Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Surat Misterius
10
Suka
54,864
Dibaca

Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat.

“Liza,” panggilnya, “Ayah cari-cari, Ayo masuk!!”

Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya.

Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat. Tidak biasanya ayahnya berbicara seserius itu, keningnya dikerutkan pula!

Entah mengapa, Liza merasa panas-dingin di tubuhnya, kipas angin yang berkeliling di pojok ruangan mempunyai dua fungsi, satu membuat Liza tidak kegerahan, dan yang satu lagi membuat dia menggigil. Beragam pikiran berkecamuk di benaknya. Berusaha mengingat kembali kesalahannya. Rasanya dadanya seakan-akan hendak keluar dari tubuhnya.

Ini memang kesalahannya. Semester ini nilai UAS-nya benar-benar jeblok. Nilai C ada 4, D ada satu sedangkan E ada satu. Nilai yang dapat dengan mudah membuatnya di drop out dari fakultas.

Tiba-tiba mukanya memucat.

Drop Out? Ya ampuuun … rupanya hanya sampai semester empat ini aku bisa bertahan di fakultas, berkuliah di Fakultas dan Universitas incaran banyak orang, aku memang bodoh, lulus ujian saringan masuk aja tidak lantas membuat aku jadi manusia terpintar. Bisa jadi kan aku lulus karena peruntungan yang baik, soal isi kepala belum jamin, buktinya selama empat semester berturut-turut selalu mendapat IPK di bawah dua, harus dikemanakan wajahku, belum lagi Ayah yang selalu membanggakanku di hadapan keluarga besar, aku benar-benar pembawa aib.

Matanya kemudian berkaca-kaca. Liza tahu, hari ini mungkin akan tiba, tapi tidak disangkanya akan cepat, karena setahunya keputusan drop out dari dekan akan diberikan setelah semester enam.

Lalu tiba-tiba ada secercah harapan, Aku tidak akan di drop out sekarang, akan belajar sungguh sungguh besok, tidak akan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan Band’. Ia menyesali kelalaiannya, ia tidak menganggap penting akademiknya. Menurutnya hidup tidak melulu hanya berupa angka, tapi eksistensi. Orang yang sukses di negeri ini kebanyakan bukan orang yang berhasil di akademik. Tapi kalau harus drop out … tiba-tiba terlintas senyuman ayah dan ibunya yang kemudian hilang.

Lalu tebersit pikirannya yang lain, Memang tidak di drop out sekarang, tapi ada surat peringatan ke orang tua, tiba-tiba lemas seluruh tubuh Liza. Tidak bisa begini, aku diam hanya akan membuat aku stres, membuat ayah marah, aku akan bercerita, duluan dan berjanji akan belajar dengan baik, ia menguatkan tekad.

Mulutnya terbuka, “A .…”

Saat itu juga ayah Liza berkedip, “Liza …” panggilnya memelas, “tolong terjemahin surat ini, ayah enggak ngerti, pake bahasa Inggris, sih,” pintanya dengan wajah memerah.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Let's Not Fall In Love
Alva
Novel
Gold
Hwaiting 2 Dream Comes True
Mizan Publishing
Flash
Surat Misterius
Diba Tesi Zalziyati
Skrip Film
HONORER
Eko Triono
Flash
Bronze
Takluk
Fatimah Ar-Rahma
Novel
Inewai
Hilaria Heldi
Novel
Damai Atas Luka
Nuriska Beby
Skrip Film
Short Film Script Volume I
Yorandy Milan Soraga
Skrip Film
Bukan Cinta Pertama
qiararose
Flash
Bronze
Penggali Kubur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Kami Rindu Muhammad
Harredeep
Cerpen
THE DREAM OF A SLEEPING WORLD
Tourtaleslights
Novel
Bronze
DARI IRON MAN HINGGA KAKAK TERBAIK
Habibah Umniyyah sahla
Novel
CHOOSE
vinaseptiana
Rekomendasi
Flash
Surat Misterius
Diba Tesi Zalziyati
Novel
Bronze
Cinderella Menyelamatkan Seorang Peri
Diba Tesi Zalziyati
Skrip Film
Beneath The Shadow
Diba Tesi Zalziyati
Skrip Film
Messages from Sky
Diba Tesi Zalziyati
Novel
Demi Allah dan Waktu yang Berjalan
Diba Tesi Zalziyati
Flash
Bronze
Pisau Dapur
Diba Tesi Zalziyati
Komik
Kucing Lucu
Diba Tesi Zalziyati