Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ke Manakah Harapan?
5
Suka
19,257
Dibaca

Kata orang-orang:

“Jangan sedih.”

“Gak usah dipikirin.”

“Gak usah dibawa perasaan.”

“Kurang ibadah doang kali.”

Fuck. Bila semua hanya tentang kurang ibadah, tahukah kalian apa yang kukatakan pada Tuhan setiap kali selesai beribadah? 

Tuhan, aku ingin hanya ingin dapat merasakan kebahagiaan kembali.

Aku tak pernah meminta hal-hal yang lebih. Masa bodoh dengan keluarga sempurna yang kata orang adalah keluarga cemara. Masa bodoh dengan pasangan yang kata orang adalah best couple atau husbandable.

Masa bodoh.

Masa bodoh.

Aku tak memaksa itu semua. Aku tak peduli apa pun itu, bahkan kebahagiaan dari kasih sayang seekor kucing kecil sekali pun. Tak masalah. Aku hanya ingin bisa merasakannya kembali.

Aku benci kehampaan ini.

Aku benci kehidupanku yang menghilang.

Aku benci… segalanya yang direbut dariku.

Satu makanan pun, bahkan yang dahulu paling kugemari, kini tak ada rasanya. Aku tak bisa menulis. Perasaanku, bahan bakar untuk merangkai kata-kata, habis entah ke mana. Pekerjaanku terabaikan. Lagu-lagu tak ada isinya. Permainan di gawai yang dahulu sangat kugemari, tak ada lagi artinya.

Tuhan, aku hanya ingin hidup.

Tuhan, bila kau memanggilku sekarang pun, aku tak masalah.

Setiap hari tak ada selain: menjalankan apa yang perlu dijalankan. Meski tak terasa sama sekali. Meski sesungguhnya aku hanya menanti kapan semua berakhir sekalian.

“Siapa?”

Katanya, setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Terkadang, semesta meminjamkan seseorang kepadamu pada momen-momen tertentu.

Dia tersenyum.

Dan entah sejak kapan. Kuas telah ditarik, melengkung dan tinggi, mengisi bagian-bagian yang kosong. Seperti warna pertama pada kertas hitam putih.

Orang yang unik. Di dunia yang hampa dan tak ada rasanya, melihat seseorang yang begitu ramai dan bersinar seperti cat air yang isinya penuh hingga jatuh ke lantai, terasa bagai mimpi.

Sampai mimpi itu terbawa hingga kenyataan.

Cat airnya memenuhi kanvas.

Sepenuhnya.

Tanpa kusadari, tawa kami yang semula selalu bermula darinya, kini aku bahwa dapat memulai candaan untuk kami tergelak bersama. Dia membawa serta seluruhnya dariku, yang semula hanya tersenyum, kembali bersinar. Sinar yang bahkan lebih terang dari ribuan cat air itu.

Katanya, “Aku punya banyak warna. Kalau milikmu habis, katakanlah, aku akan melukis dengan kuas yang baru!”

“Tentu!”

Dan senyuman paling tulus yang bahkan aku tak percaya bisa muncul di wajahnya, menjadi akhir paling tragis.

Kanvasnya selalu terlalu cepat kehilangan warna.

“Hentikan. Aku tak mau lagi.”

Oh, semesta.

Bahkan bukan aku yang meminta sebuah kanvas yang kosong. Aku tak pernah menginginkannya. Aku tak pernah berharap demikian. Doa-doa yang pernah melintas menyaksikan semuanya, mereka tahu.

Jadi, begitukah?

Kanvasnya kosong lagi.

Hei… kanvasnya sekarang jatuh.

Pecah.

Luntur.

Oh, semesta, mengapa?

Masanya… telah habis, ya?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
BENANG TAKDIR
Ira A. Margireta
Novel
Bronze
Muara Rindu
penamaliafara
Skrip Film
Munajah Cinta (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Skrip Film
Seperti Rasi Bintang
Cantika Nova
Flash
Bronze
Anak Pak Kiai
Abdi Husairi Nasution
Flash
Ke Manakah Harapan?
Adinda Amalia
Cerpen
MUSIM PANAS YANG PANJANG
Rian Widagdo
Novel
La Douleur Exquise
Afiska Dila Ananda
Novel
Bronze
Cut Off
Dewi Fortuna
Komik
JE"TIME
Tashannie abigail loekman
Skrip Film
Beauty And The Boss
Herlan Herdiana
Skrip Film
UP & DOWN
Geanita Nurfika
Flash
Terikat Oleh Waktu
Anisah Ani06
Novel
Bronze
Renjana pada Bahagia
Shaalila
Novel
Carla's Last Mission
Tanya Fransisca
Rekomendasi
Flash
Ke Manakah Harapan?
Adinda Amalia
Cerpen
One Time Whisper
Adinda Amalia
Novel
Eternal Sanctuary: The Marionette
Adinda Amalia
Cerpen
Re-decade
Adinda Amalia
Cerpen
Anak Siapa Ini?
Adinda Amalia
Cerpen
Wonder Blossom
Adinda Amalia
Cerpen
Avocado Party
Adinda Amalia
Cerpen
Firefly: A Fairy Tale
Adinda Amalia
Cerpen
Delution Memories
Adinda Amalia
Novel
13 Bagian yang Hilang
Adinda Amalia
Novel
Sinkronisasi Jiwa
Adinda Amalia
Cerpen
Adalah Suatu Kehormatan
Adinda Amalia
Novel
X Class 007
Adinda Amalia
Cerpen
Restate
Adinda Amalia
Flash
Rombongan Teater "Dramatika"
Adinda Amalia