Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lebih Baik Jangan
0
Suka
14,749
Dibaca

Hatiku tak henti - hentinya mengeluarkan sumpah serapah untuk menyalurkan rasa kesalku. Aku yakin saat ini wajahku sedang merenggut, menggambarkan betapa mendungnya hatiku. Lagi - lagi, aku salah mencetak dokumen keperluan semhas. Terhitung sudah tiga kali, aku bolak balik tukang fotocopy. Meski salahku, tetap saja menyebalkan.

Moment seperti ini membuatku ingin membangun rumah tangga walau jodohnya pun masih misteri. Aku juga merasa aneh mengapa disaat kelu orang - orang memilih menikah sebagai alternatif. Biar begitu, aku memegang kalung berbentuk salib yang menghiasi leherku. Aku merapal doa berharap pangeran berkuda putih datang menjemputku. Aku tidak terlalu agamis, tetapi aku sadar Dialah alfa dan omega. 

Dari jauh, mataku menangkap sosok yang belum pernah kutemui di daerah ini. Dia terlihat gagah dan memikat mata membuatku tenggelam mengagumi rupanya. Aku dan dirinya berpapasan diriku sedikit memberi jarak agar kami tidak bersenggolan. Hatiku berdebar kecang, tak kusadari aku menahan napas. 

“Mbak, izin mau nanya?” ucap pemuda itu tepat sebelum pertemuan singkat itu usai. Suaranya memasuki telingaku. Pikiranku mendadak melambat, butuh waktu lama untukku memberi balasan. Disamping itu, sudut hatiku berbisik apakah ini jawaban dari doaku barusan. Tak menyangka, jawabannya datang secepat ini.

“Iya bang, ada apa?” balasku padanya. Suaraku agak pecah saat membalasnya. Aku ragu harus memanggilnya apa. Sulit bagiku menebak, apakah dia lebih tua, seumuran, atau bahkan lebih muda. Aku juga takut apabila dia seorang dosen, belakangan ini banyak dosen muda yang sulit dibedakan dengan mahasiswa. 

“Mesjid disebelah mana ya mba?”tanyanya. Bisa kudengar suara retakan dihatiku begitu mendengar pertayaannya. Tiada yang salah hanya harapanku yang ketinggian.

“Oh, izin Bang, disebalah sana,” ujarku sambil menunjukkan letak mesjid. Ia mengucapkan terima kasih lalu berpamitan. 

Aku bertemu dengannya lagi diparkiran, sekuat tenagaku menahan diri agar tidak mengajaknya berbicara sebab aku takut justru menggali kuburanku sendiri. Apapun alasannya jangan coba mencuri apapun dari Sang Empunya kuasa.

—— The End 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Lebih Baik Jangan
Seraphine Alana
Novel
Bronze
Aku dan COVID-19
Riwa
Cerpen
Bronze
Rumini Perawan Desa
sukadmadji
Flash
Gito dan Gitarnya
Sulistiyo Suparno
Novel
Nirmala
Be Maryam
Flash
Yang Terlupakan
Suci Asdhan
Flash
Bronze
Sesuatu yang Bernama RASA
Aizawa
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti
Novel
Gold
Marriagephobia
Noura Publishing
Flash
Bronze
Kimia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Apakah Saat Ini, Aku Sedang Patah Hati
Ron Nee Soo
Novel
Lewat Radio
Arima Chairufiqha
Skrip Film
Sama Kamu Sekali Lagi
Pretty Angelia
Novel
Penyu di Mandena
Laode Buzyali
Skrip Film
Dia Datang,., [Script]
Dinda Puspitasari
Rekomendasi
Flash
Lebih Baik Jangan
Seraphine Alana
Cerpen
Ternyata Oh Ternyata
Seraphine Alana
Flash
Panik Kecil
Seraphine Alana
Novel
You"re My Yellow
Seraphine Alana