Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Gua Bolu
1
Suka
6,048
Dibaca

“Eh, Nak…, kenapa masih di sini? Kamu belum tidur?” tanya Nenek yang sudah menyelamatkanku. Wanita tua yang baik itu, kemudian ikut duduk di sebelahku, di depan gubuk. Kami  duduk menatap ke bibir pantai di kejauhan.

“Belum,Nek. Di kota, aku biasa tidur larut malam, begadang bersama temanku. Tapi, sekarang kami terpisah.”

“Bagaimana ceritanya?”

Aku mulai menceritakan apa yang sudah terjadi, seingatku. Nenek mendengar tanpa  menyela sekali pun.

“Ah! Apakah yang berulah lagi itu monster Gramy, ya?” tanya Nenek setelah aku selesai menceritakan yang sudah kualami.

“Aku tidak tahu, Nek. Saat ini aku memikirkan nasib temanku yang disambar elang raksasa dan dibawa terbang entah ke mana.”

Tiba-tiba dari arah kejauhan aku melihat ada cahaya yang melayang dan turun sampai bibir pantai.

Apakah itu helikopter SAR? Ataukah cahaya dari makhluk raksasa lainnya? Ahhh…, kenapa semua di sini terasa tidak masuk akal? batinku mulai  kesal sendiri.

“Ayo, Nek, kita masuk ke dalam. Sebaiknya kita istirahat agar besok bisa bangun dengan bugar,” ajakku mengakhiri perbincangan dan kami berdua melangkah masuk.

***

Gua Bolu - Nisty.

Sungguh tidak terduga, ternyata Agin dan Bolu adalah teman lama. Sedikit cerita mengalir dari mereka berdua tentang perkenalan dan kebersamaan keduanya berpetualang. 

Perbincangan berakhihr ketika Bolu mengajak tidur. Dia dan Agin cepat sekali pulasnya. Aku pun mulai mengantuk. Tapi, aku meihat Claude yang tidur miring di paha Bolu, menatap jauh keluar mulut gua.

“Kenapa belum tidur?” tanyaku.

“Sudah berapa waktu yang kulewati? Sudah berapa lama aku di pulai ini? Bagaimana nasib temanku?”

Aku diam saja. Terkadang, diam memang lebih baik ketimbang memberikan jawaban palsu.

“Istirahatlah. Besok kita akan mencari temanmu dan melawan monster laut itu.”

Kulihat Claude mengangguk, lalu merapatkan jaketnya. Aku pun kemudian tertidur.

Sang surya kembali bangkit dari Timur, menggantikan tugas rembulan menyinari alam. Kami pun mulai bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Tak lupa kami mengucaopkan terima kasih apdanya.

“Terima  kasih, Bolu. Aku akan pergi melawan monster laut itu,” pamit Agin.

“Kau tidak akan meninggalkan teman lamamu ini, ‘kan?” Bolu tersenyum lebar ke Agin. Dia kemudian mengambil perlengkapannya juga senjata.

Kini kelompok kecil  kami, bertambah satu anggota lagi, Bolu.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Gua Bolu
karyasmpitinsankamil
Flash
Cahaya memudar di lantai
Lukitokarya
Cerpen
Bronze
Bodyguard Cat
Nabilla Shafira
Novel
Tempat paling aman
Ris Aruni
Cerpen
Bronze
Menemukan Cahaya di Tengah Kegelapan
Juanda Rizki Syaputra
Cerpen
Bronze
JUM WANGI
Rayasa Kherta
Flash
Pergantian Siang dan Malam
Dinda Kusuma Ati
Flash
Gelandangan Muda
Dinda Kusuma Ati
Flash
Aku Bermimpi Memiliki Kekuatan Gatotkaca
winda aprillia
Flash
Matinya sang pelukis
Reveniella
Novel
Bronze
Jalan Pulang
Widiyati Puspita Sari
Flash
Bronze
Desa Naga
Silvarani
Novel
Bronze
Jamur Janjang Jingga
Heri Haliling
Flash
Bronze
Detik Terakhir
Risti Windri Pabendan
Flash
Yard
karyasmpitinsankamil
Rekomendasi
Flash
Gua Bolu
karyasmpitinsankamil
Flash
Yard
karyasmpitinsankamil
Cerpen
Bronze
Mencari Cara Pulang
karyasmpitinsankamil
Flash
Tim Penyelamat
karyasmpitinsankamil
Flash
Pulau Ginjer
karyasmpitinsankamil
Flash
Pinggiran Pulau (Yard)
karyasmpitinsankamil
Flash
Lembah Fever—Nisty
karyasmpitinsankamil