Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Keyakinan
2
Suka
17,197
Dibaca

Beberapa orang berbondong-bondong masuk ke sebuah bangunan besar, tinggi, nan megah. Kaki hendak melangkah masuk ketika aku menyadari sesuatu. Aku mulai mundur teratur menjauh dari tempat itu.

Pulang dari sana, aku mulai merenungkan satu hal. Tempat apa itu? Mengapa hati ini rasanya ragu untuk melangkah? Bukannya, bangunan tadi sama persis dengan bangunan lainnya yang biasa kudatangi? Tapi mengapa rasanya asing?

Esoknya, sekolah tampak kasak-kusuk. Beberapa siswa berlarian di koridor dengan penuh semangat. Para guru juga berlarian menuju aula. Kaki ini melangkah pelan, mengikuti orang-orang tadi, tapi tiba-tiba saja ada yang menabrakku. Aku menoleh dan menemukan seorang pria berbaju putih bersih sepanjang kaki. Apakah ia seorang ulama? Tapi mengapa sepertinya berbeda dari biasanya?

Pria itu menatapku lekat, membuatku menunduk seketika. Lalu, samar-samar terdengar suara teriakan dari seberang koridor, “Romo.. Romo...”

Ketika aku hendak membuka mulut, pria yang dipanggil ‘Romo'itu sudah menjauh pergi bersama orang yang memanggilnya tadi. Tepukan di bahu membuatku terkejut, “Ayo kita ke aula, acara akan mulai sebentar lagi.”

Kutolehkan kepala sekali lagi ketika sampai di ujung anak tangga—menuju aula. Tapi, belum sampai aku melangkah mundur, seseorang menarikku masuk. Disana, aku melihat dengan jelas isi dari ruangan tersebut. Sebuah salib, patung Bunda Maria, dan beberapa lilin di atas meja. Di tempat yang yang tak begitu kelihatan, aku bisa melihat sebuah kotak berisi kue berwarna putih dan sebotol anggur beserta cawannya.

Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika suara koor menggema di ruangan. Lagu puji-pujian dan kidung suci yang membuat semua orang tertunduk dalam dan khidmat. Lalu, dilanjutkan suara dari pengkotbah—orang berbaju putih tadi yang memimpin. Setelah Romo memakan kue dan meminum secawan anggur, hampir semua orang yang ada disana mengantri di depan Romo. Dibukanya kotak tadi, kemudian diangsurkannya kue berwarna putih itu kepada orang-orang seraya mengucap ‘kristus’.

Lalu, aku pun tersadar bila keyakinan ini memang berbeda dengan keyakinanku. Karena aku adalah seorang muslim. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Keyakinan
C R KHAN
Novel
Wikan dan Widi
Harly B. Poetra
Novel
FATIHA
Bksai
Novel
Bronze
Sekolah SMA Za-Za
tettyseptiyani02
Novel
Srengenge
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Gold
Sebab Bahagia Itu Mudah
Mizan Publishing
Novel
IYYAAKI HUBBII
Daud Farma
Cerpen
Religion School
Fadlinursufi
Novel
Perempuan Pencari Surga
Arya Gemilang
Novel
Bronze
ISTIQOMAH
Nengshuwartii
Novel
Napak Tilas Sang Kyai
Siti Umi Lu'luul Jannah
Flash
Bronze
Unta dan Keledai
Ahmad Muhaimin
Flash
Ajaib
Mahmud
Novel
Hasan Bashri dan Robiah Versi Milennial
AHMAD NAHROWI
Novel
Dampar Pesantren
Aviskha izzatun Noilufar
Rekomendasi
Flash
Keyakinan
C R KHAN
Novel
Ada Apa dengan Mereka?
C R KHAN
Flash
Melepas Pergi
C R KHAN
Novel
Bronze
Still Waiting For You
C R KHAN
Flash
Menuduh Tanpa Bukti
C R KHAN
Novel
ANYA & ANREZ : JHS LOVE STORY
C R KHAN
Novel
Aku, Kamu, Kita Semua Harus Kuat!
C R KHAN
Novel
Baby Without Parent
C R KHAN
Novel
Bronze
DUA LAMARAN
C R KHAN
Novel
Bronze
30 Age
C R KHAN
Skrip Film
Cinta Sepupu
C R KHAN