Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Aku, Mawar dan Bedebah
0
Suka
17,189
Dibaca

Malam semakin melarut dingin. Udara menusuk-nusuk tulang sendi tubuhku yang ringkih. Entah sampai mana penderitaan ini akan berakhir cepat. Aku sudah muak dengan setangkai mawar merah di genggamanku. Ah, lagipula bedebah itu tidak peduli padaku. Sejak itu, rasanya aku seperti mati dalam jasad yang hidup.

“Kau lah samudra cintaku, kekasih. Akan aku arungi kedalamanmu bahkan jika aku mati tenggelam sekalipun. Aku akan senantiasa berlayar di pelupuk hatimu yang indah itu.”

Bohong.

Bodohnya aku percaya saja dengan bual sialan itu. Aku kembali meringkuk dalam kegelapan yang suram. Mawar merah berseri berubah menjadi merah darah. Tangkainya perlahan-perlahan menusuk relung hatiku yang amat rapuh. Sialan! Perasaan ingin mati menggerogotiku lagi.

“Aku mencintai seutuhnya kau. Bayanganmu saja seolah sempurna di mataku yang haus akan keindahan. Aku menyukaimu seperti kamu ialah duniaku yang ku harus kujaga.”

Penipu.

Duri-duri mawar menjalar membelitku, sesak sekali.  Tangkainya yang lancip menusuk relung jantungku lebih dalam lagi. Aku bergelinjang hebat. Dalam kesakitan ini aku tidak mampu bergerak berdiri walau sejengkal saja. Rembulan tertutup awan menyaksikanku memeluk lutut, mendesiskan kebencian bagi sang bedebah. Aku berteriak. Mengutuknya dengan kematian paling menyakitkan bagi seorang manusia.

“Maafkan, kekasih. Seharusnya aku mengetahui sedari dulu. Cintaku tidak diperuntukkan untuk kau yang malang ini. Cintaku terlalu berharga untuk seekor gagak yang patah sayap. Tidak! Aku tidak bisa membersamai kau yang selayaknya. Rajawali tidak cocok bersanding dengan gagak yang sayapnya patah.”

Pendusta handal. Bedebah!

Mawar yang kau berikan ini mencekik ku. Padahal ia mawar yang kujaga sepenuh jiwa raga. Yang kupupuk dengan cinta tulusku. Yang ku sinari dengan cahaya permata hatiku. Akankah mawar ini lupa siapa aku?

Ah iya, aku lah gagak patah sayap yang malang itu. Mawar ini tiada lain adalah racun yang kau kirim. Mawar ini tiada bukan adalah jelmaan cinta mu yang dusta. Dasar bedebah. Tidak cukup kau beri penderitaan sedalam palung di laut.

Kau membunuh ku dengan kepedihan ini. Kau hempaskan ku kedalam retaknya hati. Baiklah. Aku tidak akan melawan lagi. Biarlah aku mati tergerus kesakitan ini. Biarlah nyawa ini menghilang seiring mawar merah yang terus menerus menusukku. Ingatlah! Kematian bagi mu akan lebih menyakitkan daripada ini! Selamat tinggal, bedebah yang ‘amat kucintai’.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Antariksa
Siti Norma J
Novel
AmanDelvin
Rizke Asmawati
Flash
Aku, Mawar dan Bedebah
ruang.amy.gdala
Novel
Gold
Mine
Mizan Publishing
Cerpen
Agenda Hati
Dear An
Novel
Do I Know You?
Isabel J
Flash
RED #3
Kaylasyifa Azzahrie
Flash
Pesona Kakak Senior
Mufidah Raihana
Novel
Istriku masih Abg.
Sinta Puspita Sari
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Cerpen
Enam Jam Bersamamu
Sayidina Ali
Flash
Pertemuan Sejenak
Nasyafaav
Cerpen
Bronze
Jabir dan Juhu
Jie Jian
Cerpen
Kutitipkan Cahaya di Bola Matamu
Rina F Ryanie
Novel
Bronze
The Ex Next Door
Sofia Nouva
Rekomendasi
Flash
Aku, Mawar dan Bedebah
ruang.amy.gdala
Cerpen
Life After Break Up
ruang.amy.gdala
Cerpen
Karena Kau, Aku Tak Patah
ruang.amy.gdala
Cerpen
Mama, I'm Lose
ruang.amy.gdala