Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Aku Lihat Surga di Mata Ibu
9
Suka
18,359
Dibaca

Waktu kecil, aku sering bertanya kenapa rumah kami sepi. Kenapa tak ada suara laki-laki yang memanggil dari ruang tamu. Kenapa hanya aku dan Ibu yang duduk di meja makan.

Tapi Ibu selalu menjawab, "Karena Allah tahu, kita saling cukup."

Dulu aku tak paham. Tapi kini, ketika aku tumbuh, aku mulai mengerti arti kesunyian yang penuh cinta.

Ibu tidak pernah berkata buruk tentang siapa pun. Bahkan tentang orang yang memilih pergi. Dia hanya bilang, "Setiap orang punya takdir. Tugas kita tetap menjadi orang baik, meski pernah disakiti."

Aku sering melihat Ibu tertidur di sajadah. Mukanya lelah, tapi damai. Ada air mata yang mengering di pipi, namun senyumnya tetap ada saat membangunkanku untuk sekolah.

Dulu aku kira, Ibu itu lemah. Tapi sekarang aku tahu, Dialah wanita paling kuat yang pernah kutemui.

Bukan karena tak pernah menangis, tapi karena tetap berdiri ... meski dunia kadang terlalu berat.

Dan malam ini, sebelum tidur, aku membisikkan satu doa, "Ya Allah ... bahagiakanlah Ibuku, seperti ia membahagiakanku. Bahkan ketika ia sendiri terluka."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
CEO KU,SUAMIKU
ALDITASDING ALDITA02
Flash
Aku Lihat Surga di Mata Ibu
Putri Rafi
Novel
Bronze
Rain (Painful)
Rain
Flash
Bronze
Salwa
Herman Siem
Flash
Bronze
Kapan Nikah : Flash Fiction Spesial Lebaran
Silvarani
Komik
Hello, Someday!
Gemi
Flash
Yang Dibunuh Dunia
Atsuka D
Flash
Bacot!
Atsuka D
Flash
Kue Ulang Tahun Istriku
Deden Darmawan
Flash
Bronze
Rindu Yang Tak Terlihat
Herman Siem
Novel
Boarding story
Husnul khatima
Novel
Jawaban dari Langit
Budi Utomo
Novel
Bronze
H S R
Hitam dan Biru
Flash
Bronze
Daun Kelor
Choirunisa Ismia
Flash
Hal-hal yang tidak boleh dipertanyakan
AlifatulM
Rekomendasi
Flash
Aku Lihat Surga di Mata Ibu
Putri Rafi
Skrip Film
Hilangnya Juru Masak Bebek Peking
Putri Rafi
Flash
Bronze
Sekejap Senja, Selamanya Rasa.
Putri Rafi
Flash
Bronze
Genggaman Tangan Aruna
Putri Rafi
Flash
Bronze
Antara Jeda Titik Koma dan Tanda Seru
Putri Rafi
Flash
Koin Odong-odong
Putri Rafi
Novel
Si Kecil di Dalam Diriku
Putri Rafi
Flash
Bronze
Langit Kita, Langkah Kita
Putri Rafi
Flash
Bronze
Gara-Gara PR sekolah
Putri Rafi
Flash
Bayang Pengkhianat
Putri Rafi
Flash
Bronze
Pria Tak di Kenal Membawa Kardus
Putri Rafi
Flash
Bronze
Mobil Lampu Merah
Putri Rafi
Novel
1 Jejak Rasa
Putri Rafi
Flash
Bronze
Kala Hujan
Putri Rafi
Cerpen
Sekolah Orang Dalam
Putri Rafi