Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Ritual Gelap
1
Suka
6,646
Dibaca

Jonni terkapar di trotoar jalan setelah ia dilempar seorang pria dan lalu disambut moncong mobil ambulans yang sedang terburu-buru dikejar waktu. Faktanya, mobil ambulans itu terancam merenggut dua nyawa sekaligus. Miris. Mobil yang sedang berpacu dengan waktu untuk memperpanjang nyawa, justru membuat Jonni dan seseorang yang mungkin sedang sekarat di dalamnya, akan kehilangan nyawa.

Beruntung untuk Jonni karena sang sopir ambulans masih tahu diri. Ia tak mengabaikannya, melainkan langsung turun, memasukkan tubuh Jonni ke dalam mobil, dan membawa Jonni bersamanya. Itu berarti masih ada kesempatan bagi keduanya untuk lari dari kematian.

*****

Malam masih panjang karena bulan muncul dengan kekuatan penuh. Cahayanya merayap masuk ke suatu ruang. Bukan tanpa alasan, aroma kematian mengundangnya diam-diam. Ruang itu pengap dan banyak rumah laba-laba yang menggantung. Juga sekelibas tikus dan kecoa yang berlarian.

Gema pahit suara nyaring gunting dan sayatan pisau sesekali muncul di ruang itu. Berasal dari tangan seorang wanita yang sedang mengotak-atik organ dalam dari jasad seekor kucing. Wanita itu tak sendiri, ia ditemani seorang pria yang tengah sibuk mengetuk-ngetukkan jarinya di ambang pintu.

“Bagaimana kondisi nenekku?” tanya pria itu antusias.

“Organnya masih berfungsi, namun ruhnya enggan hidup Stephan,” jawab si wanita.

“Apa maksudmu Kaisha?"

“Intinya, Nenekmu belum benar-benar mati. Apakah nenekmu bahagia apabila kematiannya tertunda?”

“Tidak.”

“Apakah kau bahagia apabila kematian nenekmu tertunda?”

“Tidak.” 

“Jadi?” tanya Kaisha memastikan.

“Biarkan saja ia mati, lagi pula umur nenekku sudah terlalu tua untuk hidup,” jawab Stephan tanpa keraguan.

“Baiklah, aku akan menyelamatkan kucing itu.”

“Apa yang bisa kau lakukan Kaisha? Kau hanya seorang cenayang yang mencuri mobil ambulans dan kebetulan sedang membawa nenekku yang sekarat. Dan yang lebih mengejutkan bahwa....”

“Aku adalah sahabat baikmu. Aku memang bukan dokter, tapi kau tahu bahwa aku adalah seorang cenayang terhebat abad ini.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Stephan penasaran.

“Aku akan menukar jiwa mereka.”  

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Ritual Gelap
Arba Sono
Novel
Bapak
Desta Dewananta
Cerpen
Bronze
Simfoni Gema Yang Membeku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bayangan Hitam
Dian N Khan
Novel
Gold
Hell City
Noura Publishing
Novel
Bronze
Zona Zombie -Novel-
Herman Sim
Flash
Dunia Lorong Waktu
Vanillarose
Novel
Bronze
ATM Antrian Tengah Malam
Herman Sim
Cerpen
Insomnia
Noer Eka
Cerpen
Bronze
Kepala Hantu di Motel Sumatra
Silvarani
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Flash
Anak Kecil dibalik lemari
anaibeterbangan
Novel
LILAC
Nayla
Novel
Bronze
Tembung Lakar
Keefe R.D
Cerpen
Bronze
Kutukan Keluarga Bagian II: Kembali
Nisa
Rekomendasi
Flash
Ritual Gelap
Arba Sono
Cerpen
Baaa-baba-baaa-bababa-baaaanguuun!
Arba Sono
Cerpen
Ketika Seluruh Orang di Dunia Menjadi Gundul
Arba Sono
Flash
Mengutuk Tuhan Palsu
Arba Sono
Cerpen
Bronze
Misteri Celana Dalam Olda Veyotta
Arba Sono
Flash
Tiga Botol yang Tersesat
Arba Sono
Flash
Wizard Monk
Arba Sono
Cerpen
Bronze
Ingin Mati saat Rekreasi
Arba Sono
Cerpen
Bronze
Percakapan Orang Mati
Arba Sono
Cerpen
Ada Maling dalam Tubuhku
Arba Sono
Cerpen
Bronze
Kognisi
Arba Sono