Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
FALL
2
Suka
31,459
Dibaca

Tepat di bawah sang Dewa yang sedang memancarkan cahayanya ke seluruh jagat raya, aku tengah duduk termenung sendirian di sebuah kekosongan di ujung utopia, pembatas antara parade kebohongan dan gerombolan kebenaran yang penuh sesak dengan berbagai macam kekacauan dan kerusakan di bawahnya.

Udara dan angin dingin membelai tubuh kurusku dengan lembut dan mulai menyelimuti ku dengan pelukannya secara perlahan dalam kehampaan ini.

Dia mulai berbisik pelan pada telingaku, membius pikiranku dengan berbagai macam fantasi tak terbatas itu.

Setelah itu, gerombolan awan yang sudah menungguku untuk segera terjun dan berenang dengan bebas dalam lautan permen kapas itu mulai berubah menjadi barisan memori yang sudah mengantre untuk segera dibumihanguskan.

Satu persatu potongan demi potongan kenangan itu mulai merasuki ku yang kosong hingga membuatku pusing dan pandanganku mengeruh.

Aku berteriak keras kesakitan, dadaku sesak, kedua kakiku membeku, dan nafasku terhenti saat aku, kembali, melihat pemandangan itu. Pemandangan paling mengerikan dalam hidupku. Satu-satunya foto yang tidak akan pernah bisa terhapus dari galeri kehidupanku yang palsu.

Sekujur tubuhku menggigil karena mengingat hal itu. Kedua tangan kotorku bergetar hebat seakan akan terlepas dari tubuhku. Jantungku berpacu dengan sangat cepat hingga membuatku melepaskan seluruh emosiku yang sudah lama terpendam.

Segalanya runtuh saat itu, segala hal yang selama ini sudah aku percayai dan aku yakini sebagai hidupku, namun akhirnya hanya berakhir menjadi sebuah bencana tanpa akhir yang membuatku menjadi gila dan membantai semua orang yang kukenal, atau setidaknya pernah kukenal, sebelum darah mereka mengotori sekujur tubuhku waktu itu.

Penyesalan dan kebingungan tanpa akhir ini membuat pikiranku membeku hingga tak lagi bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Tidak ada lagi hitam dan putih dalam diriku, yang tersisa hanya warna kelabu yang ambigu.

Tidak tau lagi mana kanan dan kiri membuatku hanya bisa terus bergerak maju. Tanpa tau arah dan tujuan, aku hanya terus hanyut dalam arus ruang dan waktu yang kini membawaku ke dalam kekosongan tanpa batas.

Di ujung jalan ini, pada akhirnya, sepertinya, aku sudah menemukan jawabannya.

Jatuh.

Terjun bebas dan melayang di atas udara yang panas dan lalu kemudian menyelam dalam dalamnya lautan kenyataan yang rusak, kacau dan berantakan.

Selamat tinggal, Neverland ku yang manis dan palsu.

Aku datang, wahai kekasih gelap ku.

***

"Hai, selamat datang kembali, sayang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
1 Hati 2 Raga
Nur Fitriani
Novel
Bronze
Promise, That You'll be Promise Me
Andhika Rivani
Novel
Adam and His Frustration
Hendra Wiguna
Flash
Berbagi Luka
Rizky VP Nusantara
Flash
Bronze
Penghuni Imaji (Membicarakan Adam 21)
Silvarani
Flash
FALL
Rama Sudeta A
Cerpen
Tak Perlu Bilang Orang Tua
Amanda Chrysilla
Novel
Bronze
Pelangi Pengganti
Nu
Novel
battle of wits
Bagas
Skrip Film
The Best
Nida C
Flash
Bronze
Elixir Kiss
Silvarani
Flash
Iklan Dulu
Khirnis
Cerpen
Terima kasih, sampai jumpa
Grace Anindya
Novel
Venchouva
Reveniella
Novel
Ibumu Tiga Kali Ayahmu Sekali
Pretty Angelia
Rekomendasi
Flash
FALL
Rama Sudeta A
Flash
Twilight
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Home
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Heaven
Rama Sudeta A
Novel
Bronze
The Doomsday
Rama Sudeta A
Cerpen
April
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
The Writer
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Sunday
Rama Sudeta A
Cerpen
The Lost Boy
Rama Sudeta A
Novel
Deathskull
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Freeze
Rama Sudeta A
Cerpen
Later
Rama Sudeta A
Flash
LOSER
Rama Sudeta A
Cerpen
Collapse
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Desert
Rama Sudeta A