Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Lebih Baik Jangan
0
Suka
15,611
Dibaca

Hatiku tak henti - hentinya mengeluarkan sumpah serapah untuk menyalurkan rasa kesalku. Aku yakin saat ini wajahku sedang merenggut, menggambarkan betapa mendungnya hatiku. Lagi - lagi, aku salah mencetak dokumen keperluan semhas. Terhitung sudah tiga kali, aku bolak balik tukang fotocopy. Meski salahku, tetap saja menyebalkan.

Moment seperti ini membuatku ingin membangun rumah tangga walau jodohnya pun masih misteri. Aku juga merasa aneh mengapa disaat kelu orang - orang memilih menikah sebagai alternatif. Biar begitu, aku memegang kalung berbentuk salib yang menghiasi leherku. Aku merapal doa berharap pangeran berkuda putih datang menjemputku. Aku tidak terlalu agamis, tetapi aku sadar Dialah alfa dan omega. 

Dari jauh, mataku menangkap sosok yang belum pernah kutemui di daerah ini. Dia terlihat gagah dan memikat mata membuatku tenggelam mengagumi rupanya. Aku dan dirinya berpapasan diriku sedikit memberi jarak agar kami tidak bersenggolan. Hatiku berdebar kecang, tak kusadari aku menahan napas. 

“Mbak, izin mau nanya?” ucap pemuda itu tepat sebelum pertemuan singkat itu usai. Suaranya memasuki telingaku. Pikiranku mendadak melambat, butuh waktu lama untukku memberi balasan. Disamping itu, sudut hatiku berbisik apakah ini jawaban dari doaku barusan. Tak menyangka, jawabannya datang secepat ini.

“Iya bang, ada apa?” balasku padanya. Suaraku agak pecah saat membalasnya. Aku ragu harus memanggilnya apa. Sulit bagiku menebak, apakah dia lebih tua, seumuran, atau bahkan lebih muda. Aku juga takut apabila dia seorang dosen, belakangan ini banyak dosen muda yang sulit dibedakan dengan mahasiswa. 

“Mesjid disebelah mana ya mba?”tanyanya. Bisa kudengar suara retakan dihatiku begitu mendengar pertayaannya. Tiada yang salah hanya harapanku yang ketinggian.

“Oh, izin Bang, disebalah sana,” ujarku sambil menunjukkan letak mesjid. Ia mengucapkan terima kasih lalu berpamitan. 

Aku bertemu dengannya lagi diparkiran, sekuat tenagaku menahan diri agar tidak mengajaknya berbicara sebab aku takut justru menggali kuburanku sendiri. Apapun alasannya jangan coba mencuri apapun dari Sang Empunya kuasa.

—— The End 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
RIVAL
beebeembap
Novel
Akumulasi Cinta
Ranran
Novel
PUTRI SENJA DAN REMAH ROTI
Maz Li
Novel
Bronze
Membalas Perselingkuhan Suamiku
LeeNaGie
Flash
Lebih Baik Jangan
Seraphine Alana
Cerpen
DEMI HATI
Raha Kurnia
Novel
Gold
Eyenomaly
Noura Publishing
Novel
Bronze
ADARA
Sekar Pangastuti
Skrip Film
Waiting For Love
silvi budiyanti
Flash
Geografi
Safania Elda
Flash
Bronze
Merindumu
sri asrinti
Cerpen
Bronze
Keputusan
Anjrah Lelono Broto
Flash
One Happy Day
Mahia Kata
Cerpen
Bronze
CANDLE
Delta
Novel
WAR-ever
Hilma Nuraeni
Rekomendasi
Flash
Lebih Baik Jangan
Seraphine Alana
Cerpen
Ternyata Oh Ternyata
Seraphine Alana
Flash
Panik Kecil
Seraphine Alana
Novel
You"re My Yellow
Seraphine Alana