Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Memotret Hujan (2)
4
Suka
12,942
Dibaca

Aku tak pernah menyerah memotret hujan. Selalu kucari cara untuk bisa memiliki fotonya yang estetis. Kemarau panjang kadang menghantam tanpa ampun. Banyak bunga yang mati karena layu.

Aku tak mau mati karena merindu. Tekadku sudah bulat. Sebelum musim hujan berakhir, aku harus sudah memiliki potretnya.

Aku harus memotret hujan!

Begitu gerimis turun, kulari keluar rumah dibalut jas hujan seraya kubuka payungku. Kuyakin hujan akan mengira aku gadis lain. Atau bahkan laki-laki. Ia tidak akan tahu penyamaranku.

Payung-payung berwarna-warni mengembang dengan cantiknya di jalan ketika hujan mulai deras. Tetes demi tetes air tergelincir ke bumi dengan cepat dan rapat.

Kuambil kameraku dari balik jas hujan dengan hati-hati. Jangan sampai hujan tahu apa yang akan kulakukan. Aku harus bergegas sebelum ia memanggil petir seperti dulu.

Kubidik objekku dengan konsentrasi penuh.

Jantungku berdebar tak wajar.

Sasaran sudah tepat.

Tinggal pencet tombol...

Wusss!!!

Angin kencang sekonyong-konyong datang dan menarik payungku. Aku tak bisa menahan tubuhku untuk tetap berdiri. Aku terseret, dan jatuh. Kameraku luput dari tanganku.

Kedokku terbongkar. Hujan menatapku. Tapi ia tidak menghindar. Hujan menerjang bumi semakin deras. Melampiaskan amarahnya dalam banjir. Menenggelamkan kameraku dalam lumpur.

Pupus harapan.

Sirna impian.

Kupejamkan mata. Kudengar hujan tertawa. Derainya bak tabuhan serdadu yang menang perang.

Saat kusadari, banjir semakin tinggi. Tak kukira hujan bakal begini gusar hanya gara-gara aku berusaha mengabadikan gambarnya.

Hujan mulai reda. Mungkin sadar kemarahannya terlalu agung. Orang-orang pasrah harta mereka tergenang.

Aku diam, teringat kameraku. Tak bisa aku mencarinya dalam genangan air ini.

Kulepas jas hujanku. Basah kuyup rasanya sampai ke tulang. Aku menggigil.

Kudapati bunga-bunga di bajuku tetap bersemi. Tak pernah layu ataupun membusuk.

Hujan kini gerimis.

Syahdu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Kita yang Terbuang dan Hilang
Onet Adithia Rizlan
Skrip Film
Stay With Me
Dian Febriyanti
Skrip Film
Mayflies
Ananda Galih Katresna
Flash
Bronze
KERETA TUJUAN
sisibulan
Flash
Bronze
Politik Berkesenian
Silvarani
Flash
Memotret Hujan (2)
Rie Yanti
Flash
Bronze
Si Kecil
Moment
Flash
Kamu dan rooftop itu
Elkanara K.
Cerpen
Kopi dan Teh
Zoids
Skrip Film
Lama Banget (Script)
nawa
Skrip Film
Ada Cinta di Penjara
Rachman Hakim
Skrip Film
Arunika Ataraxia
Mutiara Cahyani
Skrip Film
ARUNIKA HOSPICE
Ratna Arifian
Skrip Film
Semester 5 yang penuh warna
Mochammad Ikhsan Maulana
Skrip Film
Josi : Si Anak Cerdas
natata
Rekomendasi
Flash
Bronze
Bolu untuk Awan
Rie Yanti
Flash
Memotret Hujan (2)
Rie Yanti
Cerpen
Laki-laki yang Menyukai Perempuan Berambut Pendek
Rie Yanti
Cerpen
Kakek yang Suka Duduk di Tepi Jalan
Rie Yanti
Flash
Bronze
Memotret Hujan
Rie Yanti
Novel
Orasi di Balik Pelaminan
Rie Yanti
Cerpen
Seminggu tanpa Gawai
Rie Yanti
Cerpen
Ami Sakit Perut
Rie Yanti
Cerpen
Sehari Sebelum Melati Masuk Sekolah
Rie Yanti
Cerpen
Standar Kenyang Indonesia
Rie Yanti
Cerpen
Balada Ikan Siap Goreng
Rie Yanti
Cerpen
Dan Semua Orang Bertepuk Tangan
Rie Yanti
Cerpen
Peringkat Palsu
Rie Yanti