Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
5
Suka
19,265
Dibaca

Rokok ketiga sudah padam. Sekarang, yang keempat, baru separuh terbakar. Abunya jatuh di atas pangkuan seperti saksi bisu kebiasaan buruk yang tak bisa ditinggalkan. Tidak ada yang bicara soal perceraian malam ini, namun meja di antara mereka terasa seperti berkas pengadilan yang belum ditandatangani.

Si Perempuan menggenggam cangkir kosong. Dulu dia selalu protes kalau kopinya terlalu manis. Sekarang dia tidak peduli, karena yang dia pegang bukan kopi, melainkan mimpi buruk yang tak tahu harus disimpan di mana.

Malam tidak sedang membahas rokok dan kopi pahit. Malam hanya datang mengingatkan, ada hal-hal yang bahkan Tuhan pun malas selesaikan. Barangkali Tuhan pun lelah.

Si Laki-laki tidak ingat siapa yang lebih dulu menyerah. Mungkin cinta memang bukan badai yang berakhir dengan tangisan, hanya dengan diam yang abadi.

“Sudah tujuh tahun,” katanya. Tidak menatap siapa-siapa.

Si Perempuan mengangguk. Ia bisa saja mengoreksi bahwa sebenarnya baru enam tahun delapan bulan, tapi buat apa?

“Kalau cinta itu mahluk,” katanya, “Kau sudah membunuhnya berkali-kali.”

Si Laki-laki tertawa. Tak ada yang lucu. Ia hanya sudah terlalu lelah menghadapi keseriusan.

“Kalau aku pergi malam ini…” Si Perempuan membuka suara, lalu berhenti. “Kamu akan baik-baik saja?”

Si Laki-laki mengangkat bahu. “Entah. Cinta sekarang lebih terlihat seperti burung yang lupa caranya pulang.”

Si Perempuan berdiri. Tangannya gemetar. Ia mengambil jaket, tas penuh pakaian, dan semua yang tak bisa ditinggalkan oleh siapa pun yang pernah mencoba bertahan terlalu lama.

Di luar, malam mengendap seperti air bocor di dapur. Dingin, basah, dan sulit dijelaskan kenapa rasanya bisa sampai ke dada.

“Pergilah, cinta,” Si Laki-laki berkata. “Pergilah! Hari sudah malam. Ibumu memanggil menyuruhmu tidur.”

Pintu tertutup tanpa bunyi.

Di ruangan, hanya sisa asap dan dua cangkir kosong yang kini tidak akan pernah bertegur sapa, lagi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Handsome and The Beast
Zaira Diva Adissa
Novel
Orbit di Balik Gerhana
Suci Mulyati
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Skrip Film
RUMMAH TANGGA
DI UJUNG PENA
Cerpen
Bronze
Tinta Hijauku di Rumah Biru Itu
dian wahyuni
Novel
Bronze
Di Balik Satir Cinta
Imajinasiku
Skrip Film
Ambang
Dessy Oktavia
Novel
Glass Bead
Natalia Novena Mandala Putri
Novel
Bukan Cuma Hujan, Langit Pun Menghujam Malam Ini
Annisa Adinda
Skrip Film
Buku Catatan Papa (Script)
Jaydee
Skrip Film
ANAK PUNGUT
Onet Adithia Rizlan
Flash
Pahitnya lidah mertua, manis kasih sayangnya
tita agnesti
Cerpen
Bronze
Semoga Hidup Kita Terus Begini-begini Saja
Ari S. Effendy
Cerpen
Bronze
Damai Yang Pergi
Marniati
Novel
Gold
Lady Susan
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Cinta Pergilah, Hari Sudah Malam
IGN Indra
Flash
HATI YANG TAK PULANG
IGN Indra
Cerpen
LEIL FATTAYA
IGN Indra
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Novel
LANGIT KEDUA
IGN Indra
Novel
SUMMA CUM BLOOD
IGN Indra
Flash
REBUSAN KOSONG
IGN Indra
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Flash
HUJAN DI BALKON SEBELAH
IGN Indra
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Novel
32 HAL TENTANG KAMU
IGN Indra
Flash
MANGKAT
IGN Indra
Cerpen
Bronze
TRAM TO 2037
IGN Indra
Novel
THE TOXIC ASSET
IGN Indra