Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
6
Suka
11,903
Dibaca

Pohon di depan rumah, seingatku banyak ceritanya.

Batangnya bisa mengalirkan listrik dan menghidupkan bohlam 7 watt setelah energinya disimpan dalam penyimpan arus. Batangnya asam, begitulah alasannya mengapa ia bisa menghantar dan meghasilkan listrik.

Aku bahkan pernah mengira ada yang hendak bundir di pohon itu. Ternyata tali gantungan itu terbentuk karena tali ayunan di hela angin.

Hari ini aku melihatnya lagi pohon itu dari celah jendela di lantai atas. Ujung rantingnya seperti siluet. Mengingatkanku dengan ranting pohon-pohon Jepang atau Korea saat musim salju dalam ilustrasi buku cerita.

Hanya ujungnya yang tampak di bingkai jendela dan latarnya langit putih yang luas, karena langit tak berawan usai hujan datang.

Aku ingat darimana muasal pohon itu ada. Sewaktu aku membangun rumah, aku butuh penanda jalan. Lalu pohon itu aku tanam di sisi halaman terluar sebagai pembatasnya.

Tak disangka ia kuat bertahan, lebih dari aku yang berjibaku bekerja pagi hingga sore. Ia berdiri disana dan tak lama kemudian sudah memiliki cabang. Satu, dua, tiga dan akhirnya menjulang mengalahkan tinggi rumahku.

Daun hijaunya mulai meneduhi halaman, dan menutup terik yang menantang sebelum senja menjelang.

Burung-burung mulai datang. Aku ingat seekor kingfisher-raja udang sering singgah di dahan, menunggu udang-udang putih di kolam sebelah rumah muncul dipermukaan.

Dan hanya dalam hitungan tahun yang singkat, anak-anak tetangga cluster didepan rumah memintaku membuat tali ayunan di dahan kuatmu. Aku pasang dua utas tali dan sebuah papan kecil sebagai dudukan.

Setiap sore anak-anak kini jadi sahabatmu. Aku juga senang, karena aku menyukai anak-anak sejak dulu. Tawa renyah dan riangnya membuatku melambung bahagia.

"Ma, ayun yang keras," ujar seorang gadis kecil meminta pada ibunya.

"Jangan sayang, nanti jatuh," ujar suara lembut ibunya.

"Tapi pohonnya kuat kan ma?"

"Tentu sayang, ini pohon terkuat."

Aku melihatmu terayun-ayun diajak angin bercanda, Aku tau kamu gembira karena seorang gadis kecil yang cantik sekarang tau kamu pohon terkuat.

***

Bertahun kemudian

Aku masih melihatmu kuat meski setiap kali daunmu luruh di ajak musim untuk jatuh. Tapi di musim berikutnya tak lagi daun-daun hijau datang, tapi bunga-bunga kuning menyelubungi dahan rantingmu. Bunganya luruh dihalaman seperti manik-manik.

Ibuku bilang, betapa susahnya menyapu daun-daunmu yang luruh. Tapi ia senang ketika yang luruh di lain waktu bunga-bunga kuning tanpa daun.

Di waktu berikutnya aku melihatmu kehilangan seluruh rindangmu, menyisakan ranting-ranting menjulur panjang ke langit. Tapi aku justru terkesima memandangmu, apalagi di kala senja ketika siluet ranting berpadu dengan rona jingga.

Dan diakhir tahun kemarin batang-batangmu luruh. Aku pikir kamu akan pergi. Tapi ternyata tak lama tunas-tunas baru muncul di bawah batang-batang mati itu. Dan hari ini aku melihatmu bersemi lagi. Meski ranting-ranting di pucuk meranggas mati.

Jadi begitulah, sebuah pohon adalah sebuah kehidupan dengan ceritanya sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Cinta Pertama
Andini Ekaputri Nuraulia
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Novel
MENGGAPAIMU
Fathiyah Nabila
Novel
DETAK
AhyaBee44
Cerpen
Bronze
Run, I Love You
Jie Jian
Flash
Bronze
Monyet Lirik Sana Sini
Nuel Lubis
Cerpen
Serpihan Jingga di Ufuk Senja
Rahman wahyudi
Novel
Bronze
Gemintang
Prily R. Madansary
Novel
Bronze
Alfa Beta
Rizky Ade Putra
Flash
Kami, Kumpulan Tidak Normal
Rimadian
Novel
Gold
I HATE BACKSTREET!
Bentang Pustaka
Skrip Film
Privilése
Yuvitalya
Flash
Bronze
Sembilan Nyawa
Silvarani
Novel
Gold
The Fault in Our Stars
Mizan Publishing
Novel
Gold
Public Enemy
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Flash
CAFE LATTE MERAH
Hans Wysiwyg
Cerpen
SYURGA YANG DILELANG
Hans Wysiwyg
Flash
Kesempatan Kedua
Hans Wysiwyg
Cerpen
Harmonika Déjà vu
Hans Wysiwyg
Flash
Teman Teduh
Hans Wysiwyg
Cerpen
The Two of Us
Hans Wysiwyg
Cerpen
Secarik Kertas
Hans Wysiwyg
Flash
Kesempatan Kedua (the end)
Hans Wysiwyg
Flash
Suami Terba(l)ik
Hans Wysiwyg
Cerpen
Susah Lupa
Hans Wysiwyg
Flash
Bangku Kosong di Baris Kedua
Hans Wysiwyg
Flash
Mimpi Teduh
Hans Wysiwyg
Flash
SEMANGKUK NASI UNTUK AYAH
Hans Wysiwyg
Flash
Kafe Diatas Langit
Hans Wysiwyg