Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Cahaya Di Atas Perahu
2
Suka
9,355
Dibaca

“Mengapa dia terus sembahyang, padahal tidak pernah melihat Tuhan yang disembah?"

Abah Samad mencium sajadah yang baru dilipat. Umpatan  seperti itu sudah akrab bagi awak kapal,  fishing touring.

“Aaahhhh!” Pria pirang memekik. 

“Tidak ada ikan di laut ini, Mister."

“Hahaha, kau tidak melihat perlawanan ikan tadi, Pak?" Pria pirang tertawa geli.

"Maksudmu, kail yang melengkung tadi, Mister?" Abah Samad menggaruk kepala.

"Yap, aku hampir strike." Pria pirang menggulung senar yang putus.

"Hanya senar yang bergoyang. Kita sama-sama tidak melihat ikan, bukan?" Abah Samad menyela santai.

"Pak tua, ikan akan terlihat jika sudah naik ke permukaan. Kau tidak bisa melihatnya bukan berarti tidak ada ikan di sana!" Pria pirang mulai kesal.

"Mengapa kau sangat yakin, Mister?" 

"Karena akalku masih sehat untuk berpikir, Pak tua!" Pria pirang benar-benar kesal.

"Oh, karena ada sesuatu yang menarik senarmu, kau yakin di laut ini ada ikan. Meski ikan itu tidak muncul, begitu Mister?"

Pria pirang menepuk dahi, "Ya ampun, bocah ingusan pun tahu hal sepele seperti itu, Pak tua."

"Em, kalau senar itu benda mati dan bergerak karena ada ikan di bawahnya. Mungkinkah kau juga setuju jika seluruh ikan di lautan ini tidak muncul dengan sendirinya, Mister." Abah Samad berhenti sejenak, pria pirang di sebelahnya terlihat berpikir.

"Maksudku, ikan itu hidup, lebih rumit dari seutas senar. Ikan-ikan memiliki ukuran, bentuk, corak, juga makanan yang berbeda. Aku rasa, pasti ada yang membuatnya, mengaturnya, meski mata kita tidak dapat melihatnya. Bukan begitu, Mister?" Abah Samad melirik tajam.

Pria pirang terdiam beberapa saat, wajahnya memerah, "Kau sedang memaksaku percaya bahwa Tuhan itu ada, Pak tua?"

"Oh, Tidak. Aku hanya membuat perumpamaan dengan senar, dan ikan. Mister sendiri yang menyimpulkannya." Abah Samad tersenyum, kembali ke ruang kemudi.

Perkelahian dalam benak pria pirang kembali pecah. Hati kecil pria pirang masih percaya tentang Tuhan dan 99 sifat-Nya, namun rasa kehilangan   seringkali meracuninya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari
Novel
Berpulang
M. Fichri Areef Habibullah
Skrip Film
Nirwana Pratima
Gombalamoh
Novel
Bronze
SPLASH LOVE IN SEOUL
Puput Sekar K
Cerpen
Kebiasaan Lama Gak Ada Matinya
DMRamdhan
Novel
Bronze
Lauhul Mahfudz
khadijahliana
Novel
Bronze
Akira dan Annisa
Panca Jav
Novel
Bronze
Sekisah tentang Mualim dengan Fatimah
Andriyana
Novel
Alogaritma Takdir
Nurhafizatur Rahmi
Novel
Bronze
Perempuan Beraroma Lemon
Sugianes
Novel
Gloomy
sunraess
Novel
Gold
Jodoh Dunia Akhirat
Mizan Publishing
Skrip Film
SCRIPT THAWIYYAH
Daud Farma
Novel
Sabit Bukan Basit
Uri Djuli
Novel
Gold
Istri Kedua Gus
Falcon Publishing
Rekomendasi
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari
Flash
Terompah Penyambung Hidup
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Flash
Broken Wedding
Binar Bestari
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
Diculik Jodoh
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Flash
Kepingan Malam
Binar Bestari
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Ibu Setengah Hari
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sketsa Wajah Halwa
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Elegi Sunyi
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari