Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Gua Bolu
1
Suka
6,982
Dibaca

“Eh, Nak…, kenapa masih di sini? Kamu belum tidur?” tanya Nenek yang sudah menyelamatkanku. Wanita tua yang baik itu, kemudian ikut duduk di sebelahku, di depan gubuk. Kami  duduk menatap ke bibir pantai di kejauhan.

“Belum,Nek. Di kota, aku biasa tidur larut malam, begadang bersama temanku. Tapi, sekarang kami terpisah.”

“Bagaimana ceritanya?”

Aku mulai menceritakan apa yang sudah terjadi, seingatku. Nenek mendengar tanpa  menyela sekali pun.

“Ah! Apakah yang berulah lagi itu monster Gramy, ya?” tanya Nenek setelah aku selesai menceritakan yang sudah kualami.

“Aku tidak tahu, Nek. Saat ini aku memikirkan nasib temanku yang disambar elang raksasa dan dibawa terbang entah ke mana.”

Tiba-tiba dari arah kejauhan aku melihat ada cahaya yang melayang dan turun sampai bibir pantai.

Apakah itu helikopter SAR? Ataukah cahaya dari makhluk raksasa lainnya? Ahhh…, kenapa semua di sini terasa tidak masuk akal? batinku mulai  kesal sendiri.

“Ayo, Nek, kita masuk ke dalam. Sebaiknya kita istirahat agar besok bisa bangun dengan bugar,” ajakku mengakhiri perbincangan dan kami berdua melangkah masuk.

***

Gua Bolu - Nisty.

Sungguh tidak terduga, ternyata Agin dan Bolu adalah teman lama. Sedikit cerita mengalir dari mereka berdua tentang perkenalan dan kebersamaan keduanya berpetualang. 

Perbincangan berakhihr ketika Bolu mengajak tidur. Dia dan Agin cepat sekali pulasnya. Aku pun mulai mengantuk. Tapi, aku meihat Claude yang tidur miring di paha Bolu, menatap jauh keluar mulut gua.

“Kenapa belum tidur?” tanyaku.

“Sudah berapa waktu yang kulewati? Sudah berapa lama aku di pulai ini? Bagaimana nasib temanku?”

Aku diam saja. Terkadang, diam memang lebih baik ketimbang memberikan jawaban palsu.

“Istirahatlah. Besok kita akan mencari temanmu dan melawan monster laut itu.”

Kulihat Claude mengangguk, lalu merapatkan jaketnya. Aku pun kemudian tertidur.

Sang surya kembali bangkit dari Timur, menggantikan tugas rembulan menyinari alam. Kami pun mulai bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Tak lupa kami mengucaopkan terima kasih apdanya.

“Terima  kasih, Bolu. Aku akan pergi melawan monster laut itu,” pamit Agin.

“Kau tidak akan meninggalkan teman lamamu ini, ‘kan?” Bolu tersenyum lebar ke Agin. Dia kemudian mengambil perlengkapannya juga senjata.

Kini kelompok kecil  kami, bertambah satu anggota lagi, Bolu.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Gua Bolu
karyasmpitinsankamil
Cerpen
Bronze
Jagat
Rosidawati
Flash
Bronze
Desa Naga Api
Silvarani
Novel
MUDRA
Mega Yohana
Flash
Story of my life
Mesir Kuno
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Novel
Shangkara
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Bronze
Desa Istri
Silvarani
Flash
Bronze
Bakso Tak Enak di Pertigaan Gang Rumahku
Silvarani
Flash
Bronze
Orca
Faisal Susandi
Flash
Jalan Groove
Donny Setiawan
Flash
Monster1024
Art Fadilah
Novel
Gold
HYPNOSIS FOR CAREER
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Rumah Berhantu karya Virginia Woolf. Penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Helpful Tips Of Preventing COVID-19
jean ruby
Rekomendasi
Flash
Gua Bolu
karyasmpitinsankamil
Flash
Yard
karyasmpitinsankamil
Flash
Pulau Ginjer
karyasmpitinsankamil
Flash
Tim Penyelamat
karyasmpitinsankamil
Cerpen
Bronze
Mencari Cara Pulang
karyasmpitinsankamil
Flash
Pinggiran Pulau (Yard)
karyasmpitinsankamil
Flash
Lembah Fever—Nisty
karyasmpitinsankamil