Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Titik Kesia-Siaan
5
Suka
25,179
Dibaca

Aku pernah mengatakan padamu, bahwa aku tak akan pernah berhenti mencintaimu. Bagaimanapun keadaannya. Aku jua pernah meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu, akan menjadi orang terakhir yang aku cinta.

Tapi, entah kenapa, perlahan aku merasa cintaku berhenti. Tak ada lagi secercah harapan yang bisa kugenggam. Tidak ada lagi gemuruh semangat untuk mempertahankanmu tetap ada dalam perjalanan ku.

Jika hari ini cintaku berhenti, lalu perlahan aku melangkah menjauh, bukan karena aku membencimu, membenci keadaan, apalagi membenci takdir Tuhan. Bukan.

Ini hanya karena aku mulai sadar, bahwa aku sedang berdiri pada titik kesia-siaan. Tak ada harapan indah untuk kita merajut kisah bersama. Tak ada tanda-tanda bahwa takdir Tuhan berpihak untuk menyatukan kita. Maka, jika aku terus berdiri di sini, aku hanya sedang terus melukai diriku sendiri.

Aku memang pernah berkata, bahagiaku adalah melihat bahagiamu. Meski bahagiaku tak pernah benar-benar sempurna. Karena harus menyaksikan senyummu yang begitu tulus dan jujur … tapi untuk orang lain.

Tapi semakin hari, entah kenapa rasanya aku semakin lelah. Lelah menyaksikan bahagiamu yang tidak berasal dari aku.

Terlalu naif jika aku terus menerus mengatakan baik-baik saja dengan berada di tempatku saat ini, tempat dimana aku harus melepasmu, tapi aku tak sanggup membiarkanmu hilang. Tempat dimana aku ikut tersenyum melihatmu bahagia, tapi diam-diam hatiku meringis kesakitan. Tempat dimana aku hanya menjadi bayangan … pengisi kekosonganmu saja.

Mungkin mulai saat ini, aku memilih keluar dari titik kesia-siaan yang selama ini ku pijak. Mengayunkan langkah ku menuju ruang yang memberiku tenang dan bahagia yang jauh dari kata pura-pura.

Meskipun aku tak benar-benar ingin kehilanganmu dari pandangan, tapi setidaknya, kali ini, pijakanku bukan lagi tentang menunggu suatu hal yang sia-sia.

Setidaknya kali ini, aku akan belajar memulai menciptakan kebahagiaanku sendiri. Bahagia yang sempurna, tanpa bayanganmu. Tanpa keinginan untuk selalu bersanding denganmu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Titik Kesia-Siaan
Rahmi Azzura
Novel
Bronze
Secret Of Love
Sonya Mega Flourensia
Novel
Karma Si Gundik
Vivi Barbara
Novel
Someday
Weni Dwi Susanti
Flash
Listrik UGD 24 Jam
Martha Z. ElKutuby
Flash
Bronze
Girl Talk
Silvarani
Cerpen
Bronze
Kamu Belum Cukup !!!
I Putu Agus Yoga Permana
Novel
W R A P P E D
Anantya Ilma
Novel
Bronze
Purnama
kusnara
Skrip Film
My Love Is Not A Prank
Andika Ramadhan
Skrip Film
Tunggal, Ika, dan Ikan-Ikan di Kedung Mayit
Dewanto Amin Sadono
Flash
Tangis Pecahan Vas Bunga
Aniqul Umam
Flash
Bronze
Ide-Ide Pak Edi
Sulistiyo Suparno
Flash
Rahasia Luka
Remith G
Cerpen
Bronze
Prank Harris
Nuel Lubis
Rekomendasi
Flash
Titik Kesia-Siaan
Rahmi Azzura
Flash
Ramadhan Kedua Tanpa Ibu
Rahmi Azzura
Flash
Di Antara Altar dan Mimbar
Rahmi Azzura
Flash
Janji Di Semangkuk Bakso
Rahmi Azzura
Cerpen
Pertemuan Terakhir
Rahmi Azzura
Flash
Biarkan Doa Kita Bertemu Di Langit yang Sama
Rahmi Azzura
Flash
Pamit
Rahmi Azzura
Flash
Senja yang Sama
Rahmi Azzura
Flash
Rumah Tanpa Pelukan
Rahmi Azzura
Flash
Sejak Kau Tak Ada
Rahmi Azzura
Novel
Bronze
Deep Love; Berhenti Pada Satu Nama
Rahmi Azzura
Flash
Ombak Luka yang Tak Surut
Rahmi Azzura
Flash
Rumah Ilusi
Rahmi Azzura
Cerpen
After 1550 days
Rahmi Azzura
Flash
Tetaplah Melangkah
Rahmi Azzura