Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Mengejar Pesawat Pembawa Uang
14
Suka
22,524
Dibaca

“Ke sawah … Sawah Pak Suroyo,” teriak Fahri. Lalu ia segera membuang gulungan senar ke sembarang arah.

“Fahri …,” teriak Toni. “Tunggu!”

Fahri tak peduli dengan panggilan Toni. Ia berlari menjauhi lapangan. Menerobos rumput gajah setinggi dadanya. “Di sana! Ayo buruan!” Fahri menoleh ke arah Toni sembari mengayunkan kedua tangannya ke atas.

Toni dengan napas tersenggal-senggal berusaha mengejar Fahri.

“Makanya makanmu jangan banyak-banyak,” sahut Fahri dari kejauhan. “Ini keberuntungan kita, dapat layang-layang besar. Sebelum mereka sampai dulu,” tambahnya.

Samar-samar terdengar, “Di sana. Ayo buruan!”

Fahri mempercepat gerakannya.

Tiba-tiba ….

“AW …,” teriak Fahri. Ia mencoba melihat tumitnya. Darah terlihat mengalir dari sana. Dia duduk di galengan sawah sembari menekan tumitnya yang terluka. Ia membuka semak-semak. Terlihat ada bekas darah pada ujung runcing sisa batang rumput gajah. “Hem …,” gumam Fahri. Tangannya mengambil air dari pematang sawah, lalu mengusap darah yang keluar dari tumitnya.

“Kenapa?” tanya Toni yang sudah ada di belakangnya.

“Ini kakiku nginjak sesuatu,” jawab Fahri.

“Wah, berdarah. Kamu gak pakai sandal sih!”

Fahri berdiri. “Sudah, ayo cepat!” dia berusaha berjalan dengan kaki yang berjinjit.

“Mau aku gendong?” canda Toni.

“Mau …,” jawab Fahri.

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

Dari kejauhan terdengar suara, “Yey. Kita dapat!”

Fahri menoleh ke arah Toni, “Kamu harus mengecilkan perutmu besok!”

Toni diam melihat tim lawan memegang layang-layang berbentuk pesawat sembari berlari penuh kebahagiaan.

Beberapa detik kemudian.

NGEEENG ... NGEEENG ….

“Ada pesawat,” ucap Toni.

“Itu adalah target kita selanjutnya!”

“Hah?” bibir Toni membentuk huruf O—melongo.

“AYO KITA KEJAR!” teriak Fahri. Ia berlari berjinjit dan berteriak, “PAK … LEMPARKAN UANGNYA! KAMI AKAN MENANGKAPNYA!”

Toni ikut berteriak, “HOI, LEMPARKAN UANGNYA. KAMI AKAN MENGAMBILNYA!”

“HAHA,” mereka tertawa terbahak-bahak sembari berlari mengejar pesawat yang mulai hilang dari pandangan mata. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Mengejar Pesawat Pembawa Uang
Sena N. A.
Cerpen
Pahlawan dengan Manisan
zain zuha
Cerpen
Bronze
RAFA & DYNO SI BRONTOSAURUS
Yuanita Novita Sari
Flash
Two Killers
Noer Eka
Cerpen
Last Sunday
Varenyni
Novel
Bayu Tara
Liliyuliu
Flash
Introvert, ekstrovert, dan ambivert
Nimilsy Butterfly
Skrip Film
Akhir Cerita Riki
Maldalias
Flash
War Kingdoms
Rexa Strudel
Novel
Bronze
Obituari Sang Mafia
Galih Aditya
Novel
Gold
The Young Elites
Mizan Publishing
Novel
Bronze
The Doomsday
Rama Sudeta A
Flash
The Scion
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Bronze
Cerita cinta santri PN
Irtafiul ulya
Cerpen
Bronze
Lelaki dari Teluk Kelayan
Agus Puguh Santosa
Rekomendasi
Flash
Mengejar Pesawat Pembawa Uang
Sena N. A.
Novel
Satu Lustrum Bercerita
Sena N. A.
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Flash
Mimpi Kita
Sena N. A.
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Novel
Bronze
Gerbang Ke Empat
Sena N. A.
Flash
Salah Sambung
Sena N. A.
Flash
Jangan Makan Pisang Itu! Pamali!
Sena N. A.
Flash
Brownies (O)Rasa Bayar
Sena N. A.
Flash
Jam Tangan
Sena N. A.
Novel
Bronze
Dawuh
Sena N. A.
Flash
Yang Tak Nyata
Sena N. A.
Flash
Kapan Aku Bangun?
Sena N. A.
Flash
Lelaki dengan Sepatu Jebolnya
Sena N. A.
Flash
Di Sebuah Hutan
Sena N. A.