Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
FALL
2
Suka
27,763
Dibaca

Tepat di bawah sang Dewa yang sedang memancarkan cahayanya ke seluruh jagat raya, aku tengah duduk termenung sendirian di sebuah kekosongan di ujung utopia, pembatas antara parade kebohongan dan gerombolan kebenaran yang penuh sesak dengan berbagai macam kekacauan dan kerusakan di bawahnya.

Udara dan angin dingin membelai tubuh kurusku dengan lembut dan mulai menyelimuti ku dengan pelukannya secara perlahan dalam kehampaan ini.

Dia mulai berbisik pelan pada telingaku, membius pikiranku dengan berbagai macam fantasi tak terbatas itu.

Setelah itu, gerombolan awan yang sudah menungguku untuk segera terjun dan berenang dengan bebas dalam lautan permen kapas itu mulai berubah menjadi barisan memori yang sudah mengantre untuk segera dibumihanguskan.

Satu persatu potongan demi potongan kenangan itu mulai merasuki ku yang kosong hingga membuatku pusing dan pandanganku mengeruh.

Aku berteriak keras kesakitan, dadaku sesak, kedua kakiku membeku, dan nafasku terhenti saat aku, kembali, melihat pemandangan itu. Pemandangan paling mengerikan dalam hidupku. Satu-satunya foto yang tidak akan pernah bisa terhapus dari galeri kehidupanku yang palsu.

Sekujur tubuhku menggigil karena mengingat hal itu. Kedua tangan kotorku bergetar hebat seakan akan terlepas dari tubuhku. Jantungku berpacu dengan sangat cepat hingga membuatku melepaskan seluruh emosiku yang sudah lama terpendam.

Segalanya runtuh saat itu, segala hal yang selama ini sudah aku percayai dan aku yakini sebagai hidupku, namun akhirnya hanya berakhir menjadi sebuah bencana tanpa akhir yang membuatku menjadi gila dan membantai semua orang yang kukenal, atau setidaknya pernah kukenal, sebelum darah mereka mengotori sekujur tubuhku waktu itu.

Penyesalan dan kebingungan tanpa akhir ini membuat pikiranku membeku hingga tak lagi bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Tidak ada lagi hitam dan putih dalam diriku, yang tersisa hanya warna kelabu yang ambigu.

Tidak tau lagi mana kanan dan kiri membuatku hanya bisa terus bergerak maju. Tanpa tau arah dan tujuan, aku hanya terus hanyut dalam arus ruang dan waktu yang kini membawaku ke dalam kekosongan tanpa batas.

Di ujung jalan ini, pada akhirnya, sepertinya, aku sudah menemukan jawabannya.

Jatuh.

Terjun bebas dan melayang di atas udara yang panas dan lalu kemudian menyelam dalam dalamnya lautan kenyataan yang rusak, kacau dan berantakan.

Selamat tinggal, Neverland ku yang manis dan palsu.

Aku datang, wahai kekasih gelap ku.

***

"Hai, selamat datang kembali, sayang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
I Won't Forget You
Hijra Maulany Maulud
Novel
Wallpaper
Rizky Brawijaya
Skrip Film
A Writer and A Liar (Script Film)
Silvia
Flash
FALL
Rama Sudeta A
Flash
LANGIT SETELAH HUJAN
Penulis N
Novel
Masa Obsesi dan Labilnya Sebuah Karakter Anak Remaja
Muhammad ali sidik
Novel
Bronze
Keluarga Sederhana
Dwiky Meidian
Novel
Bronze
Petang Sudah Melayang
Mfathiar
Komik
My Demonic Angel
Zsa Zsa MI
Skrip Film
Selangkah Maju (Script)
Yaraa
Skrip Film
LIFT: Ketika Masa Lalu Berdiri di Hadapanmu
Ade Ubaidil
Flash
Cabai
Deden Darmawan
Flash
Petualangan Maradona
Sulistiyo Suparno
Flash
Pelukan Ibu dalam Mimpi
A I K O
Cerpen
Bronze
Langit Tak Pernah Ingkar Janji
Ayub Wahyudin
Rekomendasi
Flash
FALL
Rama Sudeta A
Cerpen
Later
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
S
Rama Sudeta A
Flash
Twilight
Rama Sudeta A
Flash
Minus
Rama Sudeta A
Cerpen
INFERNO
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Bubble Gum
Rama Sudeta A
Cerpen
November
Rama Sudeta A
Cerpen
D-DAY
Rama Sudeta A
Flash
The Puppet Master
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
The Writer
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Burn
Rama Sudeta A
Novel
Deathskull
Rama Sudeta A
Flash
The Singularity
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Desert
Rama Sudeta A