Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Roti Terakhir dari Alam Lain
2
Suka
10,128
Dibaca

Malam ini penjual roti bakar langgananku Pak Irwanto masih belum buka. Sudah sejak lima hari yang lalu dia tutup. Padahal dua hari yang lalu dia masih jualan seperti biasa, dan waktu itu aku beli dua bungkus roti bakar buatannya.

Sesampainya di rumah aku mendapati istriku pun belum pulang. Dia kerja sebagai perawat dan anak kami yang masih berusia tiga tahun dititipkan ke rumah orang tuanya. Aku pernah meminta dia berhenti kerja, tetapi dia bilang kalau jadi perawat sudah jadi cita-citanya sejak kecil.

Pada akhirnya kebahagiaan istri adalah kebahagiaan suami. Setidaknya itulah yang selalu aku tanamkan dalam pikiranku agar semua berjalan baik-baik saja.

Setelah mandi aku merebahkan diri ke tempat tidur. Aku masih terfikirkan dengan Pak Irwanto, aku sangat penasaran dengan apa yang menyebabkan dia libur sampai lima hari lamanya. Aku pun mencoba menggali informasi lewat Facebook.

Aku mulai menelusuri dan menemukan akun Bernama Irwanto Roti Bakar. Tak kusangka penjual roti bakar langgananku itu cukup narsis juga. Tapi anehnya dia terakhir kali membuat unggahan seminggu yang lalu.

Nampak dia mengunggah foto sedang memasak roti bakar dan membubuhkan caption “Ready Gaes”, sangat bapak-bapak sekali pikirku. Postingan ini dapat komentar yang lumayan banyak dan bikin aku penasaran buat membaca.

Seketika mataku terbelalak melihat sebuah komentar “Inalillahi turut berduka cita Pak Irwanto” dari teman Facebooknya. Aku yang terpaku pun masih membaca balasan komentar itu sampai menemukan kata-kata “Pak Irwanto meninggal dunia seminggu lalu karena kecelakaan motor”.

Sekujur tubuhku menjadi merinding, aku merasakan mual dan pusing yang dating secara tiba-tiba. Aku berjalan lunglai menuju kamar mandi untuk mencuci muka berharap semua ini tidaklah nyata.

Tanpa sengaja aku memandang cermin di depanku dan melihat wajah Pak Irwanto tersenyum menyeringai. Tiba-tiba pandanganku menjadi kabur dan buram. Kalau dia meninggal seminggu yang lalu, roti bakar apa yang kubeli lima hari kemarin.

Tiba-tiba aku terbangung di atas kasur. Istriku menyodorkan segelas air minum. Aku melihat wajahnya penuh kekhawatiran dan sedikit pucat.

“Syukurlah Mas, tadi pas aku pulang kerja aku lihat kamu pingsan di kamar mandi, aku kaget banget,” katanya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Roti Terakhir dari Alam Lain
Bagus Aryo Wicaksono
Flash
Ditakuti Anak-anak
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Panggilan
Galdev
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Flash
MAHLUK ANEH
Reiga Sanskara
Skrip Film
VILLA TEROR
NAA
Cerpen
Sendang Jantur
Noctis Reverie
Flash
Bronze
Jamkos
Herman Siem
Flash
Bronze
Jaga Malam
Fidiya Sharadeba
Cerpen
Bronze
Azab untuk Satpam yang Mengikutiku
Nuel Lubis
Flash
Kursi Kosong di Sebelahku
Listian Nova
Novel
Bronze
Rama's Story : Mey Ling - Dark Castle
Cancan Ramadhan
Novel
Bronze
6nam
Nikodemus Yudho Sulistyo
Flash
Hari Ibu
Dark Specialist
Novel
Bronze
Nicholas: The Tragedy
Stella Yuliani Tse Xie Ting Lian
Rekomendasi
Flash
Roti Terakhir dari Alam Lain
Bagus Aryo Wicaksono
Cerpen
Dawet
Bagus Aryo Wicaksono