Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Tertawan Hati
5
Suka
19,026
Dibaca

Luna membiarkan dirinya kuyup, berjalan menyusuri jalan setapak sepulang dari kafe. Lama ia duduk disana membiarkan selimut dingin malam membalutnya. Matanya terpaku pada langit yang kelabu. Hatinya dipenuhi rasa rindu yang tak berkesudahan, seperti nyanyian hujan yang terus berdenting di ruang-ruang sunyi.

Aksa, lelaki yang telah mencuri hatinya. Sosok itu adalah badai sekaligus pelabuhan; tidak sempurna, tapi selalu menjadi tempat yang ia ingin tuju. Sayangnya, badai akhir-akhir ini terasa begitu mengguncang, angin besar itu membawa jarak dan duka yang tak diundang.

Surat terakhir Aksa hanya berisi sepenggal kalimat: "Maaf, aku tak yakin masih bisa menjadi aku yang kau harapkan."

Kalimat itu terasa menusuk seperti belati, tapi Luna memilih menggenggam belati itu erat-erat daripada kehilangan kehangatan yang tersisa di dalamnya.

"Aku tahu ini sulit," bisiknya pada bayangan Aksa yang tak nyata, "tapi mencintaimu adalah hal terindah yang pernah terjadi padaku. Bahkan jika dunia meruntuhkan harapan, aku akan tetap di sini, menjaga nyala yang kau tinggalkan."

Gadis itu tak tahu berapa lama lagi ia bisa bertahan. Tetapi cinta yang ia rasakan bukanlah cinta yang membutuhkan balasan sempurna. Cinta yang bertahan dalam badai, yang rela menanti meski kabut tak kunjung terangkat.

Malam itu, Luna menulis sepucuk surat.

"Sayang, jika suatu hari langkahmu terasa ringan lagi, pulanglah. Aku tidak akan bertanya ke mana engkau pergi. Aku hanya ingin melihat mata yang pernah membuatku percaya bahwa dunia ini bisa indah meski penuh luka."

Ia meletakkan surat itu di dalam laci, seperti menyimpan harapan kecil di sudut hatinya. Lalu, ia tersenyum lirih pada dirinya sendiri, membiarkan air mata jatuh tanpa suara.

Cinta adalah anugerah sekaligus ujian, pikir gadis itu untuk kesekian kalinya. Dan jika bertahan adalah caranya mencintai, ia akan tetap di sini, hingga waktu memutuskan bagaimana akhir cerita mereka.

Luna memejamkan mata, membiarkan hujan membasuh luka yang belum sembuh. Dalam hatinya, ia percaya—cinta sejati tidak pernah benar-benar pergi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Tamu si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Tertawan Hati
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Mars untuk Venus
Neng Jihan
Skrip Film
T(EAR)IMISSU
Atsuka D
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Novel
Slipped Away
Dominique and Aurel
Novel
RATU SEJAGAT
Bintang Maharani Rahmania Putri
Flash
CINTA TERPENDAM
D. Rasidi
Cerpen
Bronze
Buah Hatiku
OvioviO
Novel
Friend with Benefits
it's her.
Novel
Bronze
Musim Dingin di Izmir
Diana Dia
Novel
25 Days To Stole Your Heart
TUAN ALASKA KIKIRI
Flash
Surat yang Tak Pernah Salah Alamat
Penulis N
Flash
Secret love
almirah Yuliyanti
Flash
PRA NIKAH
Nurmala Manurung
Rekomendasi
Flash
Tertawan Hati
Hans Wysiwyg
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Flash
Orang Asing di Ujung Jembatan
Hans Wysiwyg
Flash
PAMIT
Hans Wysiwyg
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Cerpen
Ayah, Aku Pulang
Hans Wysiwyg
Flash
Bapak Rumahan
Hans Wysiwyg
Cerpen
Pamit
Hans Wysiwyg
Flash
Bos Kubikel
Hans Wysiwyg
Cerpen
FAKE PSIKOPAT
Hans Wysiwyg
Flash
Mestakkung
Hans Wysiwyg
Flash
CINTA MATI
Hans Wysiwyg
Flash
아이구 Aigoo, Still Re
Hans Wysiwyg
Flash
Monoton
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg