Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Bakat
4
Suka
6,725
Dibaca

Apakah aku cukup adil untuk menilai kalau kita sebenarnya tidak punya bakat? Apa kita hanya mengelabui diri sendiri? Entahlah …. Tapi aku tahu aku tengah berdiri di lapangan ini, menunggu bola datang, menunggu bola untuk dikejar yang kemudian akan ditendang lagi …. Merebut bola atau direbut .... Sepertinya bodoh, tapi … mereka bersorak, mereka berteriak semangat; berharap di bunyi panjang peluit terakhir nanti mendapat kemenangan ….

Jikapun kita menang. Lalu apa? Kita pulang ke rumah masing-masing dan tidur—itupun kalau punya rumah, tapi pastilah kita akan tidur. Lalu bangun, lalu menjalani hidup, hari demi hari yang kemudian kita songsong kematian …. Lalu kita menghadap Tuhan dan Tuhan pun bertanya, apa yang telah kita lakukan dengan hidup kita? Haruskah aku menjawab, mengejar bola dan menendangnya?

Bola menghampiri dan aku menerimanya. Aku giring menuju ranah lawan, namun tidak lama.

Dua orang pemain lawan segera menghadangku dan aku tahu aku akan sulit melewati mereka, maka aku hanya bisa menendangnya lagi ke belakang untuk rekanku. Lalu dua pemain lawan itu meninggalkan aku sendiri.

Oh Tuhan, inikah hidup?

Tapi mereka bersorak! Mereka gembira seolah semua ini ada artinya! Apa aku saja yang salah melihat? Apa aku melihat dari sudut pandang yang salah?

Kembali bola datang menghampiriku.

Amarah dan putus asa seketika menguasaiku, membuatku memutuskan menendang bola sekuat tenaga hingga bola itu melambung naik, naik dan naik. Aku tahu, seharusnya aku tidak melakukannya. Tidak seharusnya aku menendang dengan alasan marah, karena aku tahu … aku cukup bisa mengerti kalau mereka tidak akan mengerti aku sebagaimana aku tidak mengerti mereka kenapa mereka tergila-gila dengan kebiadaban berkedok olah raga. Aku tahu, dengan menendang membabi buta tidak akan membuat mereka mengerti, terlebih lagi ketika bola itu naik, naik dan naik, lalu tanpa aku sadari arah tendanganku itu membuat bola datang ke gawang lawan dari atas. Mengingat jarakku cukup jauh dari gawang, sepertinya penjaga gawang tidak siap akan datangnya bola dan terlambat untuk melompat. Bola tipis menyentuh mistar gawang, namun berhasil menembusnya dan mendarat di dalam gawang tanpa menyentuh jaring.

Hening ….

Hanya sekejap ….

Lalu, mendadak sorak-sorai meledak bak langit akan runtuh!

Aku saksikan empat rekan timku menghampiri cepat, namun sensasi yang aku rasakan malah seperti gerak lambat sebuah tampilan video. Kebas. Nyaris tak berasa. Mereka melompat menerjangku, memeluk dan gembira. Menyoraki keberhasilanku mencetak skor. Hanya karena aku melampiaskan amarah ke gumpalan kulit bundar yang malang.

Inikah bakat?

Seviral apapun meme, “Tendanga Gledek” atau “Kaki Hercules” atau sekadar “MVP” setelah pertandingan nanti, aku tidak bisa mengklaimnya. Namun aku juga tidak bisa menahan tanggapan orang kalau aku orang berbakat.

Apa yang harus aku lakukan?

Sepertinya tidak ada. Hanya menggelinding seperti bola, menunggu tendangan-tendangan takdir menghantamku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Bakat
DMRamdhan
Flash
Bronze
Pisau Dapur
Diba Tesi Zalziyati
Novel
Bronze
Freedom Fighter
TheEod
Cerpen
Bronze
Bom89 Link Daftar Situs Judi Online Slot Gacor Gampang Menang
bom89 official
Novel
LIBERO
Yattis Ai
Novel
Manahara
Jangkar Mata
Novel
Remarkable 2: Special Bonus Prize
FS Author
Novel
Everybody Has Gone Crazy
Eviannelise
Flash
Senandung Kerinduan di Balik Jendela November
Lukitokarya
Flash
Bronze
SALAH PAHAM
sisibulan
Flash
Bronze
Walid Di Tengah Badai
penulis kacangan
Novel
Bhairava
Ghozy Ihsasul Huda
Cerpen
Bronze
Tentang Kawanku Bob Si Anak Pasar
Habel Rajavani
Skrip Film
Black Suit
Anggria Ahda Mawadati
Flash
Pendingin ruangan
roma dhon
Rekomendasi
Flash
Bakat
DMRamdhan
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Flash
Bronze
The End of Joni Oblong
DMRamdhan
Novel
Bronze
FATEBENDER
DMRamdhan
Novel
Bronze
Flight of Birds
DMRamdhan
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Cerpen
Akhir Sebuah Perang
DMRamdhan
Flash
Bronze
Sepadan
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Korslet (Kisah Seputar Kopi dan Resleting)
DMRamdhan
Cerpen
Sang Pembisik
DMRamdhan
Flash
Bronze
A Brief History of a Cadaver
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Skrip Film
Ruang Rahasia Ibu
DMRamdhan
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan