Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tarian Putaranku
0
Suka
31,151
Dibaca

Akankah ujung dunia adalah kepedihan, mengingat semua hal berjalan bertemu jalan buntu?

Masalah-masalah terbentuk nyata saat aku menarikan tarian putaran di atas kebanggaanku sendiri. Aku bisa melihat banyak gambar-gambar berputar dengan cepat hingga membuat perutku terasa mual. Awalnya itu membawa kebahagiaan, karena ini adalah apa yang kurencanakan. Sesuatu yang sudah lama aku impikan.

Namun, detik demi detik berganti dengan menit hingga jam, terasa pudar sudah kebanggaan itu, yang tersisa hanya rasa lelah dan rendah diri.

Ada beberapa kali angin sejuk lewat. Lalu segera terhempas karena semakin panasnya suhu tubuhku karena tarian ini. Sesekali aku mengerjap-kerjapkan mata dan yang kutemukan adalah semakin buas rasa mual perut. Kuhentikan ide untuk mengerjap itu.

Apakah aku akan menyerah pada tarian putaran ini? Tak bisakah salah satu dari bagian tubuhku berhenti? Oh, andaikan aku menari di depan sana, dimana banyak orang yang akan menonton, maka aku tidak akan sesusah ini untuk berhenti. Aku bisa meminta pertolongan mereka untuk menghentikannya.

Tapi...tapi tadi aku terlalu takut untuk keluar sebelum mulai menari. Aku takut dianggap aneh karena tarianku hanya berputar. Walau aku yakin mereka akan kagum dengan gaun merah selutut yang mengembang. Atau akan terpesona dengan manik-manik yang gemerlap di bagian atas gaun ini. Atau kalau tidak, mereka akan terayun dengan manisnya kerlipan mutiara di sepatuku.

Aku terlalu bodoh, kini aku menyadarinya, aku terlalu bodoh untuk berprasangka buruk tadi. Aku sudah langsung membayangkan tawa mengejek mereka karena jenis tarianku. Aku tidak menyadari bahwa manusia adalah manusia. Sesuci-sucinya manusia, mata adalah yang paling berpengaruh atas pikirannya.

Kini semua sudah terjadi. Apa yang harus aku lakukan? Berputar-putar saja begini? Oh tolonglah seseorang ketuk pintunya dan masuklah tanpa harus diijinkan. Siapa pun kau. Masuklah. Hentikalah tarian ku ini. Aku terlalu lelah untuk memuaskan diriku sendiri akan tarianku sendiri. Ini memuakkan.

Bayangkanlah menjadi diriku. Tak bisa lepas dari rantai yang kugembok sendiri, bahkan saat kunci gembok itu ada ditanganku.

Serang, 01 November 2016

Pukul : 23:02

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Perempuan Langit
Bonari Nabonenar
Flash
Tarian Putaranku
May Hatte
Flash
Bronze
Sementara Pulang
Neil E. Fratér
Novel
THE PAIN
St. Aisyah
Novel
This is Home!
pinklabel
Flash
PURA PURA WARAS
IGN Indra
Flash
Bronze
Tangan Kanan
Alifia Sastia
Flash
Rumah yang Selalu Menunggu
Penulis N
Novel
Batas Karsa
Aesya Muhami
Novel
Je taime Papa
Adlet Almazov
Flash
Bronze
Kesalahan yang Sama
B12
Flash
Kemuraman Hujan Kala Itu
Bella Paring Gusti
Flash
Sulung
Chika Manupada
Flash
Rencana Karto
Irma Susanti Irsyadi
Flash
PAYAH
KH_Marpa
Rekomendasi
Flash
Tarian Putaranku
May Hatte
Cerpen
Bronze
Rinjani
May Hatte
Flash
Kaos Kumal
May Hatte
Flash
Bronze
Ruang Tunggu : Liminal Anteroom
May Hatte
Flash
Bronze
Phthonos
May Hatte
Flash
Atom Yang Berguna
May Hatte
Flash
Dunia Berlagak Polosmu
May Hatte
Flash
The Pretender???
May Hatte
Novel
Saloma
May Hatte
Flash
Gentong Berkarat
May Hatte
Novel
Bronze
Kota Angera
May Hatte
Novel
Bronze
Fragmen Kisah yang Tersisih
May Hatte
Flash
Tembok Mengelupas
May Hatte
Flash
Kotoran
May Hatte
Cerpen
Bronze
Pertanda
May Hatte