Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Sepotong Senja di Ujung Jalan
0
Suka
26,126
Dibaca

Di ujung jalan setapak, aku berdiri menatap senja yang perlahan tenggelam. Langit merah jambu berganti jingga, menyemburatkan warna-warni kehidupan yang seolah tersapu angin. Ada sesuatu yang abadi di sana, dalam cahaya yang redup, seolah alam sedang membisikkan rahasia tentang perjalanan yang lebih besar dari sekadar hari ini.

Di sebelahku, Ayah duduk di kursi rotan tua, pandangannya lurus ke depan. Usianya sudah menua, langkahnya tak lagi tegap, tapi senyumnya tak pernah hilang. "Senja itu, Nak," katanya perlahan, suaranya serak oleh waktu, "adalah pengingat bahwa setiap akhir memiliki keindahannya sendiri."

Aku terdiam, memandangi bayangan kami yang memanjang di tanah, terbentuk oleh cahaya yang tersisa. Selama ini, aku selalu takut akan perpisahan, takut kehilangan, takut pada hal-hal yang tak bisa kukendalikan. Namun, di hadapan senja ini, aku mulai memahami bahwa segala sesuatu memang harus berakhir. Dan di setiap akhir, ada janji tentang awal yang baru.

“Ketika hidup memberimu akhir, jangan hanya berduka karena hilangnya hari,” lanjut Ayah. “Rayakanlah apa yang pernah ada, dan bersiaplah untuk yang akan datang.”

Kata-kata Ayah menyelinap ke dalam hatiku, menancap dalam. Ternyata, hidup bukan tentang bagaimana kita menghindari akhir, tetapi tentang bagaimana kita belajar menerima dan memeluknya. Karena di setiap senja yang pergi, akan ada fajar yang menanti.

Senja pun semakin pudar, tapi hangatnya tetap terasa. Aku menatap Ayah, tersenyum, lalu menunduk mencium tangannya yang sudah mulai keriput. Dalam keheningan itu, aku mengerti satu hal: perjalanan tak pernah benar-benar selesai, ia hanya berubah bentuk, seperti senja yang menyerahkan dirinya pada malam, agar fajar bisa terbit kembali esok pagi.

---

Terkadang, hidup menghadirkan senja, sebuah akhir yang penuh keindahan dan makna, yang mengajarkan kita bahwa perpisahan bukanlah titik akhir dari kebahagiaan, melainkan kesempatan untuk menjemput cahaya baru yang menanti di balik gelapnya malam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Sepotong Senja di Ujung Jalan
Hendra
Novel
Guys & Girls
Ayuk SN
Novel
Pelanduk di dalam Cerang
Syaa
Novel
Gold
KKPK Two Beautiful Princess
Mizan Publishing
Novel
Benang yang Tak Putus
Rie Yanti
Skrip Film
Fireworks
Ade Pramoedya Ananta
Flash
Sang Penghibur Kerajaan
Jaydee
Novel
CERITA BAPAK TENTANG MASA LALU
Embart nugroho
Skrip Film
Setulus Cinta
Muhammad Riza Afthoni
Novel
Bronze
Friends
Arinaa
Novel
Coronavirus Love Story in 'Desa Lele'
Gloria Morgen
Cerpen
Bronze
Dibalik Mata yang Kosong
Kim Prime
Novel
Mimpi dibalik layar
Bangbooszth
Skrip Film
SIBLINGS
Intan lastari
Flash
Bronze
Warisan
silvi budiyanti
Rekomendasi
Flash
Sepotong Senja di Ujung Jalan
Hendra
Novel
Kisah dari Desa
Hendra
Skrip Film
Mencari Irama
Hendra
Flash
Bronze
Bayangan di Atas Kamar
Hendra
Cerpen
Cahaya di Tengah Jalan Buntu
Hendra
Cerpen
Bronze
Lagu untuk Sahabat
Hendra
Flash
Kembali ke Warna
Hendra