Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Petikan Kala Senja
3
Suka
21,971
Dibaca

Kilauan cahaya air membuat mata seketika tertuju. Dahi pun ikut mengerut hampir menyatukan kedua alis. Dan mata diam-diam mulai mengintip demi melihat keindahan surya yang hadir di bagian ufuk barat itu.

Kinanti yang turut terpesona mulai menyanyikan lagu dari sebuah kata yang dibalur dengan nuansa musik ukulele nan syahdu ala anak senja bersama sahabatnya Keke. Lagu itu pun sedikit demi sedikit tercipta dalam tiap petikan kunci senar.

Bunyi petikan ukulele itu semakin bergema dan Kinanti turut menambahkan lirik.

Kicauan burung nan nyaring. Tidak seberisik pikiranku. Walau rasa ini tak berlalu. Bayanganmu masih samar mengikuti jejakku. Lantas harus kah Aku berlari sekencangnya....

Suara Kinanti mulai getir di pertengahan lagu.

Keke pun tersadar. Dan dengan sigapnya mengambil senjata pamungkas. Yap, ini dia es krim cokelat diberi toping kacang almond kesukaan Titi panggilan akrab Kinanti.

"Hey, Tii. Cukup galaunya!" Keke sedikit membuat aksi sulap memunculkan barang.

"Jreng jeng jeng. Ini dia es krim untukmu. Ayo dimakan sebelum jadi cair loh," ujar Keke.

Kinanti mulai mengusap matanya. Segera meraih es krim itu.

"Wah, ngerti aja butuh yang manis," sahut Kinanti.

Keke menunjukkan wajah yang tidak heran, "Gimana ya, udah kode alam kayaknya," canda Keke.

Dan mereka berdua menikmati es krim sambil duduk di bawah pohon kelapa yang rindang. Lalu muncullah angin yang beriak ke segala arah turut menenangkan kegundahan lirik yang dinyanyikan Kinanti.

"Andai dunia setenang ini, apakah Aku akan berisik?" lirih Kinanti seketika.

Keke terheran temannya ini sudah galau ada saja kata bijaknya.

"Iyaa, andai seperti itu," jawab Keke.

"Tapi Ke, terkadang Aku ingin kembali ke masa lalu. Semuanya baik-baik saja tanpa sepi menyergap," ujar Kinanti sambil menghela nafas.

Keke mulai memikirkan jawaban pertanyaan ini, "Hmm, ini terasa seperti ujian yang harus dijawab dengan tepat. Kalau salah bisa panjang, gawat banget!" Keke bergelut dengan pikirannya.

"Tii, Aku paham perasaan kamu. Pasti ada kalanya dalam pemeran di naskah kehidupan kita silih berganti. Kamu harus ikhlas yaa," jawab Keke dengan gaya motivatornya dan menepuk pundak Kinanti.

Dan Kinanti mulai tertawa mendengar jawaban itu, "Kamu emang andalan Aku, Ke. Hah. Itu benar hidup harus berjalan," lantang Kinanti mengucapkannya.

"Ini baru Titi yang Aku kenal!" Keke mulai tersenyum.

Langit telah menunjukkan warna biru kegelapan dan sinar kerlap kerlip bintang menghiasi. Pertanda senja telah usai. Dua sahabat ini akhirnya pulang dengan tawa riang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Othallam Kiss
Azmi
Skrip Film
How Are You, Really?
Tamalea Husein Irawan
Flash
Petikan Kala Senja
Audey
Novel
Bronze
Berjuanglah!
Anisa Rahmi Gina
Novel
Bronze
GAUN KHALISA
essa amalia khairina
Novel
Bronze
Babi-babi Berburu Emas (Cerpen Pilihan Editor #2)
Imajinasiku
Novel
A Thousand Tears in Daegu
Ree_meyna
Flash
Masita
mafaz mira
Novel
Bronze
Tangguh Perkasa
Rival Ardiles
Novel
TRAGIS
jvvlynzy
Flash
Bronze
Dendam Mariah
T. Filla
Flash
Bronze
Intip
Sunarti
Flash
Aku dan Sebatang Rokok di Tangannya
Jasma Ryadi
Novel
KAU BILANG MISKIN, KU BILANG CUKUP
Aga Lesmana
Skrip Film
WOMANS
I | N
Rekomendasi
Flash
Petikan Kala Senja
Audey