Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
SIMALAKAMA
14
Suka
31,849
Dibaca

SIMALAKAMA

Aku pulang.

Suasana hangat menjalar, aku merasa gerah seketika. Ku kendurkan sedikit syal hitamku agar udara masuk melewatinya. Aneh, padahal dari jendela kecil terlihat sedang gerimis diluar sana. Teriakan para porter yang menawarkan jasa angkut barang, menggema. Rombongan ibu-ibu berseragam ikut meramaikan suasana. Berjubel orang sibuk menanti panggilan keberangkatan. Belum lagi ramainya ibu-ibu muda lain yang kebingungan mencari barang. Kegaduhan ramai memekik. 

Tapi hatiku sepi.

Aku merasa mati.

Ku tarik koper hitam ku di atas lantai kumal terminal kota, dengan sebilah tanganku yang erat digenggam seseorang. Tiba-tiba sebuah avanza hitam berhenti, seseorang didalamnya menurunkan kaca.

“atas nama Ibu Kartika ?”

Seseorang disebelah ku mengangguk. genggaman itu terlepas. Aku merasa bebas. Lega, entah kenapa. Tangan kokoh itu beralih menarik koper hitamku, memaksanya berpindah. Letupan dalam dada kembali membuat sesak. Aku terus menahan, seakan tak rela koper itu berpindah tangan.

“Nadya? Sini koper nya, biar ditaruh di bagasi. Kita harus segera pulang”

Aku terdiam. Genggamanku mengendur. Koper itu berpindah dan di angkat ke bagasi mobil hitam di hadapanku.

“Ayo Nad, kamu pasti akan suka tinggal di Jakarta”

Tangan itu kembali mengait jemari ku, menarik dan menuntun ku agar mengikuti langkah panjang nya. Tanpa ku sadari setetes air mata ku jatuh. Sesak. Aku ragu akan pilihan ku sendiri. Mungkinkah aku salah menafsirkan bahagiaku?

“Nad, ayo.. Kita akan memulai semuanya dari awal lagi ya, Nadya gak akan kesusahan lagi..”

Damn!

Hatiku sakit tidak terima. Selama ini aku baik. Aku senang. Aku bahagia. Aku tidak kesusahan.

Detik itu juga aku tau, aku harus memutuskan. Genggaman erat ditanganku dengan perlahan ku lepas. Untuk pertama kalinya sepanjang 10 tahun penantian, aku memilih untuk melepaskan.

“Bu.. Maafin Nadya. Nadya gak bisa ikut ibu.”

Keterkejutan itu tergambar pada wajah wanita dihadapanku. Riak muka nya menunjukkan kekecewaan.

“Nad? Tapii...ibu....”

“Bu, Nadya akan tetap tinggal sama Ayah"

Aku lega usai mengucapkannya, sesak dadaku memudar meski tidak utuh seperti sedia kala. Kristal bening dalam kedua bola matanya pecah, mengalir membasahi pipi. Seketika ku bawa erat tubuhnya dalam pelukan. Pelukan hangat yang bertahun-tahun ku nantikan.

“Ibu tetap akan jadi ibu yang Nadya cintai. Ibu akan selalu ada di dalam do’a Nadya .Tapi Nadya ga bisa tinggalin Ayah bu. Sampaikan salam Nadya untuk De Bilqis dan Om Irwan ya bu. Nadya akan pulang”

Koper hitam itu kini kembali ku genggam, ku pegang erat agar tidak lagi ku lepas. Langkah kaki kembali ku susuri menuju rumah yang selama ini membesarkan ku, tempat yang menumbuhkan cinta dengan segala kesederhanaannya. Melepas segala angan dan harap untuk bisa utuh. Lalu menyadarkan aku bahwa ‘kembali’ hanyalah sebuah cita yang tak pernah bisa terwujud.

Aku akan pulang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Komik
Reff[RAIN]
Rii Zu
Flash
SIMALAKAMA
Siti Sarah Madani
Cerpen
Bronze
Please Don't Go
Glorizna Riza
Skrip Film
LAKON
Ida Royani
Skrip Film
Deadline
William Oktavius
Flash
Amnesia
Nunik Farida
Flash
Merinci Segala
Berkat Studio
Flash
Bad Breath
Fann Ardian
Flash
Sekali Saja Aku Mencintaimu
Sulistiyo Suparno
Flash
Memory
Anjas Saputra
Flash
Meja Nol 7
Reveniella
Flash
Amplop
Keita Puspa
Cerpen
Aster
Alpri prastuti
Novel
The mosby
Fahmi Sihab
Novel
Zachariel
Davian Mel
Rekomendasi
Flash
SIMALAKAMA
Siti Sarah Madani
Skrip Film
DARING (Script)
Siti Sarah Madani
Flash
SANIA
Siti Sarah Madani
Novel
Aku dan Syawal
Siti Sarah Madani
Skrip Film
BUS MALAM, COVID-19 DAN KAMU (Script)
Siti Sarah Madani
Flash
MENJADI MANUSIA
Siti Sarah Madani