Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Alvin dilanda kebingungan akut. Karena Ani, gadis ia suka seringkali membuat status WA yang penuh dengan ceramah Ustadz Hanan Attaki.
"Ya Allah, Ani update status lagi! 'Jangan galau karena cinta, tapi galaulah karena belum sholat malam' - Ustadz Hanan Attaki," gumam Alvin sambil menatap ponselnya. "Ini kode keras, pasti dia tahu gue sering begadang main game sampai lupa sholat malam!"
Alvin sudah mencoba berbagai cara untuk menarik perhatian Ani. Mulai dari mengirim meme lucu hingga tebak-tebakan yang sebenarnya garing abis. Ani selalu membalas dengan kutipan ceramah Ustadz Hanan Attaki.
"Kenapa ya, Ani kayaknya susah banget diajak ngobrol? Apa mungkin dia lebih tertarik sama yang bisa ngaji daripada yang bisa nge-game?" Alvin merenung sambil mengelus-elus kucingnya, Gerry, yang sedang tidur di atas keyboard laptop.
Sahabat Alvin, Aguy, yang terkenal dengan ide-ide nyelenehnya, mencoba memberi saran. "Vin, coba deh lo update status foto lo lagi sholat malam di masjid sambil pakai sarung motif batik. Biar kelihatan alim gitu."
Alvin pun mencoba saran Aguy. Ia mengunggah foto dirinya sedang sholat malam di masjid dengan sarung motif batik yang kebesaran, disertai caption, "Mencari cinta sejati di sepertiga malam."
Hasilnya? Tetap sama. Ani membalas statusnya dengan kutipan ceramah Ustadz Hanan Attaki, "Jangan mencari cinta di dunia maya, tapi carilah cinta di dalam sujudmu."
"Ya Allah, Ani ini maunya apa sih?" keluh Alvin sambil mengacak-acak rambutnya.
Alvin tertidur dengan mimpi Ani mengirinya Pap pakai mungkena dengan caption "Ayo kita taraweh aa."
Keesokan harinya, Alvin mengirimkan pesan teks ke Ani. Ia mencoba kutipan gombal TikTok yang sedang viral: "Kamu itu seperti WiFi, selalu bikin aku terhubung."
Ani membalas dengan kutipan TikTok yang berbeda: "Hidup itu seperti es teh, kadang manis, kadang pahit, tapi selalu menyegarkan. Tapi, jangan lupa, sholat malam itu seperti es teh di surga, lebih manis dan lebih menyegarkan."
Alvin menggaruk-garuk kepalanya. "Ani, kok kamu selalu nyambungin semuanya ke ceramah sih?"
Ani membalas dengan kutipan TikTok yang lain: "Jangan mencari cinta di TikTok, tapi carilah cinta di dalam sujudmu."
Alvin menghela napas panjang. Ia merasa seperti sedang terjebak di dalam labirin TikTok dan ceramah Ustadz Hanan Attaki.
Beberapa hari kemudian, Alvin mencoba kutipan TikTok lain: "Kamu itu seperti bintang, selalu bersinar di hatiku."
Ani membalas: "Bintang itu ciptaan Allah, sama seperti hati kita. Jadi, jangan hanya memikirkan hatimu, tapi pikirkan juga bagaimana cara mendekatkan diri kepada-Nya. #selfreminder."
Alvin pun menyerah. Ia merasa seperti sedang berkomunikasi dengan robot yang diprogram untuk ceramah dan kutipan TikTok.
"Ani, kayaknya kita memang gak ditakdirkan untuk ngobrol soal cinta. Tapi, mungkin kita bisa ngobrol soal kucingku, Gerry. Dia baru saja belajar joget TikTok."
Ani hanya tersenyum dan kembali fokus scroll ceramah di layar ponselnya. Ia sedang mencari vidio singkat untuk statusnya nanti. Sementara Alvin mulai membaca quran sambil terbata-bata.
Mungkin, mereka akan selamanya menjadi dua orang asing yang hanya berkomunikasi melalui kutipan TikTok dan ceramah.