Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Nasihat Basi
1
Suka
22,125
Dibaca

Aku sudah lama suka dengan seseorang, teman kelasku. Dia cantik, pintar, wangi, pokoknya idaman setiap laki-laki.

Hanya saja, aku punya kekurangan, yaitu tidak berani mengungkapkan perasaan. Rasa itu timbul sejak dua tahun yang lalu, saat kelas 10.

Hari kelulusan sebentar lagi akan tiba, hanya menghitung hari. Kebanyakan teman-temanku sudah merayakan, mereka mengunggah postingan kelulusan di story instagram, sebagian meng-upload story galau karena pusing akan ke mana setelah lulus sekolah.

Dan orang yang aku taksir juga melakukan hal yang sama, dia meng-upload story galau, bedanya di whatsapp.

Sejujurnya aku jarang berkomunikasi dengannya, minim sekali malah. Paling-paling hanya bertegur sapa, dan berbicara saat kerja kelompok. Dan hari ini, aku kepikiran untuk menguji adrenalinku, mencoba menembak dia.

***

"Emangnya berhasil, Van?" Aku mengirim pesan kepada seorang teman, teman dekatku.

"Yakin aja, berhasil kok!"

"Aku hanya takut ditolak," jawabku.

"Bro, pegang kata-kataku! Hidup yang tak pernah dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan, jadi kau harus mempertaruhkan sesuatu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan." Temanku berubah menjadi seorang filsuf seketika, atau mungkin lebih mirip motivator MLM yang sedang mencari member.

"Kamu benar, Van. Terus apa yang bisa aku lakukan?"

"Gampang, ikutin aja caraku, pasti berhasil." Cukup lama Evan—teman dekatku—mengetik, dan cukup lama juga aku membaca saran dan nasihatnya.

"Kamu pandai kalau tentang romantis-romantisan. Tapi kenapa kamu nggak punya pacar?" Aku memuji dia, sekaligus heran, karena jika dia mengerti pola untuk menghasilkan sesuatu, seharusnya dia sudah mendapatkan hal itu, tapi dia tidak punya—pacar.

"Kamu pernah dengar pepatah, 'pelatih tidak bermain' kan?" Evan mengetik dengan yakin.

"Itu cuman klise."

"Ya, apapun itu, yang penting apa kamu mau bisa dekat dengan Dila?"

"Ya."

***

Hari kelulusan tiba, acaranya berada di hotel bintang dua, standarlah untuk ukuran anak SMA. Acaranya meriah sampai siang hari, bahkan teman-temanku masih pada bercakap-cakap walau cuaca semakin terik.

Tibalah waktu yang kurencanakan, saat Dila seorang diri di dekat balkon hotel, aku mendekatinya. Sudah lama aku mengamatinya.

"Dila, teman-temannya ke mana?"

"Pergi."

"Kamu nggak ikut mereka?"

"Nggak."

"Kenapa?"

"Kamu kepo banget ya, kita aja nggak saling kenal."

"M-maaf, Dila, aku cuman nanya aja."

"Oh ya udah, aku di sini lagi nunggu orang."

"Siapa?"

"Dila, kamu ngapain sama dia?" Seorang laki-laki secara tiba-tiba muncul di belakang kami, dia anak murid terkenal, ganteng, tinggi dan seorang MVP liga basket SMA tahun kemarin.

"Rian, ini nggak sesuai yang kamu bayangkan. Dia cuman datang dan nanya ke aku, selebihnya nggak ada." Dila tampak panik.

"Oh gitu, aku percaya sama kamu kok, sayang," kata Rian yang rupanya kekasih Dila.

"Makasih ya, sayang, aku nggak akan pernah mengecewakanmu." Mereka berdua bergandengan tangan, menatap keluar balkon sambil menunjuk-nunjuk setiap kendaraan yang lewat, mereka tertawa, riang bersama. Sementara aku hanya menyaksikan di belakang.

Seharusnya aku sadar sejak awal, Dila itu gadis yang pintar, cantik dan wangi, tentu saja laki-laki akan banyak mendekati dia. Bukan hanya aku saja yang berhak mencuri perhatiannya.

***

Aku menemui Evan di loby hotel, saat bertemu dengannya, aku menarik dia ke toilet dan menyumpahi dia atas nasihat basi 'pelatih tak bermain' ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Komik
Coconut
Nisrina Nur
Flash
Nasihat Basi
Fadel Ramadan
Flash
Gemuruh dalam Mimpi
Ayuningrum
Flash
Seni Nyaman Dari Gerhana Bulan
Fadel Ramadan
Cerpen
Bronze
Tinta Hijauku di Rumah Biru Itu
dian wahyuni
Novel
Tough Woman
Anggi faizta
Novel
Universe.
Moon
Novel
SUNDAL
Utep Sutiana
Novel
25
Imajiner
Cerpen
Bronze
Ibu Tiriku Bidadari
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Aku dan Teman-teman dari Negara-negara yang Tak Tersentuh AI
Nuel Lubis
Novel
Rumi dan Salah
Eka Retnosari
Flash
Bronze
Riana -Selamat Jalan- eps 3 end
Anisah Ani06
Cerpen
Bronze
PURNAMA TAK BERCAHAYA
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
AL HAQ
Iman Siputra
Rekomendasi
Flash
Nasihat Basi
Fadel Ramadan
Flash
Seni Nyaman Dari Gerhana Bulan
Fadel Ramadan
Flash
Rupawan Monster Selalu Menyerupai Mangsanya
Fadel Ramadan
Flash
Saat Kau merasa Orang Lain Bebas, Mereka Merasa Tidak
Fadel Ramadan
Flash
Ku Taruh Semua Yang Telah Selesai
Fadel Ramadan
Flash
Punggung Bapak Sekuat Baja
Fadel Ramadan
Flash
Saat Aku Merasa Tenang Di Dalam Ruang Khayalan
Fadel Ramadan
Novel
Dia Teman Dekatku, Dulu
Fadel Ramadan