Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Tim Penyelamat
0
Suka
2,390
Dibaca

Yard bertemu dengan tim penyelamat yang membawa helikopter. Yard meminta tolong untuk diselamatkan sekaligus mencari temannya. Beruntungnya, si pilot bernama Mike,mau membantu Yard.

Helikopter pun terbang menyusuri  hutan. Sesekali terbang tinggi, sesekali terbang rendah. Lampu sorot pun di arahkan ke segala arah di bawah.

Yard sangat fokus melihat pergerakan di bawah. Sampai  kemudian dia mellihat pergerakan berkelompok. Jantungnya berdegup kencang. Dia merasa kalau salah satunya adalah Claude.

“Mike, bisakah terbang sedikit rendah?” pinta Yard dan helikopter pun terbang rendah. 

Lampu sorot, bunyi berisik  helikopter, menarik perhatian kelompok kecil itu. Semua yang di bawha mendongak. Saat itulah Yard bisa lebih jelas melihat wajah Claude.

“Claude! Claude!” Tangan Yard melambai-lambai. Claude pun ikut melambaikan tangan dengan semangat.

“Mike! Itu temanku. Bisakah dia naik ke  helikopter ini?” tanya Yard.

“Bisa. Semuanya juga bisa,” jawb Mike.

Helikopter mendarat di tanah yang lapang. Setengah berlari, Claude mendekat lebih dulu. Dua sahabat saling berpelukan lega. Setelahnya, Claude dan lainnya naik ke dalam helikopter.

Di dalam helikopter terjadi perkenalan singkat. Claude menyampaikan niat dan tujuannya. Yard meminta bantuan Mike untuk diantar ke tepi pantai.

Sampainya di sana, mereka mulai berhadapan dengan monster dari laut, Gramy. Dengan kerjasama yang solid, mereka  berhasilkan mengalahkan monster itu. Dengan kekuatan angin, Agin langsung memasang ssegel ke  monster itu agar tidak berulah lagi.

Matahari terbit dibarengi dengan kicauan burung yang terdengar merdu. Mike muncul lagi dengan helikopternya. Tanda bagi Yard dan Claude untuk berpisah.

“Kalian benar tidak mau ikut?” tanya Claude sediih.

“Aku, Agin, Doritos, dan Bolu akan bersama-sama menjaga dan merawat pulau ini. Di sinilah kami tinggal,” jawab Nisty dengan tersenyum.

“Kembalilah, karena kota adalah tempatmu. Nanti, kalau kau rindu,  kau bisa kembali ke sini dan bertemu kami,” ucap Agin.

Claude tersenyum, mengangguk. Mereka saling melambaikan tangan sebelum naik ke dalam helikopter. Mereka juga masih saling menatap, sampai helikopter naik tinggi, dan terbang jauh.

Sebuah petualangan, kebersamaan, dan perpisahan sementara.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Tim Penyelamat
karyasmpitinsankamil
Novel
Bronze
Sekolah petarung
Bungaran gabriel
Novel
The miracle in Anfield
Raphael Juan Arga Butarbutar
Novel
Mereka Di Antara Kita
Samudra
Flash
Bronze
Resiko
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
PETUALANGAN TANPA BATAS
yuki
Novel
Sang Petarung
Zulfan Fauzi
Skrip Film
Pendekar Kupu-kupu
abil kurdi
Flash
Monster1024
Art Fadilah
Novel
Fake World
Springkel9
Flash
Dalmi
Ula
Novel
Gold
Wundersmith
Noura Publishing
Flash
Misi
Laila NF
Novel
Patriot Garuda : 17.8.17 (Darah Sang Jenderal)
Baity
Flash
Two Killers
Noer Eka
Rekomendasi
Flash
Tim Penyelamat
karyasmpitinsankamil
Cerpen
Bronze
Mencari Cara Pulang
karyasmpitinsankamil
Flash
Yard
karyasmpitinsankamil
Flash
Gua Bolu
karyasmpitinsankamil
Flash
Pulau Ginjer
karyasmpitinsankamil
Flash
Pinggiran Pulau (Yard)
karyasmpitinsankamil
Flash
Lembah Fever—Nisty
karyasmpitinsankamil