelaskan kenapa rasanya bisa sampai ke dada.

“Pergilah, cinta,” Si Laki-laki berkata. “Pergilah! Hari sudah malam. Ibumu memanggil menyuruhmu tidur.”

Pintu tertutup tanpa bunyi.

Di ruangan, hanya sisa asap dan dua cangkir kosong yang kini tidak akan pernah bertegur sapa, lagi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Flash
Bronze
Rou dan Pipin di Ujung Hari
Inggita Hardaningtyas
Flash
Bronze
Pangeran di Bus Kota
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
Mr. Melancholic dan Subscriber-nya
Lady Mia Hasneni
Skrip Film
Yang tertinggal, rasa, cinta, di masa depan
Maina Zegelman
Flash
Bronze
Cincin di laci sebelah
Okhie vellino erianto
Novel
Perjalanan Ranum
Faiqotun Nafiah
Novel
Bronze
Rupiah Untuk Agus
Bond Monosta
Novel
Bronze
Pengantin Kecil Tuan Xavier
karlina wastuni novia
Flash
Bronze
Diajar Fajar
Silvarani
Flash
Bronze
Anak Perempuan Ayah
Siti Soleha
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Novel
Fatamorgana Cinta si Zein
Gusty Triyanto
Novel
나비 (Na-Bi)
alyaandita
Novel
Lie
Siti Nurenny
Rekomendasi
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra
Novel
32 DETIK
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra
Cerpen
OTAK WARISAN
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra
Flash
REBUSAN KOSONG
IGN Indra
Flash
MANGKAT
IGN Indra
Cerpen
WARISAN KETIGA
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Cerpen
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
CINTA TAK PERNAH SAMPAI
IGN Indra