Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kenapa kita kura-kura
2
Suka
23,932
Dibaca

“Kita ini seperti kura-kura,” katamu dulu.

“Lambat, tapi pasti.”

Lucu.

Kau bilang itu dengan mata yang penuh janji, padahal aku tahu, kau bahkan tak tahan dengan keheninganmu sendiri.

Kau ingin perlahan, tapi tak tahan menunggu.

Ingin stabil, tapi masih melirik petualangan.

Kau sembunyi di balik tempurung, lalu menyalahkanku karena tak bisa membuat dunia lebih cepat berputar.

Kau yang bilang kita butuh waktu.

Tapi begitu ada jalan pintas, kau lari lebih cepat dari siapa pun.

Bahkan tak sempat bilang selamat tinggal.

Kau tinggalkan aku si kura-kura sendiri di jalan yang kita pilih berdua.

Dan sekarang, kau pasti sedang bercerita pada seseorang yang baru, tentang bagaimana dulu kau terlalu sabar dengan seseorang yang tak pernah berubah.

Padahal, satu-satunya yang tak pernah jujur tentang arah adalah kamu.

Kita ini kura-kura?

Tidak.

Aku kura-kura.

Kau cuma pelari yang takut kalah.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Kenapa kita kura-kura
lidia afrianti
Cerpen
Mimah [yang Tersenyum di bawah Pohon Jambu]
E. N. Mahera
Flash
Bronze
Kisah
Febby Arshani
Flash
Bronze
I Hate Your Wife on Facebook
Abdi Husairi Nasution
Flash
Bronze
Tak ada cerita hari ini
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Percakapan Terakhir
Majestic Journey
Novel
KEPADA SIAPA LAGI AKU HARUS PERCAYA?
Aleena Anonymous
Skrip Film
Sang Multitalenta
M. Ferdiansyah
Flash
Bronze
DENDAM YANG HILANG SEBELUM MATAHARI TENGGELAM
Rahmayanti
Cerpen
Bronze
Martin, Penyanyi yang Hilang
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
RASA
kiaqiya
Novel
Umah Lugu
Aniqul Umam
Novel
Gold
Surat Misterius
Mizan Publishing
Novel
MENGETUK PINTU LANGIT YANG TERKUNCI
Herman Sim
Flash
APPLY PURPLE LIPSTIK ON MY LIP
Riska Irmayadi
Rekomendasi
Flash
Kenapa kita kura-kura
lidia afrianti
Flash
Suatu Hari
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
Aku ingin kamu marah
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti
Flash
Ternyata Kita Pembohong
lidia afrianti
Flash
Jika aku tidak cukup, bilang saja
lidia afrianti
Flash
Aku berhenti bicara sekarang
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Flash
Musim Hujan Terakhir
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Flash
Bronze
Luapan Luka Luna
lidia afrianti