Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Muak
0
Suka
24,072
Dibaca

"Kau yakin? Ini akan benar benar jadi yang terakhir kalinya?"

Aira mengangguk. "Dia berjanji. Ini akan benar benar jadi yang terakhir kali"

"Janji?! Yang terakhir kali lagi? Tapi terakhir kali juga janji. Tapi terjadi lagi. Lantas?" Dans membuang napas kasar. Diusaknya rambut itu frustasi. "Aku hanya tidak habis pikir! Kenapa pria brengsek itu harus bersanding denganmu."

Aira menundukkan kepala lemah. "Tapi dia sudah berjanji, Dans."

"Membual!" Dans menggeretak marah. "Aku muak, Aira! Kau terlalu bodoh. Karena membiarkan dirimu terluka dengan kesalahan yang sama, dan terus berulang."

Aira melepas tangisnya. Bulir air mata itu jatuh bersama suara tangisan yang pelan dan dalam diam. Aira sudah cukup tahu bahwa kesalahan yang sama tidak dapat ia percayai, sebab yang lalu pun telah teringkari. 

Aira memilih mempertahankan pria Desember itu agar selalu disisinya. Walau kedaaan tersiksa siksa dengan perasaan yang terus terulang disakitinya.

Dulu Joshua mengutarakan bahwa sayangnya sedalam lautan pada Aira. Tapi kini, Aira merasa perasaan itu hanya sebatas air pantai yang menyapa mata kakinya. 

Jika Dans muak, bagaimana dirinya? Iya, ini memuakkan. Aira setuju dengan apa yang Dans katakan. Perasaan yang dulu mengebu ngebu kian surut sepertti air surut laut di waktu senja.

"Mau sampai kapan." Dans bertanya dengan suara lemah. Ia terduduk bersimpuh di hadapan Aira yang duduk di atas kursi meja belajarnya. Keduanya adalah sahabat kecil. Dans telah menjadi seorang kakak bagi Aira. Walau keduanya berada di satu tahun yang sama. Dans memperlakukannya sedikit lembut.

"Berjanjilah padaku." Suara itu membawa kepala Aira mendongak. "Aku harap, kesempatan ini benar benar jadi yang terakhir kali kau memberi jalan untuk pembuktian cinta Heeseung padamu, Aira." Dans menyodorkan beberapa lembar tisu untuk menyeka air matanya. Tangan kekar itu membelai puncak kepala Aira berulang. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Orca and The Flower Ice
Adinda Amalia
Flash
Muak
sheambisius
Novel
Bronze
Lynn
Onet Adithia Rizlan
Novel
Senja yang Tak Benar-Benar Pergi
Arzam Perdana Lubis
Skrip Film
Me Love Me
Romaliah
Flash
Penggali Kubur
Writer In Box
Cerpen
Surat dari Penggemar
Heinrich Wilhelm Franz Schantzfeuer
Novel
My Amnesia
Nela Vitriani
Novel
Bronze
Robot
Rama Sudeta A
Novel
Memeluk Bapak
Daruz Armedian
Novel
Bronze
Rahasia Istri Yang Disakiti
velqiane
Komik
Bronze
Check Me Doctor
m00nsu
Flash
Keluhan Sena
Nisa
Flash
Bronze
Azizi dan Lulu
Rere Valencia
Novel
Parents-parents Rivalry
Ayuning Dian
Rekomendasi
Flash
Muak
sheambisius
Flash
Ilomilo
sheambisius
Novel
Black Owl
sheambisius
Novel
Diary Berdarah
sheambisius