Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pintu
1
Suka
17,596
Dibaca

Di sebuah taman kota ada tiga orang remaja yang sedang ingin liburan. Tapi budget mereka pas-pasan. Mereka bernama Nia, Nur dan Nana. Mereka masih status sebagai pelajar di salah satu SMA di desa.

Nia mengawali pembicaraan. "Aduh liburan begini enaknya ke mana ya?"

"Enaknya ya jalan-jalan, ke mana gitu?" sambung Nana.

"Kayaknya liburan ke pantai enak ni menikmati deburan ombak dan matahari terbenam," jawab Nur.

"Enakan pergi keliling dunia nur," kata Nia.

"Memangnya keliling dunia nggk pakai uang Nia?" tanya nur.

"Ya nggk lah, kan aku punya pintu," kata Nia.

"Pintu apa Nia?" tanya Nur dengan ekspresi penasaran.

"Iya Nia, memangnya pintu apa yang bisa buat keliling dunia?" tanya Nana.

"Kalian tau pintu ke mana saja seperti punyanya Doraemon?" tanya Nia dengan ekspresi serius.

"Iya tau, memangnya kamu punya Nia?" tanya Nana.

"Kalau punya pintu ke mana saja kalian mau ngapain. Dari aku duluan, aku ingin keliling dunia lewat pintu itu. Jadi hemat ongkos tidak perlu jadi turis backpacker," kata Nia dengan antusias.

"Kalau aku punya pintu ke mana saja, aku ingin bertemu toko animasi kesukaan ku dan aktor Korea idolaku," kata Nur

"Kalau aku punya pintu ke mana saja. Aku ingin pergi ke masa depan dan masa lalu. Aku ingin mengetahui bagaimana hidup di masa lalu dan masa depanku. Aku akan belajar memanfaatkan waktu. Karena waktu itu sangat penting buat kita agar cara berfikir kita dalam memandang sesuatu bisa lebih rasional. Sekalian observasi siapa tau bisa memperbaiki dunia," kata Nana.

"Memangnya kamu punya pintu ke mana saja beneran Nia?" tanya nur dengan ekspresi penasaran.

"Kalau aku punya pintu kemana saja beneran, aku tidak di sini sama kalian. Aku akan berkeliling dunia dan memajang foto ku di status media sosial ku," kata Nia dengan ekspresi bahagia karena sudah membohongi teman-temannya.

"Aku kira beneran Nia, aku sampai sudah membayangkan. Membayangkan bertemu dengan masa muda orang tuaku di masa lalu," kata Nana dengan ekspresi kecewa.

"Aku juga sudah membayangkan ingin ikut Nia keliling dunia tanpa ongkos," kata Nur dengan ekspresi kecewa.

"Sudah teman-teman tidak apa-apa jangan kecewa. Meskipun kita tidak bisa melakukan impian kita. Tapi sekarang kita masih bersama dan masih bisa bersenda gurau bersama. Itu juga kenikmatan yang harus kita syukuri. Tidak perlu keliling dunia dulu baru bisa menikmati hidup. Dengan kebersamaan seperti ini saja itu sudah sebuah kenikmatan yang tidak bisa tergantikan," kata Nia.

Begitulah isi impian dan khayalan remaja. Mereka ingin menikmati sesuatu dengan instan tanpa usaha dahulu. Seperti memasak mie instan cepat dan tidak ribet.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pintu
Ika nurpitasari
Novel
Prasasti Air Mata Bunda
Kelana Kaheswara
Flash
Bronze
Coba-coba
B12
Flash
Bronze
Kala Sains Sebatas Pratikum Politik
Silvarani
Cerpen
Bronze
Dibalik senyuman yang indah ada hati yang terluka
DJAKIYUDIN FARHAN
Skrip Film
Terima kasih
Muhammad Sastria A
Skrip Film
Mom War
Rika Kurnia
Flash
Bronze
Janji Palsu
Nabil Bakri
Flash
Ini Takdirku
Sandi Miftah
Cerpen
FTV
Cassandra Reina
Novel
Bronze
Meet you at 0,001% Chance
Antrasena
Novel
Bronze
Tentang Kita Hari Ini
Laberta Nauli
Novel
Sulung
Ayeshalole
Novel
SBMPTN
zae_suk
Komik
Syzygy
Dinni Tresnadewi
Rekomendasi
Flash
Pintu
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Rasa yang tak pernah hilang
Ika nurpitasari
Flash
Wedding
Ika nurpitasari
Flash
Secret Lover
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Kecewa
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Persahabatan atau Cinta
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Lukisan Kehidupan
Ika nurpitasari
Flash
Pertemuan
Ika nurpitasari
Flash
Kota Impian
Ika nurpitasari
Flash
Impian
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Cinta dan Lara
Ika nurpitasari
Flash
Tangga menuju surga
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Memories of love
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Mencintaimu Dalam Diam
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Rumah Bapak
Ika nurpitasari