Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Hari Ini Kehujanan
1
Suka
12,621
Dibaca

Hari ini, aku dan si Kacamata kehujanan. Niatnya adalah bersegera ke rumahku untuk melanjutkan belajar. Tidak ada jadwal piket, maupun kumpul Klub Sastra yang menahan kami lebih lama di sekolah, makanya segera saja kami beranjak diri.

Namun siapa sangka, baru setengah jalan dan awan hitam menggulung di langit. Jutaan tetes air yang deras—seakan sebuah danau ditumpahkan dari langit—menerpa, memaksa kami berlari sebelum seragam basah kuyup.

Seperti di malam panas yang memunculkan kehausan, sebuah minimarket menyelamatkan kami dari hujan. Aku mendengus, kesal sebab kata prakiraan cuaca tadi pagi, tidak akan ada hujan hingga malam.

 “Oh, Kreator,” ucap Kacamata terdengar seperti ibu yang gemas pada anaknya, “prediksi memang kerap kali berakhir terkhianati. Tiada gunanya kita terbawa emosi.”

Kubalas saja ucapan logisnya dengan dua kali “ya” dan menyudahi percakapan singkat ini. Embusan angin dingin dari AC di dinding terasa menusuk di badanku—yang hanya berlapis kemeja putih yang basah separuh atasnya.

Parah, aku bisa mati kedinginan di sini!

Bukannya tidak bersyukur sudah terlindung dari hujan, hanya saja aku tidak menyukai suhu dingin yang harus kubilang agak keterlaluan di minimarket ini. Berapa AC yang mereka pasang di tempat ini?

Untung saja, jaket blazer kulipat dan tersimpan aman di dalam tas. Tetapi, baru mau kukeluarkan kembali blazerku, tampak Kacamata yang berdiri di sampingku melipat tangan di depan dada. Serupa diriku, loafer dan kaus kakinya basah. Begitu pula pundaknya yang masih terlindungi blazer hitam. Setelah mendengar embusan napasnya yang terkesan dipaksa, aku mengira, Kacamata pun kedinginan.

“Lepas saja jaketmu,” celetukku, “pakai punyaku.”

Sang gadis menolehkan muka, memandangku yang menyodorkan blazer dengan agak terkejut. Sedetik kemudian, sambil tersenyum ia membalas, “Terima kasih, Kreator. Tapi kukira dirimu yang sebaiknya mengenakan itu. Dingin, bukan?”

“Tidak apa-apa. Begini-begini aku laki-laki. Juga, orang mana yang membiarkan pacarnya kedinginan begitu saja?”

“Hooh~ Apa ini, berlagak keren, kah?”

“Bukan, sih .... Tapi ....”

“Tak usah, Kreator. Aku baik-baik saja.”

“Tapi kan—“

Belum selesai aku melontarkan argumen tambahan, Kacamata mengakhiri negosiasi dan beralih ke aksi. Ia merampas blazerku, mengibarkannya di udara, lantas menggantungkannya di atas kedua pundakku. Semua terjadi lebih cepat dari sekerjap kedipan.

Hanya saja, tak berhenti di situ. Kedua tangan Kacamata belum melepaskan ujung blazer, lantas menariknya kuat-kuat—melilit tubuhku erat seperti bungkusan furoshiki. Ia menarikku, memaksaku menatap lekat wajah berekspresi lembut itu.

Serendah bisikan, Kacamata kembali berucap, “Kebaikanmu sudah cukup menghangatkanku. Biarkan kukembalikan perhatianmu itu pada dirimu.”

Senyumnya tipis, tapi lembut dan menghangatkan. Rambutnya yang belum memanjang masih basah, menurunkan poninya dan menutupi mata kanannya. Kendati demikian, pandangan kami tetap bertemu, menembus lensanya yang digelayuti beberapa tetesan air dan embun di beberapa sudut.

Aku tahu kekasihku ini cantik. Cuma, jarang sekali kulihat dirinya sekeren ini. Entah karena dingin atau keterkejutan akan gestur tak terkiranya, aku membeku dan bisu di sana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
Menanti Sang Restu
Merita
Flash
Hari Ini Kehujanan
Kosong/Satu
Novel
Ideal White: Eternal Heart
JA Chrysant
Komik
Mencari Makna
Fikri Dzulhaj
Flash
CAKRAM
Momo hikaru
Cerpen
Bronze
Yang Hilang di Akhir Semester
Syaqueenn
Novel
Haruskah Aku Menikahi Sahabatku?
Jorachan
Flash
Bronze
Cerita Kita Tidak Untuk Dibagikan
Melia
Novel
Bronze
Brinet, The Lovely Angel
Meriam Ester Lita Dumais
Flash
Cerita Pendek Tentang Toko Kue
Pikadita
Flash
BAIT KEMANDANG MALAM PURWA
IGN Indra
Cerpen
Bronze
Lost Stars
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Laki-laki yang Menyukai Perempuan Berambut Pendek
Rie Yanti
Novel
Memaafkan
Ulfah Mawaddah
Novel
Because I Love You
Nur Afriyanti
Rekomendasi
Flash
Hari Ini Kehujanan
Kosong/Satu
Flash
SHIKI -Halaman Pertama-
Kosong/Satu
Flash
SHIKI -Anak Anjing yang Baik- part 2
Kosong/Satu
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Cerpen
Youth Stride
Kosong/Satu
Flash
Orang-Orang Mengerikan
Kosong/Satu
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.2
Kosong/Satu
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.3
Kosong/Satu
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.1
Kosong/Satu
Cerpen
Youth Stride
Kosong/Satu
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Flash
SHIKI -Anak Anjing yang Baik- part 1
Kosong/Satu
Novel
Kreator & Kacamata - The Anthology
Kosong/Satu