Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Gadis dengan Sesuatu di Pangkuannya
0
Suka
2,836
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Pagi itu udara terasa dingin. Hujan semalam tadi masih menyisakan titik-titik gerimis yang jatuh ke atas bantalan rel. Dan sebagian lainnya jatuh ke atas bahu-bahu para pekerja. Menciptakan titik-titik gelap di atas kemeja atau jaket mereka.

Mereka yang tetap melangkahkan kaki dengan tegap ke stasiun terdekat. Walaupun selembar selimut pasti lebih cocok untuk cuaca seperti ini.

Aku adalah satu dari para pekerja itu. Langkahku tegap, meski hatiku ingin pulang. Aku akan tetap berjejalan di dalam gerbong besi, mengizinkan orang-orang tak ku kenal melanggar area privasiku.

Tapi sebelum itu, izinkan aku duduk dulu. Biarkan aku menunggu kopi panas di tanganku berubah menjadi hangat sebelum aku meminumnya.

Jadi, alih-alih berpindah kereta, aku malah memandangi keramaian stasiun sampai mataku menangkap sebuah kursi di peron. Banyak orang sedang menunggu kereta yang datang, tapi tak seorang pun yang duduk di kursi itu. Tak seorang pun kecuali seorang gadis yang membawa sesuatu yang besar di atas pangkuannya.

Aku memutuskan untuk menghampirinya. Aku menghampiri kursi itu.

“Permisi,” kataku, lalu duduk di samping gadis itu.

“Silakan.” Ia tersenyum lama. Cukup lama hingga membuatku merasa kikuk.

Mataku mencari-cari sepatah basa-basi. Hingga aku menatap benda besar di pangkuannya.

“Apa itu?” tanyaku sambil menunjuk benda besar di pangkuannya.

Gadis itu mengalihkan pandangannya, dariku menuju benda di pangkuannya.

“Ini–” ia seperti ragu. Aku jadi tidak enak karena telah bertanya.

“Ini cinta.”

Akhirnya ia menjawab. Suaranya terdengar indah saat mengucapkannya.

“Oh. Mengapa kau bawa-bawa?” tanyaku kemudian.

“Ini terlalu besar untuk kusimpan sendiri.”

“Benarkah? Jadi kau harus membawanya seperti itu?”

Gadis itu mengangguk. “Ngomong-ngomong, apa kau mau?” tanyanya tiba-tiba.

Aku berpikir sejenak. “Apa boleh?” Aku balik bertanya penuh minat.

“Tentu. Buka tanganmu.”

Aku membuka kedua telapak tanganku dan menyodorkannya kepada gadis itu.

“Sedikit atau banyak?” tanyanya.

“Terserahmu saja.”

Lalu ia mengambil sebagian dari cinta itu dan meletakkannya ke atas kedua telapak tanganku. Tak lama kemudian, aku terbakar.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Reflection Of Regret
Aldaaldifa
Flash
Gadis dengan Sesuatu di Pangkuannya
Noury Gagarin
Novel
Life for Love
Fatimatuzzahro
Novel
Bronze
After I(rana) met U(pravda)
Nsr.Andini
Novel
Harapan Dalam Bintang
Allindri S Dion
Novel
Gold
Asta's
Bentang Pustaka
Novel
One Wish
Mozzalena
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Flash
Bronze
Nyanyian Kode
Ron Nee Soo
Novel
Feel Special
Ntalagewang
Novel
Bronze
Toxic Relationship
Moriz Salvatore
Novel
Bronze
Terpikat Pesona Berondong Targetku
Brille23
Novel
Gold
ASAL KAU BAHAGIA
Falcon Publishing
Flash
Sepayung Berdua
Rafael Yanuar
Novel
Putri Sekolah
fabian
Rekomendasi
Flash
Gadis dengan Sesuatu di Pangkuannya
Noury Gagarin