Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
PAMIT
4
Suka
21,635
Dibaca

Aku mengenalnya di tempat ia menjual bunga, di toko kecil miliknya. Kami mengobrol banyak setelahnya. Tapi beberapa hari kemarin aku tak melihatnya, seseorang bilang ia terbaring di rumah sakit.

Seminggu setelahnya aku melihatnya lagi disana. Duduk dan tersenyum di toko bunganya itu lagi, sayang sekali aku tak sempat menyapanya.

Malamnya, entah kenapa aku ingin berhenti sejenak di depan toko bunganya, berdiri di disana, hanya berdiri.

Tapi paginya, aku dengar kabar ia telah pergi. Aku belum sepenuhnya mengenal dia, tapi yang aku tahu dia gadis yang baik.

Limfoma, menghentikan semua rencananya, suka citanya di hari ini. Menyimpan senyumnya untuk semua orang, begitu juga untukku.

Kadangkala hidup memberikan kita cerita yang aneh. Ibu tua yang selalu aku temui saat keluar dari lorong komplek rumahku, setiap pagi hening berjalan terbungkuk mengikat bunga-bunga liar menjadi buket.

Ia tersenyum setiap kali melihatku. Tapi hingga detik pagi ini, ia masih tetap begitu, tersenyum dengan buket bunga liarnya, ia baik-baik saja.

Tapi tidak dengan gadis penjual bunga itu. "Aku menjual keharuman, mengisi kekosongan rumah dan hati banyak orang dengan bunga-bungaku," katanya dengan gembira memberitahuku hal-hal baik.

Tapi, ia justru pergi lebih cepat dari nenek pengikat buket bunga liar itu, pagi ini.

Aku tercenung, hidup memang penuh rahasia. Jika Tuhan rindu ingin bertemu, Ia akan menjemput kita.

Kita semua akan pulang ke rumah-Nya, karena kita hanya meminjam dunia pada Tuhan yang memberi kita waktu sejenak. Mengelana dalam fana, dan kembali jika Tuhan suka.

Meski hingga terakhir kita tak bisa bertegur sapa, setidaknya hati baik dan senyummu menjadi ingatan, pengisi hati yang kosong, termasuk aku yang diam-diam merindukanmu.

Selamat Jalan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
PAMIT
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Coffee Blend
Vika Rahelia
Cerpen
JANJI MELATI
Azalia Lenka
Novel
My CEO is My Ex
WahyuniTyas3
Cerpen
Antara Bumi & Angkasa
Sayidina Ali
Novel
Sephora
Noranita Vinka
Novel
Love Paint
araajauu
Novel
After SUNSET
Siti Rohmah
Novel
"The Critical Love"
muh.ramadhana
Novel
Tempat Mak Berpindah
Nova Yarnis
Novel
Suami Tentaraku
Aisyah Nana
Novel
Bronze
ANGKASA
Safina Tri Maharani
Novel
Tiana Merindu
mary dice
Novel
Bronze
Waktu; di pesisir utara
Syauqi Sumbawi
Novel
Bronze
Melati Milik Pangeran
Liza Ulfa Maesura
Rekomendasi
Flash
PAMIT
Hans Wysiwyg
Novel
DI BAWAH LANGIT YANG TERLUKA Beneath The Wounded Sky
Hans Wysiwyg
Novel
DEKUT MERPATI PEMURUNG--The Mourning Dove Calling
Hans Wysiwyg
Flash
RUMAH SUNYI TANPA AKU
Hans Wysiwyg
Flash
Kesempatan Kedua (the end)
Hans Wysiwyg
Cerpen
Jendela yang Pecah
Hans Wysiwyg
Flash
Luruh Bersama Angin
Hans Wysiwyg
Cerpen
FAKE PSIKOPAT
Hans Wysiwyg
Cerpen
Pamit
Hans Wysiwyg
Novel
Stalker Misterius KOZMIC BLUES
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Semalam
Hans Wysiwyg
Flash
Gadis Kecil Di Trotoar
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Baper
Hans Wysiwyg
Flash
Boba
Hans Wysiwyg
Cerpen
The Two of Us
Hans Wysiwyg