Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Yellow #2
5
Suka
25,739
Dibaca

"Hati siapa yang tidak terenyuh melihatnya? Apakah kau tidak? Anak sekecil itu dicat silver lalu berlarian di tengah hujan jalanan yang dipadati lalu lalang kendaraan untuk mengemis uang. Bukankah mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan, kemana orang tuanya?"

Adalah di sebuah perempatan Buah Batu kota Bandung, sebuah persimpangan besar yang menyatukan dua nama jalan besar, Buah Batu dan Soekarno- Hatta. Perempatan ini seolah-olah tak punya penghalang apapun dengan langit, jika musim hujan akan tumpah ruah begitu saja, dan jika musim panas akan membara tanpa ampun. Tapi bagi beberapa orang yang dilihat Karen siang itu , tempat itu justru adalah rumah, sama sekali tidak nyaman tapi memberi mereka sambungan hidup.

"Karen, bayangkan kalau kau tidak pernah ada? Apa yang bisa kau perbuat?"

"Maksudmu?"

"Sesekali cobalah merenungkan ini, bayangkan kau tidak ada, tidak pernah ada, apakah bisa terbayang? Apa nilai dari ketiadaan?"

"Tidak ada, kosong."

"Jadi, sebejat apapun orang tuamu, tapi berkat mereka kau ada. Apakah itu tidak cukup alasan untuk mencintai?"

"Tapi orang tua yang menghadiahkan kehidupan yang kejam, apakah perbuatan itu bisa diterima?"

"Seburuk apapun hidupmu di dunia ini, Kau tetap akan punya peluang untuk hidup bahagia selamanya kelak. Dan syarat mutlaknya cuma 1, kau harus dilahirkan. Berapa? 60, 80, bahkan 100 tahun itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan selamanya, Karen. Sekarang Ayah tanya sekali lagi, apakah itu tidak cukup untuk alasan mencintai?"

"Aku tidak tau Ayah, ouhhh ... betapa beruntungnya aku punya orang tua yang menyayangiku."

"Dari mana kau berpikir itu sebuah keberuntungan? Hal-hal besar justru lahir dari penderitaan, perjuangan bangkit dari kemiskinan misalnya, jika dilakukan dengan cara-cara yang baik akan membuatmu begitu mulia dimata Tuhan dan makhluk."

"Tapi itu sangat sulit, terlebih kita tinggal di negara yang lebih dari separo masyarakatnya adalah oknum."

"Jika itu mudah, namanya bukan perang."

Karen lalu terdiam, merenung dan separo mengerti, sembari ia mengingat-ingat tentang peristiwa-peristiwa lain yang serupa. Dunia adalah wujud konstan yg tidak bisa dipengaruhi, berjalan sesuai kaedah penciptanya, kejam bagi sebagian orang, kebahagiaan semu bagi sebahagiannya, lalu apa sebenarnya tujuan kita hidup?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Yellow #2
Adel Romanza
Novel
Better than You
Slukepyn
Komik
The Disguised Blessing
yelartcreation
Skrip Film
Cuk (A Story of Virginity)
Astri Apriyani
Skrip Film
Orang-orang Bawah
Indah Zuhairani Siregar
Skrip Film
MY LOVE 2
maisara
Flash
Aku Mencintaiku
SITI NUR AISYAH
Skrip Film
(Skenario Film) THE PAST
madiani_shawol
Flash
MONYET DI POHON SAWIT
Miley Ann Hasneni
Flash
Mama
Farah Maulida
Flash
Yellow #1
Adel Romanza
Cerpen
seamin tak seiman
Dwi Ramadhani
Novel
Bronze
Jodoh Oh Jodoh
Farah Salma Putriani
Novel
Kursus Jatuh Cinta
Jessy Anggrainy Rian
Skrip Film
Ambang
Dessy Oktavia
Rekomendasi
Flash
Yellow #2
Adel Romanza
Flash
Yellow #1
Adel Romanza
Cerpen
Bronze
Sesal
Adel Romanza
Novel
Supermoon
Adel Romanza
Flash
Elezier
Adel Romanza
Flash
Yellow #3
Adel Romanza
Flash
Hati si Penyendiri
Adel Romanza
Cerpen
Jus Apel
Adel Romanza