Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Babi Babi Babi
13
Suka
18,508
Dibaca

Aku adalah seorang petugas kesehatan yang terjebak dalam lift bersama sepuluh pasang manusia. Kami berjejal di ruang seukuran dua amben. Hanya aku yang memakai APD. Manusia lainnya hanya pembesuk. Aku tak kenal mereka, mereka tak kenal aku. Apa yang kulakukan bukan urusan mereka. Apa yang mereka lakukan bukan urusanku.

Satu-satunya yang kutahu: saat aku mengantarkan seratus botol serum dalam kotak pendingin, tiba-tiba lift macet. Lampu mati. Lubang udara tersumbat. Kulihat dua puluh orang panik, lalu semua berdebat meski kuyakin tak ada yang mengerti. Tolol, tak setiap hari manusia terjebak dalam lift, lalu kenapa kalian bicara seolah ini makanan sehari-hari?

Begitulah. Aku memilih diam. Kupercaya teknisi Rumah Sakit bisa memperbaikinya. Aku menggelosoh. Bersandar. Sampai seseorang berbalik membentakku. “Kamu kerja di sini?”

Aku mengangguk sambil memeluk kotak pendingin. Itu satu-satunya tanggung jawabku. Aku harus melakukannya sebaik mungkin. Dia menuding. “Bantu kami! Dari tadi kulihat kamu hanya memegangi kotak itu! Apa isinya?!”

Mungkin karena bentakannya, sembilan belas orang lain sontak memandangku.

Aku masih diam. Menunjuk tulisan di kotak, Introcostrinpethidine Euthymoni Ropinirolembien. Aku tak yakin mereka mengerti, tapi bukan tugasku menjelaskannya. Lagipula ini bukan serum untuk mereka, jadi untuk apa capek-capek menerangkan?

Mereka semua membaca, berpandangan, lalu semua menudingku sambil membentak bersahut-sahutan.

“Ini vaksin yang dibuat dari penis babi itu!”

“Ditambah darah pelacur!”

“Katanya kalau disuntik ini, kita akan jadi komodo!”

“Benar!”

“Ternyata rumah sakit ini penjualnya!”

“Hancurkan! Bakar!”

“Obat iblis!”

Lalu mereka semua menyerangku, berusaha merebut kotak pendingin. Sia-sia kumencoba bertahan. Mereka terlalu banyak! Dalam sekejap kotak itu mereka rampas. Lalu dari dalam lift yang gelap terdengar suara ratusan botol pecah. Kemudian senyap.

*****

Beberapa jam kemudian, para teknisi berhasil membuka lift. Lalu keluar seorang petugas kesehatan memakai APD sambil menggiring dua puluh ekor babi gemuk merah muda.

Seorang teknisi garuk-garuk kepala. “Terjadi lagi?”

Petugas kesehatan itu hanya mengangkat bahu, lalu melengos pergi.[]

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Misteri
Novel
Cat in The Trap
IyoniAe
Flash
Babi Babi Babi
Hendra Purnama
Flash
Misteri Peta Kuno: Petualangan Kilat62 Menuju Lembah Emas
kilat62
Cerpen
Bronze
Labirin Di Balik Peta Kulit Manusia
Rosiana Quraisin
Flash
Perjanjian Pikiran
Rere Valencia
Cerpen
LOCK IT DOWN
Rama Sudeta A
Flash
KELINCI ULANG TAHUN
Arthur William R
Novel
Alif Lam Mim
Zainur Rifky
Flash
Bronze
Terkurung
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
VILLA NOCTURNA: SAJAK PATAH, JAM DAN PINTU YANG TAK PERNAH TERTUTUP
glowedy
Cerpen
Bronze
Ranger Rigies Forest
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
Kemala Kembali (3)
Omius
Cerpen
Lily
9inestories
Novel
CHAINS : The Fragments of Another Story
Lyneetra
Novel
Pirsa Mistik
Ariya Gesang
Rekomendasi
Flash
Babi Babi Babi
Hendra Purnama
Flash
Seorang Operator Telepon di Negara Dunia Ketiga
Hendra Purnama
Flash
A Bittersweet Reminder
Hendra Purnama
Flash
Sosis
Hendra Purnama
Novel
Wicked Game
Hendra Purnama
Flash
Post Apocalypse di Wasteland
Hendra Purnama
Novel
Meja Bundar
Hendra Purnama
Novel
Mozaic
Hendra Purnama
Skrip Film
Awang Mencari Pahlawan
Hendra Purnama
Novel
Masihkah Senyum Itu Untukku?
Hendra Purnama
Flash
Sebuah Ciuman Terakhir Di Dunia
Hendra Purnama
Flash
Tiga Sendawa Pada Satu Masa
Hendra Purnama