Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Aku, Mawar dan Bedebah
0
Suka
16,223
Dibaca

Malam semakin melarut dingin. Udara menusuk-nusuk tulang sendi tubuhku yang ringkih. Entah sampai mana penderitaan ini akan berakhir cepat. Aku sudah muak dengan setangkai mawar merah di genggamanku. Ah, lagipula bedebah itu tidak peduli padaku. Sejak itu, rasanya aku seperti mati dalam jasad yang hidup.

“Kau lah samudra cintaku, kekasih. Akan aku arungi kedalamanmu bahkan jika aku mati tenggelam sekalipun. Aku akan senantiasa berlayar di pelupuk hatimu yang indah itu.”

Bohong.

Bodohnya aku percaya saja dengan bual sialan itu. Aku kembali meringkuk dalam kegelapan yang suram. Mawar merah berseri berubah menjadi merah darah. Tangkainya perlahan-perlahan menusuk relung hatiku yang amat rapuh. Sialan! Perasaan ingin mati menggerogotiku lagi.

“Aku mencintai seutuhnya kau. Bayanganmu saja seolah sempurna di mataku yang haus akan keindahan. Aku menyukaimu seperti kamu ialah duniaku yang ku harus kujaga.”

Penipu.

Duri-duri mawar menjalar membelitku, sesak sekali.  Tangkainya yang lancip menusuk relung jantungku lebih dalam lagi. Aku bergelinjang hebat. Dalam kesakitan ini aku tidak mampu bergerak berdiri walau sejengkal saja. Rembulan tertutup awan menyaksikanku memeluk lutut, mendesiskan kebencian bagi sang bedebah. Aku berteriak. Mengutuknya dengan kematian paling menyakitkan bagi seorang manusia.

“Maafkan, kekasih. Seharusnya aku mengetahui sedari dulu. Cintaku tidak diperuntukkan untuk kau yang malang ini. Cintaku terlalu berharga untuk seekor gagak yang patah sayap. Tidak! Aku tidak bisa membersamai kau yang selayaknya. Rajawali tidak cocok bersanding dengan gagak yang sayapnya patah.”

Pendusta handal. Bedebah!

Mawar yang kau berikan ini mencekik ku. Padahal ia mawar yang kujaga sepenuh jiwa raga. Yang kupupuk dengan cinta tulusku. Yang ku sinari dengan cahaya permata hatiku. Akankah mawar ini lupa siapa aku?

Ah iya, aku lah gagak patah sayap yang malang itu. Mawar ini tiada lain adalah racun yang kau kirim. Mawar ini tiada bukan adalah jelmaan cinta mu yang dusta. Dasar bedebah. Tidak cukup kau beri penderitaan sedalam palung di laut.

Kau membunuh ku dengan kepedihan ini. Kau hempaskan ku kedalam retaknya hati. Baiklah. Aku tidak akan melawan lagi. Biarlah aku mati tergerus kesakitan ini. Biarlah nyawa ini menghilang seiring mawar merah yang terus menerus menusukku. Ingatlah! Kematian bagi mu akan lebih menyakitkan daripada ini! Selamat tinggal, bedebah yang ‘amat kucintai’.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Bronze
Kepada Karang
Zasenja
Flash
Aku, Mawar dan Bedebah
ruang.amy.gdala
Flash
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
Lisnawati
Flash
Ngeteh
Wirdatun Nafi'ah
Flash
Bronze
Sabar dalam Halal
Leni Juliany
Cerpen
Bronze
Her Prayer
Tantan
Novel
Bronze
Cinta Dalam Hidupku
Linda Maulana
Novel
Bronze
Bukan Daun
Lily Zhang
Novel
NEON (Ne)
riskafitrianis
Flash
Obrolan malam tahun baru
Elique
Flash
Tersesat dalam Kenangan
MONSEUR
Flash
Dia Bernama Lumi
lidia afrianti
Flash
Lambaian Lentera Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Novel
Aku atau Adikmu?
Yuanita Fransiska
Flash
Kenangan Hujan
Anisa Ae
Rekomendasi
Flash
Aku, Mawar dan Bedebah
ruang.amy.gdala
Cerpen
Mama, I'm Lose
ruang.amy.gdala
Cerpen
Life After Break Up
ruang.amy.gdala
Cerpen
Karena Kau, Aku Tak Patah
ruang.amy.gdala