Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Pemilu Tak Kasat Mata
1
Suka
6,807
Dibaca

Orang orang apakah sadar akan pemilihan umum tak kasat mata?

Setiap orang menjual dan berusaha mewarnai dunia sebagaimana jiwa mereka.

Mereka mengusahakan perputaran tata kelola kehidupan sesuai keadaan menang kalah di dalam jiwanya.

Semuanya berkampanye, entah secara sadar atau tidak, entah secara penuh perhitungan atau mengikuti ego semata, entah secara sembunyi sembunyi atau terang terangan.

Dan semuanya juga punya tekad juga strategi yang dipikirkan.

Baik si bijaksana maupun si culas, si pelit dan si naif, si baik dan si jahat.

Semuanya sama, mereka berkampanye untuk pemilihan umum tak kasat mata.

Semuanya berusaha saling mempengaruhi satu sama lain demi mendominasi putaran arus kehidupan.

Mengapa??

Karena si jahat tidak akan bisa hidup tenang di dunia yang penuh kebaikan.

Karena si baik tidak pernah bisa tersenyum di dunia penuh kejahatan dan keburukan.

Karena si naif tidak akan merasa dimengerti di dunia penuh logika.

Karena si penuh logika tidak bisa mengasah bakat kecerdasannya di dunia penuh penerimaan yang stagnan.

Pun si cerdas dan hebat harus menelan getir penolakan dari orang orang bodoh yang tidak pernah bisa menjangkau akalnya.

Pun si penuh bakat akan merasa terasing di dunia yang penuh dengan orang orang yang lebih memilih menjadi pecundang dan mengasah akal akalan saja.

Begitupun si bodoh dan lemah itu akan merasa terancam pada getaran getaran yang dibawa oleh para revolusioner zaman.

Dan karena serta berbagai musabab di setiap sisi lainnya.

Yang berjalan karena dorongan yang sama.

"Hanya ingin bisa hidup sesuai jiwanya."

Maka semuanya sama, sama sama melakukan perang. Kadang menumpahkan kebijaksanaan, kadang menumpahkan penerimaan dan tak jarang malah menumpahkan darah.

Maka semuanya sama, ingin berjuang agar bisa hidup dengan tenang saja.

Itulah sebenarnya hakikat hidup di dunia yang peta arahnya terkadang masih kabur dan hakikat para manusia.

Maka siapakah yang harus menang?

Maka siapakah yang seharusnya takut?

Maka siapakah yang seharusnya berani?

Maka siapakah yang seharusnya teguh berjalan berjalan bersama Sang Pemilik Bumi?

Maka siapakah yang seharusnya keras kepala tak mau mengalah sebelum menang dalam genggamannya berkobar lagi?

Maka siapakah yang harus berbenah dan mengalah? Apakah yang tinggi kebijaksanaannya atau yang tinggi dorongan binatang liar jiwanya?

Maka siapakah yang layak diberikan kemenangan?

Maka siapa, siapa yang layak nilai hidup dan cermin jiwanya diteguhkan sebagai cahaya dunia?

Maka tanyakan saja pada senua manusia di ujung peradaban.

Kira kira apa yang akan mereka putuskan? Apakah zaman akan ditarik maju menuju ilmu tinggi dan kebijaksanaan suci? Atau kehancuran total pada apa yang sudah para leluhurnya bangun ratusan zaman?

Sungguh tanyakan pada para umat di ujung peradaban, apakah yang mereka pilih dan putuskan untuk ditegakkan.

Maka suara terbanyak akan jadi pemenangnya sekaligus menjadi cara dunia berputar.

Entah kebaikan suci yang bersumber dari hati jernih dan pikiran yang tajam menganalisis kebijaksanaan. Sehingga kemakmuran dan ketenangan bisa memeluk siapa saja.

Atau....

Keburukan yang bersumber dari kebodohan dan ketidakberdayaan atau kelemahan sehingga binatang liar jiwa malah menjadikan pemilik raga serta sistem kehidupan menjadi gembalanya.

Entah, entahlah.

Tanyakan saja pada para manusia di ujung peradaban.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Flash
Tim Penyelamat
karyasmpitinsankamil
Flash
Fearless
awod
Novel
Kisah Para Penyamun dan Tujuh Pemberani
Dirman Rohani
Cerpen
Protokol Terakhir
Penulis N
Novel
Tomasz, pemburu kuda besi
Adi Windardi
Flash
Bronze
JIKA BOTOL BISA BERPENDAPAT...
Shabrina Farha Nisa
Flash
Kota Sunyi Di Malam Hari
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
A Brief History of a Cadaver
DMRamdhan
Flash
Bronze
Desa Naga Logam
Silvarani
Cerpen
Bronze
Bungkamnya Kebenaran
Toni Al-Munawwar
Novel
Bronze
Limerence
Kennie Re
Flash
Bronze
World War Samurai
Silvarani
Novel
BUKAN CERITA CINDERELLA
memia
Skrip Film
Titik Gelap
Amir Kusuma Wardhana
Rekomendasi
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Novel
Maya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pulang
Dinda Kusuma Ati
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Blasfemi
Dinda Kusuma Ati
Flash
Aporia
Dinda Kusuma Ati