Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Belanja
1
Suka
25,652
Dibaca

Hari ini, Fajar bersiap-siap hendak ke supermarket. Nita merayu kakaknya supaya diperbolehkan ikut.

“Ayolah, Mas, boleh, yaa? Nita janji takkan nakal di sana.”

“Tidak boleh. Kalau Mas sudah bilang tidak boleh, ya berarti tidak boleh!”

“Aduh, jahatnya Mas Fajar ini! Bu! Ibu, Mas Fajar jahat sama adiknya!”

Fajar bersembunyi di balik kursi. Ibu bergegas datang. Dikiranya, Fajar menyakiti adiknya sampai dia menangis.

“Apa, sih?” tanya Ibu.

“Itu, loh, Mas Fajar, tidak mau kalau Nita ikut ke supermarket! Padahal, Nita sudah janji tidak akan merepotkannya!” kata Nita.

“Fajar, sudahlah, ajak adikmu ke supermarket sana. Nih, Ibu kasih uang lebih buat jajan,” Ibu buru-buru menyodorkan selembar uang sepuluh ribu kepada Fajar.

Fajar mendesah sambil menerima uang itu. Mereka berdua pun berangkat naik sepeda. Setibanya di supermarket, Fajar langsung mengambil troli.

“Mas, Nita mau naik ke trolinya!”

“Ih, kamu, kan, sudah besar. Malu nanti, dilihat sama orang lain!”

“Biar saja. Ayolah, Nita naik, ya?”

Fajar pasrah. Digendongnya Nita dan diletakkannya di atas troli.

Mereka mampir ke rak-rak tempat penjualan bahan makanan. Fajar mengambil kaleng sarden, lalu memasukkannya ke dalam troli. Nita memandanginya dengan penuh minat.

“Kita mau makan sarden, ya, Mas?” tanyanya.

“Iya,” sahut Fajar ogah-ogahan. “Disuruh sama Ayah.”

Nita tersenyum lembut. Setelah mengambil sarden, Fajar mendorong trolinya dan mengambil beberapa bungkus ayam.

Kemudian, setelah berbelanja membeli banyak makanan, akhirnya mereka pergi ke rak tempat biskuit-biskuit. Di sana, Fajar mengambil sebuah bungkus biskuit keju. Nita menolaknya.

“Aku tidak suka keju,” katanya.

“Terus mau apa?” ujar Fajar.

Nita menunjuk ke arah peti es krim.

“Es krim? Yang benar saja, Nita!” kata Fajar.

Dengan tangan ditangkupkan, Nita memasang wajah memohon.

Fajar mendengus. Anak itu mendorong troli sekuat tenaga menuju peti es krim. Untungnya, di sana ada petugas yang sedang sibuk merapikan es krim.

“Halo, Dik, mau ambil es krim, ya?” tanya petugas itu dengan ramah.

“Iya, Pak,” jawab Fajar.

“Maaf, ya, peti es krimnya sedang diperbaiki. Stok es krimnya juga sedang kosong. Maaf, ya,” kata petugas itu sambil membelai rambut Fajar.

Nita menunduk kecewa. Fajar berusaha tersenyum, walau sebenarnya dia ingin sekali makan es krim.

“Kalau Adik-adik mau makan jajan, itu di rak sana ada biskuit dan kue-kue. Kalian bisa beli itu dulu,” si petugas menunjuk ke arah lorong berisi rak-rak biskuit yang tadi dilewati Fajar dan Nita.

Fajar mengucapkan terima kasih, lalu kembali ke lorong tadi.

“Bagaimana? Mau kue yang lain? Mas lihat di sini ada kue cokelat,” kata Fajar.

“Okelah kalau begitu. Ambilkan yang rasa cokelat,” kata Nita.

Fajar mencari biskuit murah yang ada rasa cokelatnya. Setelah dicek, harganya ternyata sepuluh ribu.

Kemudian, kedua anak itu pergi ke kasir. Nita sudah tidak berada di troli. Dengan membopong dua tas belanja, mereka berdua pulang ke rumah.

“Nanti sampai di rumah, kita makan biskuitnya, ya?” kata Nita.

Fajar mengangguk.

Di rumah, mereka makan siang dengan sarden. Kemudian, mereka makan biskuit. Nita menceritakan pengalaman mereka tadi di supermarket.

“Coba kalau kamu tidak ikut, pasti es krimnya masih ada!” kata Fajar pada adiknya.

“Benar. Tapi kalau Nita tidak ikut, Ibu, kan, tidak bakal memberi uang jajan lebih!” kata Ayah, yang membuat semuanya tertawa.

“Ternyata semua kejadian ada konsekuensinya. Tak perlu rugi karena tidak mendapat yang kita inginkan. Yang penting, kita bisa hidup bahagia,” kata Ibu.

Fajar dan Nita tersenyum senang. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Senyum teduh pelangi
zifarak
Novel
Bisakah aku menjadi milikmu?
Uswatun Hasanah
Skrip Film
Sapaan Rindu
Bias Divhanka
Flash
Belanja
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Bronze
Morning, Doctor!
Deianeira
Novel
Bronze
Portrait of Yesterday
Febriyanti Putri Ruspandi
Novel
Bronze
Nyanyian Hujan
Aizawa
Novel
Gang Delima
Enya Rahman
Skrip Film
LOVE DRAWS
Cloverbean
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Novel
Gold
Perjalanan Mengalahkan Waktu
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Luka yang Terpendam
Leni Juliany
Novel
Bronze
Someday
Ratih Abeey
Novel
Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au
Christina Septi
Novel
Dita dan Tanja
Rifatia
Rekomendasi
Flash
Belanja
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Ceroboh
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Trend
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Jalan yang Kamu Pilih Adalah Jalan Menuju Kebaikan
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Bukan Sekedar Perjalanan
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Mind vs. Machine
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Cerdas Cermat
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Lagu Persahabatan
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Peri Gigi Marah
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Guru Marah
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Kebahagiaan untuk Ninik
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Sebuah Gambar dan Sebuah Puisi Untuk Tahun Baru
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Isi Bekal Amel
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Seandainya Hujan Tahu Apa Keinginanku
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Bronze
Pak Guru Says!
Kiara Hanifa Anindya