Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Keyakinan
2
Suka
16,110
Dibaca

Beberapa orang berbondong-bondong masuk ke sebuah bangunan besar, tinggi, nan megah. Kaki hendak melangkah masuk ketika aku menyadari sesuatu. Aku mulai mundur teratur menjauh dari tempat itu.

Pulang dari sana, aku mulai merenungkan satu hal. Tempat apa itu? Mengapa hati ini rasanya ragu untuk melangkah? Bukannya, bangunan tadi sama persis dengan bangunan lainnya yang biasa kudatangi? Tapi mengapa rasanya asing?

Esoknya, sekolah tampak kasak-kusuk. Beberapa siswa berlarian di koridor dengan penuh semangat. Para guru juga berlarian menuju aula. Kaki ini melangkah pelan, mengikuti orang-orang tadi, tapi tiba-tiba saja ada yang menabrakku. Aku menoleh dan menemukan seorang pria berbaju putih bersih sepanjang kaki. Apakah ia seorang ulama? Tapi mengapa sepertinya berbeda dari biasanya?

Pria itu menatapku lekat, membuatku menunduk seketika. Lalu, samar-samar terdengar suara teriakan dari seberang koridor, “Romo.. Romo...”

Ketika aku hendak membuka mulut, pria yang dipanggil ‘Romo'itu sudah menjauh pergi bersama orang yang memanggilnya tadi. Tepukan di bahu membuatku terkejut, “Ayo kita ke aula, acara akan mulai sebentar lagi.”

Kutolehkan kepala sekali lagi ketika sampai di ujung anak tangga—menuju aula. Tapi, belum sampai aku melangkah mundur, seseorang menarikku masuk. Disana, aku melihat dengan jelas isi dari ruangan tersebut. Sebuah salib, patung Bunda Maria, dan beberapa lilin di atas meja. Di tempat yang yang tak begitu kelihatan, aku bisa melihat sebuah kotak berisi kue berwarna putih dan sebotol anggur beserta cawannya.

Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika suara koor menggema di ruangan. Lagu puji-pujian dan kidung suci yang membuat semua orang tertunduk dalam dan khidmat. Lalu, dilanjutkan suara dari pengkotbah—orang berbaju putih tadi yang memimpin. Setelah Romo memakan kue dan meminum secawan anggur, hampir semua orang yang ada disana mengantri di depan Romo. Dibukanya kotak tadi, kemudian diangsurkannya kue berwarna putih itu kepada orang-orang seraya mengucap ‘kristus’.

Lalu, aku pun tersadar bila keyakinan ini memang berbeda dengan keyakinanku. Karena aku adalah seorang muslim. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Keyakinan
C R KHAN
Novel
Bronze
Cinta Tapi Diam
Indriastori_
Novel
Gold
Perempuan Suamiku
Noura Publishing
Novel
Bronze
Kita Bertemu di Korea
LeeNaGie
Novel
Gold
Dekapan Kematian
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Pertama Dan Terakhir
silvi budiyanti
Novel
Gold
Love, Peace, and Respect
Mizan Publishing
Novel
Gold
Semesta Cinta
Noura Publishing
Novel
Waktu Yang Menunggu Kita
Nadiya Nur Andini
Novel
Bronze
Mungkin Esok Aku Mati
widya erliana
Flash
Bronze
Hujan Rintik-Rintik
Anisah Ani06
Novel
Berpulang
M. Fichri Areef Habibullah
Novel
Gold
Bisnis ala Nabi: Teladan Rasulullah Saw. dalam Berbisnis
Bentang Pustaka
Novel
ADA YANG NETES, TAPI BUKAN HUJAN :"
aufia nn
Novel
Maryam
Sayyidati Hajar
Rekomendasi
Flash
Keyakinan
C R KHAN
Novel
Baby Without Parent
C R KHAN
Novel
Aku, Kamu, Kita Semua Harus Kuat!
C R KHAN
Novel
Bronze
30 Age
C R KHAN
Flash
Menuduh Tanpa Bukti
C R KHAN
Flash
Melepas Pergi
C R KHAN
Novel
Bronze
DUA LAMARAN
C R KHAN
Skrip Film
Cinta Sepupu
C R KHAN
Novel
ANYA & ANREZ : JHS LOVE STORY
C R KHAN
Novel
Bronze
Still Waiting For You
C R KHAN