Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ibu Rumah Tangga, Superhero Tanpa Jubah
8
Suka
18,092
Dibaca

Matahari belum sepenuhnya merekah ketika hari-hariku dimulai. Sebagai ibu dari dua anak. Sulung yang berusia delapan tahun dan bungsu yang baru berusia lima tahun. Aku sadar bahwa menjadi ibu adalah komitmen tanpa akhir sekaligus tanggung jawab yang tak mengenal kata selesai.

Dengan suami yang bekerja sebagai radiografer, aku merasa bahagia bisa fokus mengurus rumah dan anak-anak. Pilihan ini bukanlah jalan pintas menuju kemudahan, justru keseharianku adalah maraton tugas yang sering kali luput dari pandangan, namun menguras seluruh jiwa dan raga.

Fajar masih samar ketika alarm berbunyi. Dengan semangat kubangunkan kedua permata hidupku, lalu kusiapkan sarapan penuh cinta untuk suami dan buah hati kami. Tak lupa, kuperiksa seragam kerja suami dan perlengkapan sekolah anak-anak hingga rapi tak ada yang tertinggal, untuk kemudian mengantar anak-anak menuju gerbang ilmu, tempat mereka menimba pengetahuan.

Pulang ke rumah, setumpuk pekerjaan rumah telah menanti bak tsunami yang bergulung. Mencuci pakaian yang menumpuk, menyetrika setiap lipatan pakaian dengan sabar, membersihkan sepatu-sepatu kecil yang penuh cerita, memastikan setiap langkah mereka esok hari terasa ringan dan nyaman. Belum lagi membereskan rumah, menyapu setiap sudutnya, mengepel lantai dan merapikan mainan yang berserakan dan menyiapkan makan siang untuk yang tercinta.

Pun sore hari tak berkurang kegiatanku. Mengantar anak-anak ke tempat les atau pergi mengaji, membekali mereka dengan ilmu dan Budi pekerti, mendampingi mereka mengerjakan PR, menuntun mereka dalam memahami setiap pelajaran, membantu persiapan ujian, menyemangati mereka dalam menggapai cita-cita, menyimak cerita mereka tentang kegiatan di sekolah dan menjadi pendengar setia setiap suka dan duka.

Malam hari, ketika mereka terlelap dalam mimpi, Aku masihlah sibuk mencuci piring, peralatan makan, membersihkan sisa-sisa hari yang telah berlalu, demi memastikan kebutuhan esok hari, memastikan segalanya siap.

Namun di antara debur waktu yang tak pernah berhenti, sesekali ada duri yang menusuk kalbu. Tatapan yang meragukan, bisikan yang merendahkan, seolah setiap tetes keringatku tak berarti apa-apa. Ketika kata-kata mereka menyakiti kukatakan pada diri sendiri, nilai seorang ibu tak diukur dari mata dunia, tapi dari hangatnya pelukan anak-anak di pagi hari dan senyum suami yang pulang dengan tenang.

Aku adalah manajer rumah tangga yang mengatur setiap detail agar segalanya berjalan harmonis, guru pertama anak-anak dalam menanamkan nilai kebaikan dan membimbing di setiap langkah mereka. Sopir pribadi keluarga yang mengantar dan menjemput penuh kasih sayang, koki yang menyajikan hidangan untuk menjaga kesehatan keluarga. Setiap peran yang kujalani adalah bukti bahwa cinta itu multifungsi. Bisa menjadi termometer saat demam, telinga yang sabar mendengar keluh kesah, dan energi tambahan di hari libur ketika anak-anak butuh teman bermain.

Dunia mungkin tak memberi standing ovation untuk pekerjaanku, tapi aku tau nilai sebenarnya dalam mata anak-anak yang tumbuh dengan percaya diri, dalam pelukan suami yang pulang ke rumah penuh kedamaian.

Aku sepenuhnya bangga dengan pilihanku menjadi ibu rumah tangga.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Arsiteku
Zidane Syamsudin Noordiyanto
Novel
Bronze
Retak Berhamburan
blank_paper
Komik
Daily Pacaran
awin anugra arif
Flash
Bronze
Sampai Selamanya
B12
Flash
Ibu Rumah Tangga, Superhero Tanpa Jubah
tita agnesti
Cerpen
Bronze
Nyonya Indo dan Enam Anak Perempuannya
Abdi Husairi Nasution
Novel
Bronze
Meet you at 0,001% Chance
Antrasena
Flash
Anosmia
MAkbarD
Novel
Bronze
Hari Raia
Dinda Anggita Putri
Novel
Mungkin Hari Ini, Esok atau Nanti
Syifa Maziyyah
Novel
Gold
KKPK Hidden, Gadis Tersembunyi
Mizan Publishing
Flash
I'm Fine
iam_light.blue
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
Andriyana
Cerpen
Bronze
Diammu Bukan Emas
aksara_g.rain
Novel
KERUSUHAN 1998: Harapan dan Perjuangan
Nuh Hawari
Rekomendasi
Flash
Ibu Rumah Tangga, Superhero Tanpa Jubah
tita agnesti
Flash
Cerita hujan
tita agnesti
Flash
Pahitnya lidah mertua, manis kasih sayangnya
tita agnesti
Flash
Kisruh di grup wali murid
tita agnesti
Flash
Catatan harian yang tidak pernah tertulis
tita agnesti
Flash
Ketika Doa Tak Mengubah Takdir
tita agnesti
Flash
Monolog sunyi untuk mama
tita agnesti