Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
When the Falcon One Steps Back
3
Suka
21,070
Dibaca

Di salah satu ruang kumpul di bengkel motor tua yang sudah jadi markas klub motor Borvhaz Brotherhood 1903, angin sore membawa aroma oli dan semangat kebersamaan.

Hari itu, diskusi tentang acara touring besar-besaran kembali bergulir.

Falcon, anggota yang paling vokal, paling semangat, dan paling sering berteriak “GASSS POL!” kembali berdiri di tengah kerumunan.

Dengan wajah berseri dan tangan mengepal, dia menyemangati semua orang, “Touring ke Pesisir Selatan Arvena! Jalur lintas selatan dan tikungan panjang, cocok buat kita! Gasss pol, Brooo!!”

Beberapa tertawa, beberapa langsung cek kalender. Grup chat klub ramai dengan stiker motor dan video jalan berkelok.

Namun saat hari H datang, Falcon tidak tampak.

“Dia mana?” gumam salah satu anggota bertato naga sambil mengecek ulang daftar kehadiran.

“Katanya gasss pol… pol apaan, polesan doang kali,” sindir anggota ber-helm putih sambil tertawa kecil.

“Cuma omdo tuh Falcon,” tambah si jaket kulit.

Falcon yang dijulidin itu hanya mengirim pesan singkat di grup:

“Maaf nggak bisa ikut. Semoga perjalanan lancar. Hati-hati di jalan.”

Tidak ada penjelasan. Mereka tidak tahu, Falcon hari itu harus mendampingi seorang teman dari luar kota yang sedang mencari tempat kost untuk putrinya yang akan kuliah di kotanya.

✳✳

Beberapa minggu kemudian, rencana touring kedua muncul. Namun Falcon tidak berkata apa-apa. Tak ada “gasss pol”, tak ada semangat menggelegar, tak ada yang mengingatkan untuk servis motor atau bawa jas hujan cadangan.

Ia hanya datang, duduk, dan mendengarkan.

Hari H tiba. Peserta sepi, Falcon pun tak nampak.

Hanya beberapa motor berjajar. Tidak ada antusiasme seperti sebelumnya.

Cuaca mendadak buruk. Dua motor mogok di tengah jalan.

Jalur yang dipilih ternyata sedang diperbaiki. Beberapa bahkan bertengkar kecil karena salah komunikasi.

Di tempat tujuan, tidak mendapatkan makanan yang cukup, angggota kelaparan.

Di tengah semua kekacauan itu, salah satu anggota terdiam di pinggir jalan, pandangannya kosong ke aspal basah.

“Gila… waktu Falcon teriak-teriak penuh semangat, terus nggak ikut, kita nyinyir. Sekarang dia diam aja, touring malah kayak gini…” gumamnya.

Yang lain hanya mengangguk pelan. Mereka mulai mengerti, bahwa kadang, semangat seseorang bukan hanya soal kehadiran fisik, tapi juga niat tulus yang diam-diam menopang semua.

 

-Tamat-

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Mengabdi Dengan Hati, Mengajar Dengan Arti
Puspa Artheria
Flash
Tangga menuju surga
Ika nurpitasari
Flash
When the Falcon One Steps Back
Lora Arkansas
Novel
INITIAL
Rein
Novel
JENDELA KACA
Meria Agustiana
Novel
Rumah di Ujung Jalan
Angelia Claresta
Skrip Film
Sapaan Rindu
Bias Divhanka
Cerpen
PANGAYUH
Ayu S Sarah
Cerpen
Setia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
ALENA NONA BELANDA
Rayasa Kherta
Novel
Bronze
Dosen Misterius Buronan Mahasiswa
Bond Monosta
Novel
Kalut
Abe Ruhsam
Flash
Bronze
Cerita-Cerita Bis Ibukota
Silvarani
Cerpen
Upgrade Ibadah
pena aksara
Novel
Putri
Cinta Bercerita
Rekomendasi
Flash
When the Falcon One Steps Back
Lora Arkansas
Flash
Bronze
Bakekok!!
Lora Arkansas
Flash
Pelan Tapi Party
Lora Arkansas
Flash
Bronze
KJM
Lora Arkansas
Flash
Wacana Tanpa Akhir
Lora Arkansas
Cerpen
Bronze
Doa di sebuah Kampus
Lora Arkansas